Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa Untuk Pembuatan Arang Berkualitas di Kabupaten Konawe Selatan Hadmar, Ahmad Muhardin; Madamang, Irwan
Sultra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Sultra Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sjpm.v2i1.1261

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam mengelola limbah tempurung kelapa menjadi produk bernilai jual melalui pendekatan partisipatif dan prinsip good governance. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan pengetahuan tentang proses karbonisasi, belum adanya standarisasi mutu produk, minimnya sarana pendukung, serta lemahnya dukungan kelembagaan. Kegiatan ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan identifikasi masalah, edukasi potensi ekonomi, pelatihan teknis produksi arang, penguatan kolaborasi dan kelembagaan, serta evaluasi partisipatif. Analisis SWOT diterapkan untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan usaha arang tempurung kelapa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan teknis masyarakat dalam menghasilkan arang berkualitas melalui metode karbonisasi sederhana, peningkatan literasi ekonomi, serta tumbuhnya kesadaran kolektif untuk membentuk kelembagaan usaha bersama. Kolaborasi multipihak antara pemerintah, petani, pengusaha lokal, dan investor terbukti penting dalam memperkuat tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Evaluasi partisipatif menunjukkan masyarakat berperan aktif dalam menilai keberhasilan program, meskipun masih terdapat tantangan berupa keterbatasan sarana produksi dan lemahnya koordinasi lintas sektor. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif berbasis analisis SWOT dan prinsip good governance efektif menjembatani kesenjangan antara potensi sumber daya alam dan pemanfaatannya, serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal untuk mendukung peningkatan ekonomi berkelanjutan di Desa Mondoe Jaya, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan.
Membangun Generasi Islami Melalui Festival Ramadhan Berseri Vol.4 di Masjid Agung Syekh Abdul Gani Kabupaten Bantaeng Zaenuddin, Nurhikmah; Qurani, Nurul; Zaenuddin, Ksatriawan; Madamang, Irwan
SENTRA DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Arlisaka Madani Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59823/dedikasi.v3i2.85

Abstract

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki potensi strategis sebagai pusat pembinaan karakter generasi muda. Festival Ramadhan Berseri Vol. 4 yang dilaksanakan di Masjid Agung Syekh Abdul Gani Kabupaten Bantaeng merupakan upaya konkret dalam membangun generasi Islami melalui pendekatan partisipatif-edukatif. Kegiatan ini dirancang sebagai respons terhadap meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak dan perilaku menyimpang remaja. Program ini melibatkan remaja masjid dan masyarakat dalam berbagai lomba religius, seperti dai/dai’ah, hafalan Juz Amma hingga 5 Juz, dan kaligrafi. Proses pelaksanaannya melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan, dan eksekusi dengan dukungan dana dari kas masjid, sumbangan masyarakat, dan sponsor. Antusiasme tinggi dari peserta dan masyarakat menunjukkan bahwa program ini berhasil menjadi ruang pembinaan nilai-nilai Islami, memperkuat identitas keagamaan, serta mengalihkan anak-anak dari aktivitas negatif. Hasil ini menegaskan kembali fungsi masjid sebagai ruang kolektif yang mendidik dan memberdayakan generasi muda secara spiritual, sosial, dan kultural.
Evaluation of Village Fund Utilization for Development in Akuni Village, Tinanggea, South Konawe Madamang, Irwan; Nawawi, Juanda; Syamsu, Suhardiman; Zaenuddin, Ksatriawan
Jurnal Ilmu Manajemen Profitability Vol. 9 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/profitability.v9i1.14831

Abstract

Village development plays a crucial role in enhancing community welfare in Indonesia, with the Village Fund serving as a key financial instrument under Law No. 6/2014. This study evaluates the effectiveness of Village Fund utilization in physical development projects in Akuni Village, South Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province. Adopting a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with village officials and community representatives, as well as document analysis. The evaluation framework is based on six key indicators: effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and accuracy. The findings indicate that while physical infrastructure development in Akuni Village has shown significant progress, challenges persist in fund allocation flexibility, budget adequacy, and bureaucratic constraints, leading to delays in some projects. Additionally, limited community participation in decision-making has affected the alignment of development priorities with local needs. To enhance the impact of the Village Fund, this study recommends strengthening transparency, optimizing budget planning, and fostering greater community engagement. These insights provide valuable guidance for policymakers and village administrators in designing more efficient and sustainable rural development strategies.
Analysis of E-Government Implementation as an Effort to Reduce Corruption in Indonesia Hadmar, Ahmad Muhardin; Madamang, Irwan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1593

Abstract

This research aims to analyze the impact of implementing e-government on reducing corruption in Indonesia. Analysis was carried out using qualitative methods through a narrative observation process. Research data was collected from various trusted sources, such as the E-Government Development Index (EGDI), Transparency International (TI), and Worldwide Governance Indicator (WGI). The analysis revealed three main indicators, namely e-government development, government effectiveness, and anti-corruption education. The research results show that there is minimal impact of e-government in preventing corruption in Indonesia. Based on EGDI data, in 2022 Indonesia's ranking will increase significantly to reach the 77th position. However, Indonesia Corruption Watch (ICW) noted a decline in investigations into corruption cases. This occurred as a result of the revision of Law Number 19 of 2019 which had an impact on the independence of the Corruption Eradication Commission (KPK). Additionally, TI noted a drastic decline in perceptions of corruption in Indonesia, while WGI data showed a decline in the effectiveness of public sector officials. In this context, anti-corruption education through e-learning programs is a crucial factor in building community integrity. This study emphasizes the importance of evaluating anti-corruption policies, the independence of the KPK, and e-learning-based anti-corruption education in Indonesia.
Coordination Of BPBD and PUPR in Disaster Management in Baubau City Hadmar, Ahmad Muhardin; Lebang, Nonia Sakka; Madamang, Irwan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1595

Abstract

Penanggulangan bencana merupakan aspek krusial dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Kota Baubau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Baubau, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus kualitatif, dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumenter terkait kebijakan penanggulangan bencana dan implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi antara BPBD dan PUPR telah berjalan dengan baik, terencana, dan terpadu, serta didukung oleh pertukaran informasi secara berkala yang menjadi landasan utama. Kolaborasi informal mempercepat respons di lapangan, sedangkan kolaborasi formal memperkuat akuntabilitas dan keberlanjutan program mitigasi dan rehabilitasi bencana. Koordinasi yang berhasil dipengaruhi oleh komunikasi yang efektif, kepemimpinan yang visioner, regulasi yang jelas, sumber daya manusia yang kompeten, dan anggaran yang memadai. Sinergi antara BPBD dan PUPR terbukti krusial dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons bencana di Kota Baubau. Penguatan komunikasi, kapasitas sumber daya manusia, regulasi, dan pendanaan direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi penanggulangan bencana di masa mendatang.
Dampak Teknologi Digital dan Media Sosial terhadap Demokrasi Madamang, Irwan; Hadmar, Ahmad Muhardin
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1600

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak teknologi digital dan media sosial terhadap demokrasi, dengan menggunakan teknik literatur review, hasil penelitian bahwa Kemajuan teknologi digital telah memperkuat partisipasi politik di Indonesia, memungkinkan warga negara untuk terlibat lebih aktif dalam proses politik melalui internet dan media sosial. Namun, tantangan muncul dalam mengelola informasi yang tersebar luas dan memastikan literasi digital yang baik di antara masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil sangat penting untuk meningkatkan literasi digital dan memastikan partisipasi politik yang sehat dan berdampak positif di era digital ini. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya memainkan peran kunci dalam memperkuat partisipasi masyarakat melalui teknologi dan media sosial dalam proses demokrasi di Indonesia. Dengan bekerja sama, mereka dapat mengembangkan kebijakan yang mendukung, mengatur dan mengawasi penggunaan teknologi, serta meningkatkan literasi media dan kesadaran publik. Kolaborasi ini juga memungkinkan advokasi bersama dalam mengatasi konten negatif dan mempromosikan partisipasi yang sehat. Melalui upaya bersama ini, diharapkan manfaat teknologi dan media sosial dalam demokrasi dapat dioptimalkan sambil mengatasi dampak