Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DECISION SUPPORT SYSTEM DALAM MENDUKUNG OBJEKTIVITAS PENILAIAN KARYAWAN DENGAN METODE AHP-WASPAS (STUDI KASUS : PT. SUMBER NELAYAN INDONESIA) Balqis, Nur; Sembiring, Muhammad Ardiansyah; Marpaung, Nasrun
J-Com (Journal of Computer) Vol 4, No 2 (2024): JULI 2024
Publisher : LPPM STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/j-com.v4i2.3216

Abstract

Abstract: Employees are a key element in the success of a company, because they play a role in determining the success of the company as a whole. Therefore, employee appraisal has a significant impact on many aspects of human resource (HR) management in the company. In this context, an objective and accurate employee appraisal system is needed so that companies can determine the best employees appropriately. This research aims to develop a Decision Support System that uses the AHP-WASPAS combination method. This system is designed to assist companies in evaluating and selecting the best employees for promotions, salary increases, and career development. The results showed that the developed Decision Support System was able to increase objectivity in employee assessment compared to manual methods. By using the AHP-WASPAS combination method, companies can be more effective and accurate in determining employee assessment, thus helping in better decision making in HR management.Keywords: Employee; AHP method; WASPAS method; Performance Appraisal; Ranking; Objectivity; Decision Support System Abstrak: Karyawan merupakan elemen kunci dalam kesuksesan sebuah perusahaan, karena mereka berperan dalam menentukan keberhasilan perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, penilaian karyawan memiliki dampak yang signifikan terhadap banyak aspek pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan. Dalam konteks ini, diperlukan sistem penilaian karyawan yang objektif dan akurat agar perusahaan dapat menentukan karyawan terbaik dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan yang menggunakan metode kombinasi AHP-WASPAS. Sistem ini dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengevaluasi dan memilih karyawan terbaik untuk promosi, kenaikan gaji, dan pengembangan karir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Pendukung Keputusan yang dikembangkan mampu meningkatkan objektivitas dalam penilaian karyawan dibandingkan dengan metode manual. Dengan menggunakan metode kombinasi AHP-WASPAS, perusahaan dapat lebih efektif dan akurat dalam menentukan penilaian karyawan, sehingga membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dalam manajemen SDM.Kata kunci: Karyawan; Metode AHP; Metode WASPAS; Penilaian Kinerja; Rangking; Objektivitas; Sistem Pendukung Keputusan
ANALISIS POPULASI IKAN BELANAK (Mugil Cephalus) DI SUNGAI BESITANG KABUPATEN LANGKAT Balqis, Nur; Atmaja, Teuku Hadi Wibowo; Mawardi, Abdul R
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 1 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i1.690

Abstract

Sungai Besitang merupakan salah satu sungai yang terletak di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Kawasan sekitar hulu dan hilir sungai memiliki pemukiman dan industri. Sungai Besitang juga menjadi habitat berbagai spesies ikan belana k (Mugil cephalus), salah satu spesies yang ditangkap oleh nelayan sebagai sumber mata pencaharian, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk dipasarkan di pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis populasi ikan belanak di Sungai Besitang, Kabupaten Langkat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan metode observasi dan eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan alat tangkap jaring. Sampel diambil dari tiga lokasi, yaitu: lokasi pertama di kawasan hulu, lokasi kedua di kawasan perindustrian, dan lokasi ketiga di kawasan pemukiman. Sampel yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui populasi ikan belanak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ikan belanak di Sungai Besitang, Kabupaten Langkat, dengan nilai 1,13, menunjukkan kriteria rendah.
PENERAPAN DATA MINING UNTUK PENENTUAN KELAS UNGGULAN DENGAN ALGORITMA K-MEANS PADA SMP NEGERI 3 KUALUH HULU Balqis, Nur; Parapat, Erika Amoy
J-Com (Journal of Computer) Vol. 4 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/j-com.v4i1.2978

Abstract

Pendidikan memainkan peran krusial dalam pengembangan individu dan masyarakat. Peningkatan mutu pendidikan menjadi fokus utama pembangunan di Indonesia, dengan peran guru sebagai faktor penting dalam mencapai tujuan tersebut. SMP Negeri 3 Kualuh Hulu, sebagai salah satu lembaga pendidikan, menghadapi tantangan dalam pengelompokan siswa baru ke dalam kelas unggulan. Penelitian ini menggunakan metode Data Mining, khususnya K-Means Clustering, untuk membantu dalam seleksi dan pengelompokan siswa berdasarkan nilai rapor mereka. Metode K-Means Clustering digunakan untuk mengklasifikasikan siswa ke dalam tiga kelompok: tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian ini menggambarkan proses pengolahan data menggunakan Python untuk memperoleh hasil klasterisasi. Hasilnya menunjukkan bahwa 25 siswa memiliki nilai tinggi, 45 siswa memiliki nilai sedang, dan 41 siswa memiliki nilai rendah. Dengan informasi ini, sekolah dapat dengan cepat dan efisien menentukan siswa yang layak masuk kelas unggulan, memungkinkan peningkatan kualitas pembelajaran dan persiapan siswa untuk pendidikan lanjutan.
DECISION SUPPORT SYSTEM DALAM MENDUKUNG OBJEKTIVITAS PENILAIAN KARYAWAN DENGAN METODE AHP-WASPAS (STUDI KASUS : PT. SUMBER NELAYAN INDONESIA) Balqis, Nur; Sembiring, Muhammad Ardiansyah; Marpaung, Nasrun
J-Com (Journal of Computer) Vol. 4 No. 2 (2024): JULI 2024
Publisher : STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/j-com.v4i2.3216

Abstract

Abstract: Employees are a key element in the success of a company, because they play a role in determining the success of the company as a whole. Therefore, employee appraisal has a significant impact on many aspects of human resource (HR) management in the company. In this context, an objective and accurate employee appraisal system is needed so that companies can determine the best employees appropriately. This research aims to develop a Decision Support System that uses the AHP-WASPAS combination method. This system is designed to assist companies in evaluating and selecting the best employees for promotions, salary increases, and career development. The results showed that the developed Decision Support System was able to increase objectivity in employee assessment compared to manual methods. By using the AHP-WASPAS combination method, companies can be more effective and accurate in determining employee assessment, thus helping in better decision making in HR management.Keywords: Employee; AHP method; WASPAS method; Performance Appraisal; Ranking; Objectivity; Decision Support System Abstrak: Karyawan merupakan elemen kunci dalam kesuksesan sebuah perusahaan, karena mereka berperan dalam menentukan keberhasilan perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, penilaian karyawan memiliki dampak yang signifikan terhadap banyak aspek pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan. Dalam konteks ini, diperlukan sistem penilaian karyawan yang objektif dan akurat agar perusahaan dapat menentukan karyawan terbaik dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan yang menggunakan metode kombinasi AHP-WASPAS. Sistem ini dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengevaluasi dan memilih karyawan terbaik untuk promosi, kenaikan gaji, dan pengembangan karir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Pendukung Keputusan yang dikembangkan mampu meningkatkan objektivitas dalam penilaian karyawan dibandingkan dengan metode manual. Dengan menggunakan metode kombinasi AHP-WASPAS, perusahaan dapat lebih efektif dan akurat dalam menentukan penilaian karyawan, sehingga membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dalam manajemen SDM.Kata kunci: Karyawan; Metode AHP; Metode WASPAS; Penilaian Kinerja; Rangking; Objektivitas; Sistem Pendukung Keputusan
Anaphoric Stylistics of Sūrat Ar-Raḥmān [55]: Gorys Keraf's Framework on Repetition Setiadi, Fadlan Masykura; Daulay, Irmasani; Balqis, Nur; Elassali, Fatima Ezzahraa
al-Ittijah: Jurnal Keilmuan dan Kependidikan Bahasa Arab Vol. 18 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alittijah.v18i1.12568

Abstract

This study aimed to analyze the forms and rhetorical functions of anaphoric stylistic devices in Sūrat ar-Raḥmān [55] through a modern stylistic approach. The research specifically examines the repetitive expression “Fa-bi`ayyi ālā’i rabbikumā tukażżibān”, which appears thirty-one times throughout the sūrah and constitutes one of the most prominent examples of Qur’ānic repetition. This study employed a qualitative descriptive, this study applies textual analysis based on Gorys Keraf’s stylistic theory, particularly his framework of figurative language and rhetorical repetition, integrated with the classical concept of Qur’ānic rhetoric (balāghah). The scope of the analysis is limited to five major verse clusters in Sūrat ar-Raḥmān that contain dominant repetitive structures and thematic coherence. The findings reveal three principal forms of anaphora, namely lexical anaphora, clausal anaphora, and imperative-rhetorical anaphora. In total, thirty-one repetitive anaphoric structures were identified and systematically classified according to their linguistic and rhetorical characteristics. These repetitive forms function as instruments of ta’kīd (semantic emphasis), generators of rhythmic and psycholinguistic effects, and rhetorical mechanisms that strengthen emotional engagement and spiritual reflection. The study confirms that repetition in the Qur’ān does not represent linguistic redundancy, but rather constitutes a deliberate divine rhetorical strategy that reinforces meaning, aesthetic harmony, and theological consciousness. This study contributes to the field of Qur’ānic stylistics by providing a systematic classification of anaphoric structures and by demonstrating the relevance of modern stylistic theory in analyzing classical Arabic sacred discourse.