p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kurios
Mandacan, Yehuda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Imago Dei sebagai kritik profetis terhadap diskriminasi: Rekonstruksi antropologi-teologis untuk keadilan dan harmoni dalam kebinekaan Indonesia Rumbekwan, George; Mandacan, Yehuda; Randa II, Federans; Damanik, Jon Mister
KURIOS Vol. 11 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i2.1052

Abstract

This article explores the potential of the imago Dei doctrine as a prophetic critique of various forms of discrimination that threaten social harmony in Indonesia's multicultural society. This study employs a constructive-contextual theological approach to reconstruct a theological anthropology based on a relational interpretation of the image of God, thereby establishing an ethical foundation for a just and dignified communal existence. The findings of this study indicate that a relational and democratic understanding of imago Dei provides a strong theological resource for rejecting all forms of degradation of human dignity, while affirming respect for cultural diversity as a manifestation of divine creativity. This reconstruction has implications for the development of an inclusive social ethic grounded in mutual recognition and for strengthening local cultural values that support harmony in diversity.   Abstrak Artikel ini mengeksplorasi potensi doktrin imago Dei sebagai kritik profetis terhadap berbagai bentuk diskriminasi yang mengancam harmoni sosial dalam masyarakat multikultural Indonesia. Melalui pendekatan teologi konstruktif-kontekstual, studi ini merekonstruksi antropologi-teologis yang berakar pada pemahaman relasional tentang gambar Allah untuk membangun fondasi etis bagi kehidupan bersama yang adil dan bermartabat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman imago Dei secara relasional dan demokratis menyediakan sumber daya teologis yang kuat untuk menolak segala bentuk degradasi martabat manusia, sekaligus menegaskan penghargaan terhadap keberagaman budaya sebagai manifestasi kreativitas Ilahi. Rekonstruksi ini berimplikasi pada pengembangan etika sosial yang inklusif berbasis pengakuan timbal balik dan penguatan nilai-nilai budaya lokal yang mendukung harmoni dalam kebinekaan.
Bersama bersaudara dalam kesatuan: Kerukunan sebagai kebajikan publik melalui pemaknaan paradigmatis-teologis Mazmur 133 Mandacan, Yehuda; Randa, Federans; Sinaga, Donna Crosnoy; Tuju, Rifky Serva
KURIOS Vol. 11 No. 3: Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i3.1499

Abstract

This article constructs a Christian public theology of harmony (kerukunan) by employing Psalm 133 as a theological paradigm for understanding Indonesian cultural values within a biblical framework. While Indonesian rukun has been critiqued as promoting conflict avoidance that perpetuates structural injustices, this study argues for a theological reconstruction that retrieves its generative potential as a public virtue. Through historical-critical exegesis of Psalm 133, anthropological-theological analysis of the rukun concept, and comparative theological methodology placing both in critical correlation, this article demonstrates how the psalmist's vision of unity (yachad) provides a biblical-theological foundation for kerukunan that transcends passive tolerance. The analysis reveals that authentic rukun, informed by the covenantal and eschatological dimensions of Psalm 133, functions as active peacebuilding that honors both unity and justice. This research contributes to contextual theology by demonstrating how indigenous cultural values, when critically appropriated through biblical hermeneutics, can enrich both local Christian witness and international theological discourse.   Abstrak Artikel ini mengkonstruksi teologi publik Kristen tentang kerukunan dengan menggunakan Mazmur 133 sebagai paradigma teologis untuk memahami nilai budaya Indonesia dalam kerangka alkitabiah. Meskipun rukun Indonesia telah dikritik sebagai sikap menghindari konflik yang melanggengkan ketidakadilan struktural, penelitian ini berargumen untuk rekonstruksi teologis yang mengambil kembali potensi generatifnya sebagai kebajikan publik. Melalui eksegesis historis-kritis terhadap Mazmur 133, analisis antropologis-teologis terhadap konsep rukun, dan metodologi teologi komparatif yang menempatkan keduanya dalam korelasi kritis, artikel ini menunjukkan bagaimana visi kesatuan (yachad) sang pemazmur menyediakan fondasi biblis-teologis untuk kerukunan yang melampaui toleransi pasif. Analisis mengungkapkan bahwa rukun autentik, yang diinformasikan oleh dimensi perjanjian dan eskatologis Mazmur 133, berfungsi sebagai pembangunan perdamaian aktif yang menghormati kesatuan dan keadilan sekaligus. Artikel ini berkontribusi pada teologi kontekstual dengan mendemonstrasikan bagaimana nilai-nilai budaya indigenous, ketika diapropriasi secara kritis melalui hermeneutika biblika, dapat memperkaya kesaksian Kristen lokal dan diskursus teologis internasional.