Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sejarah Desa dan Islamisasi di Desa Serang Blitar Tahun 1892-1942 Anggrianto, Siska; Zamzami, Rizal
Historia Islamica: Journal of Islamic History and Civilization Vol 2 No 2 (2023): Historia Islamica
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/historia.v2i2.713

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sejarah desa dan Islamisasi di Desa Serang yang berada di Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar pada tahun 1892 hingga 1942. Pada tahun 1880 Desa Serang merupakan Dusun Serang dibawah pemerintan Desa Bacem Kecamatan Lodojo dan di tahun 1892 Dusun Serang berganti status menjadi Desa Serang Kecamatan Lodojo. Desa Serang mengalami perkembangan dibidang mata pencaharian, pendidikan, keagamaan serta perubahan sosial-budaya. Tujuan penelitian ini untuk merekonstruksi sejarah desa serta Islamisasi di Desa Serang, mengidentifikasi karakter desa dan dijadikan dokumentasi terkait tulisan sejarah desa untuk Desa Serang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah terdiri dari heuristik, verifikasi, interpretasi dan histografi. Hasil penelitian ini pertama, sejarah Desa Serang berasal dari hutan yang membentuk pemukiman hingga menjadi Dusun Serang dari Dusun Serang berganti menjadi Desa Serang. Kedua, Desa Serang merupakan daerah pedalaman yang mempunyai pengaruh besar terhadap perekonomian Belanda karena pemasok jagung sehingga adanya pembangunan jalan dari Kali Gambang ke Desa Serang. Selain itu terdapat pembangunan jembatan dan pesanggrahan yang menjadi tempat penginapan orang-orang Belanda ketika mengunjungi teluk Serang. Ketiga, masuknya Islam di Desa Serang oleh Mbah Guru dan dikembangkan oleh Mbah Proyodongso meninggalkan situs sejarah seperti pusaka berupa keris dan Al-Qur’an kuno, hal tersebut menjadi bukti adanya kemajuan literasi serta peradaban masyarakat Desa Serang.
Peran H. Ahmad Chusairi pada seni kentrung Sunan Drajat di Lamongan tahun 1991- 2019 Fauziah, Uut; Zamzami, Rizal
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i12024p75-92

Abstract

Abstract This study discusses the role of the characters in the creation and development of the Sunan Drajat Kentrung in Lamongan. Oral literature is a part of the performing art known as kentrung. Kentrung art is practiced in many areas, including Jepara, Tuban, Lamongan, Tulungagung, Blitar, and Sidoarjo. Each district has its own uniqueness in presenting a kentrung show; for example, Lamongan calls his kentrung by the name of Kentrung Sunan Drajat and often tells the story of one of the Walisongo, Sunan drajat. The famous character in the development of the Kentrung in Lamongan is H. Ahmad Chusairi, who, in addition to playing the role of the Dhalang ontang-anting Kentrong Sunan Drajat, is also the advocate of the founding of the Kentrungan Sunan Drajat. This research attempts to explain how H. Ahmad Chusairi contributed to the creation of the art of Sunan Drajat Kentrung in Lamongan. Includes the biography of H. Ahmad Chusairi, his contribution to the name of Kentrung Sunan Drajat, how he introduced the concept to the Lamongan people in particular and to various areas of Lamongan in general, as well as how H. Ahmed Chusauri made the art of the Sunan Drajat one of the arts of the Lamongan community as a medium of spread of Islam-based art. This research uses historical research methodologies that include historiography, verification, interpretation, and heuristics. Research findings indicate that H. Ahmad Chusairi played a role in the growth of Sunan Drajat in Lamongan between 1991 and 2019 by naming the Sunan Drajat Kentrung, introducing it to various areas, and making it a tool of praise in the field of art for the community.Abstrak Penelitian ini mebahasas peran tokoh dalam penciptaan serta perkembangan Kentrung Sunan Drajat di Lamongan. Sastra lisan atau seni tutur merupakan bagian dari seni pertunjukan yang dikenal sebagai kentrung. Seni kentrung banyak dipraktikkan di berbagai daerah, antara lain Jepara, Tuban, Lamongan, Tulungagung, Blitar, dan Sidoarjo. Setiap daerah memiliki keunikan tersendiri dalam menyajikan pertunjukan kentrung; misalnya, Lamongan yang menyebut kentrungnya dengan nama Kentrung Sunan Drajat dan sering menceritakan kisah salah satu Walisongo, Sunan Drajat. Tokoh yang dikenal dalam perkembangan kentrung di Lamongan adalah H. Ahmad Chusairi yang selain berperan sebagai dhalang ontang-anting Kentrung Sunan Drajat, H. Ahmad Chusairi juga merupakan penggagas didirikannya Kentrung Sunan Drajat. Penelitian ini mencoba menjelaskan bagaimana kontribusi H. Ahmad Chusairi dalam penciptaan kesenian Kentrung Sunan Drajat di Lamongan. Meliputi biografi H. Ahmad Chusairi, kontribusinya terhadap nama Kentrung Sunan Drajat, bagaimana beliau memperkenalkan konsep tersebut kepada masyarakat Lamongan khususnya dan ke berbagai daerah Lamongan pada umumnya, serta bagaimana H. Ahmad Chusairi menjadikan kesenian Kentrung Sunan Drajat sebagai salah satu kesenian masyarakat Lamongan sebagai media penyebaran islam berbasis seni. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian sejarah yang mencakup historiografi, verifikasi, interpretasi, dan heuristik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa H. Ahmad Chusairi berperan dalam tumbuhnya kentrung Sunan Drajat di Lamongan antara tahun 1991 hingga 2019, dengan memberi nama Kentrung Sunan Drajat, memperkenalkannya ke berbagai daerah, dan menjadikannya sebagai alat dakwah dalam bidang kesenian bagi masyarakat. 
BANDAR KEMA:: JALUR ISLAMISASI DAN DOMINASI KOLONIAL (1824-1930) Zamzami, Rizal; Riyadi, Ahmad Syaf’i Mufadzilah; Azis, Muhammad Nur Ichsan
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.389

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis jalur islamisasi dan dominasi kolonial terhadap keberadaan Islam di Bandar Kema, Minahasa. Perkembangan islamisasi di Kema, tidak lepas dari aktivitas dan peran para penyebar Islam, baik ulama, pedagang, dan tokoh politik, sejak abad ke-19 M. Islamisasi di Bandar Kema mengalami signifikansi pada pertengahan abad ke-19, melalui relasi politik dan aktivitas niaga maritim. Metode sejarah yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan ilmu sosial yang menggunakan teori islamisasi dan pengaruh kolonisasi di kawasan tertentu. Jalur islamisasi di Bandar Kema berimplikasi pada terbentuknya masyarakat muslim yang mendiami daerah pesisir. Di sisi lain, dominasi kolonial juga berdampak munculnya kelompok-kelompok muslim yang berusaha mempertahankan keberadaan mereka di tengah pengaruh tersebut yang berhubungan langsung dengan kebijakan politik dan ekonomi.
PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN MAMBA'UL HIKAM DI BLITAR 1952-2004 Muna, Sabilah Nailatul; Zamzami, Rizal
Historia Islamica: Journal of Islamic History and Civilization Vol 4 No 1 (2025): Historia Islamica
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/historia.v4i1.1346

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Perkembangan Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam di Blitar 1952-2004. Terdapat dua rumusan masalah dalam penelitian ini pertama, bagaimana perkembangan Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam di Blitar pada tahun 1952-2004. Kedua, bagaimana dampak Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam bagi masyarakat Desa Slemanan. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai bentuk deskripsi untuk mengetahui perkembangan dan dampak dari adanya Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam bagi masyarakat Desa Slemanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini diantaranya: pertama, Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam mengalami dua perkembangan yaitu perkembangan jumlah santri dan perkembangan dalam bidang pendidikan. Kedua, adanya Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam sangat berpengaruh bagi masyarakat Desa Slemanan yang berdampak pada bidang sosial, agama dan ekonomi.
Brug Over den Brantas te Kediri as Regional Liaison in 1855-1912 Niswaturrozanah, Nabila; Zamzami, Rizal
Journal of Indonesian History Vol. 12 No. 1 (2024): Journal of Indonesian History
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v12i1.140

Abstract

This research discussed the Brug Over den Brantas to Kediri in 1855-1912. People refer to this bridge as the Old Bridge which is a link to the Kediri region. The Old Bridge became one of the facilities built by the Dutch for smooth transportation. It provided benefits for the people of the Kediri region because it could facilitate transportation over the river. This research describes several things related to the Old Bridge, first, how the history of the Old Bridge. Second is how the Old Bridge is a connector of the Kediri region. Third, how the influence of the Old Bridge on the economic development and progress of the Kediri region. This research uses historical methods, namely heuristics, verification, interpretation, and historiography. The results of this study are: First, the Old Bridge was built by the Dutch East Indies government as groote postweg. Second, the Old Bridge plays an important role as a link between two important areas in Kediri; because of the Old Bridge, the relationship between the west and east of the river improved. Third, the Old Bridge had a good influence on the economic growth and development of the Kediri region.
KEDIRISCHE AFDEELINGSBANK: Sejarah Bank hingga Perubahan Menjadi Algemeene Volkscredietbank Tahun 1908-1934 Fitriasari, Natasya; Zamzami, Rizal
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i01.7703

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Kedirische Afdeelingsbank 1908-1934. Kedirische Afdeelingsbank merupakan lembaga keuangan yang didirikan oleh pemerintah Belanda dengan tujuan untuk menyediakan pinjaman dan tempat penyimpanan uang bagi masyarakat Kediri. Adanya Kedirische Afdeelingsbank bertindak sebagai bank daerah yang dapat membantu memenuhi kebutuhan kredit masyarakat. Kemampuan Kedirische Afdeelingsbank dalam memberikan pinjaman mengalami peningkatan hingga masa depresi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah pendirian Kedirische Afdeelingsbank, perkembangan bank hingga perubahan menjadi Algemeene Volkscredietbank serta pengaruh adanya Kedirische Afdeelingsbank pada tahun 1908-1934. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang menurut Kuntowijoyo terdapat empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini adalah: pertama, Kedirische Afdeelingsbank didirikan sebagai bank kredit rakyat di wilayah Kediri. Kedua, Kedirische Afdeelingsbank mengalami perkembangan dengan adanya kantor cabang di Pare yang menandai peningkatan kegiatan operasi bank dan perubahan menjadi Algemeene Volkscredietbank yang merupakan masa kemunduran Kedirische Afdeelingsbank. Ketiga, Kedirische Afdeelingsbank memberikan pengaruh yang baik bagi peningkatan ekonomi wilayah Kediri.   Kata Kunci : Afdeelingsbank; Kediri; Lembaga Keuangan