This article explores the potential of the imago Dei doctrine as a prophetic critique of various forms of discrimination that threaten social harmony in Indonesia's multicultural society. This study employs a constructive-contextual theological approach to reconstruct a theological anthropology based on a relational interpretation of the image of God, thereby establishing an ethical foundation for a just and dignified communal existence. The findings of this study indicate that a relational and democratic understanding of imago Dei provides a strong theological resource for rejecting all forms of degradation of human dignity, while affirming respect for cultural diversity as a manifestation of divine creativity. This reconstruction has implications for the development of an inclusive social ethic grounded in mutual recognition and for strengthening local cultural values that support harmony in diversity. Abstrak Artikel ini mengeksplorasi potensi doktrin imago Dei sebagai kritik profetis terhadap berbagai bentuk diskriminasi yang mengancam harmoni sosial dalam masyarakat multikultural Indonesia. Melalui pendekatan teologi konstruktif-kontekstual, studi ini merekonstruksi antropologi-teologis yang berakar pada pemahaman relasional tentang gambar Allah untuk membangun fondasi etis bagi kehidupan bersama yang adil dan bermartabat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman imago Dei secara relasional dan demokratis menyediakan sumber daya teologis yang kuat untuk menolak segala bentuk degradasi martabat manusia, sekaligus menegaskan penghargaan terhadap keberagaman budaya sebagai manifestasi kreativitas Ilahi. Rekonstruksi ini berimplikasi pada pengembangan etika sosial yang inklusif berbasis pengakuan timbal balik dan penguatan nilai-nilai budaya lokal yang mendukung harmoni dalam kebinekaan.