Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENELUSURI PERAN DAN FUNGSI BUNDO KANDUANG SAAT INI SEBAGAI BAGIAN LEMBAGA ADAT DAN KAITANNYA DALAM MENYELESAIKAN KASUS KDRT DI SUMATERA BARAT Suryani, Irma; Yulnetri, Yulnetri; Amrina, Amrina; Nengsih, Ifelda
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 2 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v6i2.3178

Abstract

Kembalinya sistem pemerintah dari desa ke nagari turut mengebalikan peran dan fungsi berbagai lembaga adat yang ada dinagari yang salah satunya adalah lembaga bundo kanduang. Sebagai refleksi dari perempuan minang kabau, lembaga bundo kaduang memiliki fungsi ganda baik fungsi dalam ranah umum (publik) maupun fungsi dalam ranah khusus (domestik). Melalui observasi, pengisian kuisioner dan wawancara pada bundo kanduang maka diketahui bahwa Peran publik telah diwujudkan dalam berbagai kegiatan sosial dalam anggota bundo kanduang, sedangkan peran domestik belum dapat dijalankan sebagai akibat dari keterbatasan waktu, kemampuan dan pengetahuan dari bundo kanduang. Selain itu pemahaman akan tabu nya membicarakan persoalan domestik dimasyarakat mengakibatkan masyarkat tidak melibatkan bundo kanduang dalam menyelesaikan permasalahannya.KDRT yang merupakan persoalan domestik turut tidak tersentuh oleh bundo kanduang meski kebanyakan korbannya adalah kaum bundo kanduang itu sendiri. Oleh karena itu dengan mengembalikan peran dan fungsi bundo kanduang secara utuh diyakini akan mampu mengatasi persoalan KDRT dan mengurangi tingginya angka cerai gugat di Sumatera Barat.
Analisis Kebutuhan Guru terhadap Integrasi Nilai Moderasi Beragama dalam Materi Ajar Bahasa Inggris Yulnetri, Yulnetri; Novita, Yona; Rahmawati, Rahmawati; Khairat, Annisaul
AS-SABIQUN Vol 6 No 3 (2024): MEI
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v6i3.4686

Abstract

This research aims at figuring out teachers and students’ need of integrated religious moderation in English materials at Madrasah Tsanawiyah (Islamic Junior High School) grade 7. This was a descriptive research conducted in four different Madrasah in West Sumatera, i.e., MtsN Batusangkar, MtsN Sawah Lunto, MtsN Solok, dan MtsS Muhammadiyah Payakumbuh . The informants were four English teachers at grade 7 were interviewed in order to gain the data about their needs of integrated religious moderation values in English materials, and 121 students who filled the questionnaire sent via Google form. The result shows that all of the informants demand the integrated religious moderation values, in terms of national commitment, tolerant, nonviolent, and accommodative to local culture, in English materials at grade 7 of Madrasah Tsanawiyah in West Sumatera. Then, the topics potential to be integrated are Apologizing, Introducing self, Descriptive text and Warning.
Reformulation of Bundo Kanduang's Role in Solving Domestic Violence Cases Suryani, Irma; Yulnetri, Yulnetri; Amrina, Amrina; Nengsih, Ifelda; Randawar, Daleleer Kaur
Jambura Law Review VOLUME 5 NO. 2 JULY 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.925 KB) | DOI: 10.33756/jlr.v5i2.19172

Abstract

This study aims to reevaluate the role of Bundo Kanduang in addressing Domestic Violence cases within the Minangkabau indigenous community in West Sumatra. Utilizing qualitative research methods, data collection tools include documents, interviews, and Focus Group Discussions (FGD). The study involves Bundo Kanduang Adat and household members within the Bundo Kanduang organization in Tanah Datar, Agam, and Fifty Cities, totalling 35 participants per regency. Data analysis consists of three stages: Reduction, Presentation, and Verification. Method triangulation compares interview outcomes with FGD results for data triangulation. Theoretical triangulation is then applied to reassess Bundo Kanduang's role in resolving domestic violence cases. The findings reveal that Bundo Kanduang's role in addressing domestic violence under Minangkabau customary tambo has been implemented socially but not optimally within families due to factors such as low education, demanding work schedules, children relocating after marriage, and a lack of concern for one's hometown. To ensure the effective implementation of Bundo Kanduang's role in combating domestic violence, the following reformulations are proposed: 1) Leveraging the "nan 4" principle; 2) implementing premarital education and training; 3) applying people-oriented management; 4) compiling Nagari and community monographs; and 5) reinforcing matrilineal culture.