Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KARAKTERISTIK PENDERITA KELAINAN REFRAKSI DAN PRESBIOPIA YANG TERJARING PROGRAM PEMERIKSAAN MATA BERBASIS KOMUNITAS Sriyanti, Nurjanah; Rini, Mayang; Ratnaningsih, Nina
Oftalmologi : Jurnal Kesehatan Mata Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Oftalmologi Vol 5 No 2 2023
Publisher : Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ojkmi.v5i2.53

Abstract

Pendahuluan: Kelainan refraksi dan presbiopia masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik penderita kelainan refraksi dan presbiopia yang terjaring program pemeriksaan mata berbasis komunitas.  Metode: Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif melalui pendekatan cross sectional. Data penelitian berupa data sekunder hasil program pemeriksaan mata berbasis komunitas oleh Rumah Sakit Mata Cicendo tahun 2022. Subjek penelitian adalah penderita kelainan refraksi dan presbiopia yang mengikuti program pemeriksaan mata berbasis komunitas dari Januari-Desember tahun 2022. Penentuan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil: Sebanyak 810 (35,62%) dari 2.274 orang mengalami kelainan refraksi dan presbiopia. Mayoritas penderita kelainan refraksi dan presbiopia adalah perempuan (67,53%). Kelainan refraksi dan presbiopia paling banyak terjadi pada rentang usia 44-51 tahun (23,46%). Mayoritas subjek mengalami presbiopia (49,38%). Sebanyak 65,19% subjek mengalami gangguan penglihatan dekat akibat presbiopia dan presbiopia disertai kelainan refraksi lain. Presbiopia paling banyak terjadi pada perempuan (32,35%). Mayoritas penderita presbiopia berada pada rentang usia 44-51 tahun (15,8%).  Kesimpulan: Proporsi penderita kelainan refraksi dan presbiopia dalam penelitian ini adalah 35,62%. Mayoritas subjek adalah perempuan dengan diagnosis yang paling banyak ditemukan adalah presbiopia. Mayoritas subjek mengalami gangguan penglihatan dekat akibat presbiopia dan presbiopia disertai kelainan refraksi lain.
KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELLITUS YANG MENGIKUTI PROGRAM SKRINING RETINOPATI DIABETIK BERBASIS KOMUNITAS DI KOTA BANDUNG OLEH RUMAH SAKIT MATA CICENDO PADA TAHUN 2022 Effendy, Varrel Geary Effendy; Rini, Mayang; Ratnaningsih, Nina; Irfani, Irawati; Natalya, Susanti
Oftalmologi : Jurnal Kesehatan Mata Indonesia Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Oftalmologi Edisi Desember 2023
Publisher : Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ojkmi.v5i3.59

Abstract

Pendahuluan: Retinopati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskular yang diakibatkan oleh penyakit diabetes mellitus kronis. Retinopati diabetik memerlukan skrining sebagai deteksi dini untuk mengontrol keparahannya.  Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien retinopati diabetik yang terjaring skrining oleh Rumah Sakit Mata Cicendo pada tahun 2022 serta kelompok yang rentan yang mengalami retinopati diabetik. Karakteristik pasien dikategorikan menjadi karakteristik demografi, klinis, dan status oftalmologis. Desain penelitian ini berupa studi deskriptif potong lintang menggunakan data kuesioner skrinining pasien yang dilakukan pada tahun 2022.  Hasil: Rumah sakit mata cicendo berhasil melakukan skrining terhadap 435 pasien. Data yang terkumpul menunjukkan pasien yang mengikuti skrining mayoritas perempuan (71,49%), berusia 60-79 tahun (64,6%), memiliki riwayat hipertensi (66,44%), dan memiliki durasi diabetes 5-10 tahun (42,99%). Prevalensi DR dan VTDR dari pasien diabetes mellitus yang mengikuti skrining adalah 20,23% dan 3,68%. Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (21,54%), kelompok umur 40-59  tahun (23,36%), memiliki riwayat hipertensi (20,76%), memiliki riwayat dislipidemia (22,22%) dan durasi diabetes 5-10 tahun (25,13%) mengalami retinopati diabetik.  Kesimpulan: Retinopati diabetik rentan terjadi pada orang dengan jenis kelamin perempuan, umur 40-59 tahun, riwayat hipertensi, riwayat dislipidemia, dan durasi diabetes 5-10 tahun.
Characteristics and Risk Factors of Diabetic Retinopathy Patients in West Java, Indonesia Setiawan, Grace; Rini, Mayang; Ratnaningsih, Nina; Memed, Feti Karfiati; Dahlan, Muhammad Rinaldi
Majalah Kedokteran Bandung Vol 56, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v56.3412

Abstract

Diabetic retinopathy (DR) is the major microvascular complication of diabetes mellitus (DM) and responsible as the leading cause of vision loss among working-age adults. With the estimated DM cases reaching 578 million in 2030, public health systems are faced with challenges of increasing costs of implementation and maintenance of DR screening program in people with DM. This study aimed to describe characteristics and risk factors of DR among patients of a Primary Health Care Center in West Java, Indonesia. This was a cross-sectional study during the period of March 2021 until June 2022 on 1,080 participants. Among these participants with DM, 28.89% (25.16–33.12% [95% CI]) were classified to have DR. A total of 32.69% (28.14–36.71 [95% CI]) participants with DR had vision threatening DR (VTDR). The prevalence of DR in this study was higher in women (77.23%) with a mean age of 57.26 ± 9.17 and duration of DM of ≥5-years (56.01%), blood glucose level <200 mg/dL (63.79%), high systolic blood pressure (52.03%), high diastolic blood pressure (39.07%), normal BMI (55.5%), high waist circumference (43.7%), and high HbA1C (3.42%). A total of 1,041 (96.39%) participants were using antidiabetic drugs, and 9.63% of them were currently smoking. This study showed that diastolic blood pressure, abnormal abdominal circumference, and high HbA1C levels were more prevalent in DR and VTDR groups. The findings of this study represent the current characteristics of DR patients in West Java and can be used as a baseline or comparison data for other regions in Indonesia.
Prevalence and Associated Factors of Diabetic Retinopathy in People with Type 2 Diabetes Attending Community Based Diabetic Retinopathy Screening in Greater Bandung, Indonesia Halim, Aldiana; Syumarti, Syumarti; Rini, Mayang; Ratnaningsih, Nina; Iskandar, Erwin; Sovani, Iwan; Virgana, Rova; Dahlan, Muhammad Rinaldi
International Journal of Retina Vol 5 No 1 (2022): International Journal of Retina (IJRetina) - INAVRS
Publisher : Indonesian Vitreoretinal Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35479/ijretina.2022.vol005.iss001.172

Abstract

Introduction: Determine the prevalence and associated factors of diabetic retinopathy (DR) among people with type 2 diabetes. Design: Cross-sectional study Methods: We obtained data of people with type 2 diabetes retrospectively from a community-based DR screening database in Greater Bandung, Indonesia. We encoded the two fields mydriatic 45-degree fundus images to estimate prevalence. The associated factors analysis used multivariate logistic regression. Results: We screened a total of 4,251 people with type 2 diabetes from January 2016 to December 2019. The overall age-standardised prevalence of any DR was 30.7% (95% CI: 28.7%-32.8%) and vision-threatening DR 7.6% (95% CI: 6.5%-9.0%). The following factors were associated with a higher prevalence of any DR: ages 50+ (OR:1.37; 95% CI:1.05-1.77), duration of diabetes five to ten years (OR:1.38; 95% CI:1.11-1.71) and more than ten years (OR:1.40; 95% CI:1.13-1.73), and postprandial blood glucose 200 mg/dl and higher (OR:1.27; 95% CI:1.03-1.52). The following factors were associated with a higher prevalence of vision-threatening DR: duration of diabetes five to ten years (OR:2.01; 95% CI:1.39-2.91) and more than ten years (OR:1.86; 95% CI:1.28-2.71), postprandial blood glucose 200 mg/dl or higher (OR:1.52; 95% CI:1.05-2.21) and systolic blood pressure 180 mmHg or higher (OR:2.67; 95% CI:1.16-6.17). Conclusion: Diabetic retinopathy is prevalent among people with type 2 diabetes. People with diabetes should regulate their blood glucose and blood pressure to prevent retinopathy related vision loss.