Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan : Peningkatan Kapasitas Posyandu dalam Perspektif Pelayanan Publik Pada Posyandu di Kelurahan Anduonoho Kecamatan Poasia Nashar, Abdul; Jawiah, ST; Lebang, Nonia Sakka
Sultra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Sultra Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sjpm.v1i2.719

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat adalah dalam rangka pengembangan kelembagaan Posyandu, dan peningkatan mutu pelayanan Posyandu. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dengan menggunakan pendekatan komunikasi : sesi presentasi, dan dan sesi tanya-jawab, dan sesi diskusi terpumpun/FGD. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini menunjukkan tercapainya persamaan persepsi bahwa peningkatan kapasitas Posyandu sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat,. Pengembangan kapasitas ini mencakup pelatihan bagi kader Posyandu, penyediaan fasilitas yang memadai, serta peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya layanan Posyandu dalam menunjang kesehatan keluarga. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait juga menjadi kunci keberhasilan dalam mengoptimalkan pelayanan Posyandu untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan yang lebih baik.
Coordination Of BPBD and PUPR in Disaster Management in Baubau City Hadmar, Ahmad Muhardin; Lebang, Nonia Sakka; Madamang, Irwan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1595

Abstract

Penanggulangan bencana merupakan aspek krusial dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Kota Baubau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Baubau, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus kualitatif, dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumenter terkait kebijakan penanggulangan bencana dan implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi antara BPBD dan PUPR telah berjalan dengan baik, terencana, dan terpadu, serta didukung oleh pertukaran informasi secara berkala yang menjadi landasan utama. Kolaborasi informal mempercepat respons di lapangan, sedangkan kolaborasi formal memperkuat akuntabilitas dan keberlanjutan program mitigasi dan rehabilitasi bencana. Koordinasi yang berhasil dipengaruhi oleh komunikasi yang efektif, kepemimpinan yang visioner, regulasi yang jelas, sumber daya manusia yang kompeten, dan anggaran yang memadai. Sinergi antara BPBD dan PUPR terbukti krusial dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons bencana di Kota Baubau. Penguatan komunikasi, kapasitas sumber daya manusia, regulasi, dan pendanaan direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi penanggulangan bencana di masa mendatang.
Labuan Bajo Tourism Development Efforts: A Case Study Of The 42nd Asean Summit Lebang, Nonia Sakka; Hadmar, Ahmad Muhardin
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1886

Abstract

Labuan Bajo adalah tujuan wisata terkenal di mancanegara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan destinasi wisata di Labuan Bajo melalui KTT ASEAN ke-42. Metode yang digunakan adalah analisis jaringan kata kunci untuk membagi subtopik terkait ASEAN di database Scopus dan pendekatan Qualitative Data Analysis Software (QDAS) pada Vosviewer untuk menganalisis data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Labuan Bajo memiliki potensi wisata yang sangat baik melalui gugusan pulau-pulau kecil, pantai yang eksotik, perairan yang jernih, dan keanekaragaman hayati di sekitar Taman Nasional Komodo. Program pengembangan destinasi wisata meliputi peningkatan kapasitas desa wisata, pengembangan homestay, infrastruktur pendukung, dan pengelolaan destinasi berkelanjutan. Dengan pengembangan destinasi yang terencana dan berkelanjutan, Labuan Bajo dapat menjadi destinasi wisata yang berkualitas, menarik wisatawan dan memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang positif. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.