Sunyata, Lina
Universitas Tanjungpura

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN LURAH DALAM PROGRAM REHABILITASI SOSIAL RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DI KELURAHAN SAIGON KECAMATAN PONTIANAK TIMUR KOTA PONTIANAK Aryono, Ricky; Sunyata, Lina; Bima, Sujendra
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 12, No 2 (2023): GOVERNANCE, EDISI JUNI 2023
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gov.v12i2.3472

Abstract

 Ricky Aryono: Peran Lurah Dalam Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Di Kelurahan Saigon Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Skripsi Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura. Pontianak 2022Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui peran lurah dalam program rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni (RS-RTLH) di kelurahan Saigon, Pontianak Timur Kota Pontianak, dalam melakukan penelitian metode yang di pakai mengunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kurang maksimalnya peran lurah dalam program rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni di kelurahan Saigon. Sosialisasi tentang program ini belum berjalan optimal sehingga menimbulkan masalah yang ada dilapangan, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengtahui peran lurah dalam program rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni di kelurahan Saigon Pontianak Timur Kota Pontianak. Slamet (2002:30) bahwa kepemimpinan penting dalam kehidupan bersama dan kepmimpinan itu harus mengenakan pada orang orang yang akan di pimpinnya. Hasil penelitian menemukan  kurang maksimalnya pengawasan dari pimpinan dalam program  ini yang mengakibatkan lambatnya pemecahan masalah yang ada di lapangan. Hal ini dapat diliat masih banyaknya masyarakat yang belum pahan tentang program ini sehingga menimbulkan pertanyaan dan kecemburuan sosial yang ada masyarakat dan belum sepenuhnya sosiaslisasi program RS-RTLH menyentuh masyarakat, Peneliti memberikan saran mengenai yaitu meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara pihak yang terkait dalam program RS-RTLH perlu adanya peningkatan pengawasan dari pihak pelaksana agar program tersebut dapat berjalan dengan baik. Kata Kunci: Peran, Pemberdayaan, Rehabillitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni
Koordinasi Pemerintah Dan Masyarakat Dalam Pengembangan Destinasi Wisata Hutan Mangrove Setapuk Kota Singkawang Prolamir, Andy; Sunyata, Lina; Darmawan, Deni
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 12, No 1 (2023): PUBLIKA EDISI MARET 2023
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v12i1.3083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi Pemerintah Kota Singkawang dan masyarakat di sekitar kawasan Hutan Mangrove Setapuk dalam pengembangan Hutan Mangrove Setapuk. Fokus dari penelitian ini adalah peran pemerintah dan peran masyarakat setempat dalam upaya pengembangan Hutan Mangrove Setapuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan deskripsif. Penelitian ini menggunakan teori koordinasi dari Kencana (2011:35) yang terdiri dari : 1) Pengaturan, pemerintah Kota Singkawang dengan pihak pengembang sudah melakukan koordinasi dengan baik, koordinasi dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung; 2) Sinkronisasi, pengembangan Destinasi Wisata Hutan Mangrove dilakukan oleh beberapa pihak, setiap pihak yang berkontribusi melakukan koordinasi dengan satu tujuan; 3) Kepentingan bersama, dalam hal pengembangan Destinasi Wisata Hutan Mangrove Setapuk pemerintah memiliki peran yang dapat membawa kontribusi besar bagi masyarakat; 4) Tujuan bersama, tujuan dari pengembangan Destinasi Wisata Hutan Mangrove Setapuk ialah untuk menyejahterakan masyarakat sekitar dan melakukan konservasi hutan mangrove.Hutan Mangrove Setapuk termasuk ke dalam salah satu destinasi wisata yang sudah dikelola namun belum maksimal.Hutan Mangrove Setapuk dikembangkan oleh Kelompok Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri dengan tujuan pelestarian lingkungan wilayah pesisir dan menjadikan destinasi wisata berbasis wisata konservasi di Kelurahan Setapuk Besar. Hasil penelitian menunjukan bahwa koordinasi Pemerintah Kota Singkawang dengan masyarakat setempat sudah berjalan dengan baik serta sudah menjalankan perannya masing-masing dengan baik.Adapun saran yang direkomendasikan oleh peneliti adalah pengembangan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Singkawang dan masyarakat setempat agar dapat berkembang dengan baik dan dapat menjadi prioritas destinasi wisata di Kota Singkawang. 
KINERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN KETAPANG DALAM MENANGGULANGI KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KABUPATEN KETAPANG JANUARDI, JANUARDI; Sunyata, Lina; Rasidar, Rasidar
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 12, No 1 (2023): PUBLIKA EDISI MARET 2023
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v12i1.3097

Abstract

The purpose of this research was to describe the performance of the Regional Disaster Management Agency of Ketapang Regency in handling forest and land fires in Ketapang Regency. The problem of forest and land fires was a very interesting problem to study because forest and land fires in Ketapang Regency were increasing and causing many negative impacts for humans, the environment and the ecosystem. In this research, the researcher used qualitative descriptive method with the theory of performance indicators from Dwiyanto (2017: 50), namely: 1.) Productivity, productivity was not maximized, because the target had not gotten the results as expected, in addition to the ineffective and inefficient firefighting. 2.) Service Quality, the service quality was considered quite good because the community was satisfied with the services of the BPBD of Ketapang Regency. 3.) Responsiveness, the responsiveness was quite good which was indicated by the fairly fast response from the BPBD of Ketapang Regency when receiving reports of forest and land fires from a place. 4.) Responsibility, the responsibility was considered suboptimal because the personnel did not carry out the firefighting activities in accordance with the SOP (Standard Operating Procedure) to the fullest. 5.) Accountability, the accountability was considered quite good because the BPBD of Ketapang Regency carried out forest and land fire management fairly and prioritized human values existing in the community. Keywords: Organizational Performance, BPBD, Handling Forest and Land Fires, Ketapang Regency. Â