Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pengelolaan Kinerja dan Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Produktivitas dan Motivasi Kerja Azmi, Faqih Fadhil; Lamtiar, Suse; Khoiri Akbar Al-ashari; Ghozi
Jurnal Bisnis dan Operasi Penerbangan Vol 3 No 1 (2025): Aviation Busieness and Operations Journal
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/jobp.v3i1.1381

Abstract

Di era globalisasi yang berkembang pesat, organisasi harus beradaptasi dengan cepat. Sehingga strategi dan manajemen sumber daya manusia yang efektif menjadi faktor utama dalam mecapai keberhasilan organisasi. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana strategi pengelolaan sumber daya manusia dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja karyawan, serta bagaimana hal ini berpengaruh pada pencapaian tujuan jangka panjang dalam organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima faktor utama yang mempengaruhi kinerja produktivitas karyawan, yaitu sistem penilaian kinerja, motivasi kerja, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, sumber daya manusia dan kinerja organisasi dan lingkungan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengelolaan sumber daya manusia yang efektif berasal dari peningkatan kualitas tenaga kerja melalui sistem evaluasi yang transparan, insentif yang sesuai, dan budaya kerja yang mendukung inovasi.
ANALISIS MANAJEMEN PROYEK DALAM KEGAGALAN PEMBANGUNAN BANDAR UDARA BERLIN BRANDENBURG Suse Lamtiar S; azmi, faqih fadhil; Ghozi; Mahayana, I Nyoman Bayu Tangkas; Mahayana, Erwin Sanusi Hamdali; Mahayana, I Kadek Yogi Rustawan; Hafiz Ramadhan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5477

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan manajemen proyek yang menyebabkan penundaan signifikan dan pembengkakan biaya pada proyek Bandara Berlin Brandenburg (BER). Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif berdasarkan dokumentasi ekstensif, makalah ini menyelidiki beberapa aspek kritis yang mempengaruhi keberhasilan proyek, termasuk perencanaan proyek awal, manajemen pemangku kepentingan, manajemen risiko, serta kontrol kualitas. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan yang buruk, kepemimpinan yang tidak efektif, dan defisiensi teknis yang parah, terutama dalam sistem keselamatan kebakaran, adalah faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap kegagalan proyek. Selain itu, penilaian risiko yang tidak memadai dan kurangnya perhatian terhadap detail teknis turut memperburuk keadaan. Proyek BER berfungsi sebagai contoh nyata bagaimana proyek infrastruktur besar dapat menyimpang drastis dari tujuan awalnya akibat kekurangan dalam manajemen proyek yang sistemik. Masalah komunikasi yang buruk antara pemangku kepentingan juga berkontribusi terhadap kerumitan dan penundaan proyek. Analisis ini memberikan wawasan yang berharga mengenai faktor-faktor keberhasilan kritis dalam manajemen megaproyek, serta menawarkan pelajaran penting untuk pengembangan dan pengelolaan infrastruktur publik berskala besar di masa depan. Studi ini memberikan pemahaman lebih baik tentang kegagalan dan menyarankan langkah-langkah untuk mencegah kesalahan serupa dalam proyek infrastruktur lainnya, termasuk pentingnya manajemen risiko yang lebih baik dan perencanaan yang lebih teliti.
Wali dan Karamah dalam Perspektif Tafsir Ishārī Sahl al-Tustarī Ghozi
Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Vol. 11 No. 1 (2021): JUNI
Publisher : Department of Qur'an dan Hadith Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mutawatir.2021.11.1.1-27

Abstract

Abstract: This article analyzes the esoteric interpretation of Sahl al-Tustarī in his work Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. As a Sufi master well-known for his asceticism, al-Tustarī laid the groundwork of a new phase in disclosing a new formation of the Qur’anic exegesis. His esoteric interpretation does not only provide the inner dimension of the verse, but also shed light on the outer dimensions. Although his work is not completed in interpreting all verses of the Qur’an, it is inevitable that his work has galvanized some later Sufis into writing their exegetical works. Using a descriptive-analytical method, this article scrutinizes the two key concepts of sufism, the sainthood and the charismata, in al-Tustarī’s exegetical work. Both issues are crucial to unravel inasmuch as they are closely enough related to the avowal of sainthood and its acceptability that are still disputable in many Muslims. This article draws conclusions that the sainthood and the charismata in al-Tustarī’s exegetical work are elucidated in the frame of morality and shariah. Al-Tustarī asserts that all saints have their own stages and each stage has its own role and duty both spiritually and socially. Furthermore, al-Tustarī does not consider the charismata (khāriq al-‘ādah) to be something special. In his standpoint, virtue is precisely the most essential part of the charismata.