Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dimensi Kesadaran dan Perilaku Pekerja Terhadap Penghematan Energi di Kantor Alfikhairina Jamil; Hanson E. Kusuma; Angela Upitya Paramitasari
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 10 No. 3 (2021): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.373 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v10i03.60

Abstract

Penelitian mengenai penghematan energi selama ini masih terfokus kepada penghematan yang dilakukan pada tingkat rumah tangga. Namun, faktanya adalah, bangunan komersil, terutama bangunan perkantoran adalah salah satu pengguna energi terbesar di dunia. Oleh sebab itu, permasalahan mengenai penghematan energi di kantor seharusnya lebih diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dimensi kesadaran dan perilaku yang berhubungan dengan penghematan energi di kantor. Hasil dari dimensi ini juga bertujuan untuk dijadikan landasan apabila sebuah bangunan ingin menerapkan intervensi untuk membantu mengurangi penggunaan energi. Pada penelitian ini, dibahas mengenai dimensi kesadaran dan perilaku pekerja terhadap penghematan energi di kantor. Kesadaran pada penelitian ini lebih merujuk kepada motivasi dan alasan seseorang mengapa melakukan atau tidak melakukan kegiatan penghematan energi, dan perilaku adalah hal yang dilakukan dan dibutuhkan yang berkaitan dengan penghematan energi itu sendiri. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner daring dengan metode non-random sampling dengan teknik snow-ball. Analisis data pada pendekatan ini menggunakan analisis komponen prinsip dan analisis faktor. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada 10 kelompok kesadaran, yaitu ‘Sadar akan Penghematan’, ‘Pencegah’, ‘Perbaikan lingkungan’, ‘Penghematan di rumah’,’ Keuangan’, ‘Penghematan di kantor’, ‘Moral’, ‘Sumber dana dan biaya’, ‘Sumber energi’, dan ‘Kewajiban’. Sedangkan pada kelompok perilaku ada lima kelompok, yaitu ‘Konektivitas’, ‘Kebutuhan listrik’, ‘Ketergantungan energi’, ‘Kebutuhan energi’, dan ‘Alat elektronik’.
Faktor yang Mempengaruhi Kelompok Usia Muda Mengunjungi Kafe Selama Pandemi Covid-19 Meilinda Helza Putri; Hanson E. Kusuma; Allis Nurdini
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 4 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i4.02

Abstract

Kelompok usia muda mengalami perubahan pola aktivitas di luar rumah sejak adanya pandemi Covid-19, salah satunya adalah aktivitas mengunjungi kafe. Pertimbangan terhadap kafe yang akan dikunjungi pun dipertimbangkan demi memenuhi kebutuhan ruang mereka saat berada di dalamnya. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap penelitian, pada tahap pertama menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner daring yang bersifat terbuka (open-ended) dan pemilihan sampel dilakukan secara bebas (non-random sampling), dengan hasil yang didapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang merupakan preferensi kelompok usia muda saat hendak mengunjungi kafe selama pandemi Covid-19, dan digunakan sebagai variabel penelitian kedua. Tahap kedua dilakukan dengan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis distribusi, faktor analisis, dan korelasi multivariat, Hasil analisis pada penelitian ini didapatkan bahwa kebutuhan ruang kelompok usia muda terhadap kafe selama pandemi Covid-19 dipengaruhi oleh kategori fisik dan kategori kegiatan. Aspek yang berpengaruh terhadap kategori fisik adalah aspek ruang dan aspek yang berpengaruh terhadap kategori kegiatan merupakan aspek perilaku.
Korespondensi antara Tingkat Produktivitas dan Aspek Arsitektural pada Tempat Kerja Produktif Karima, Miftahul; Hanson E. Kusuma; R. D. Aprilian
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i3.176

Abstract

Salah satu tugas arsitekt adalah menciptakan ruang yang memiliki fungsi. Pada praktiknya sebuah ruang dapat memiliki multi-fungsi. Studi menunjukkan adanya fenomena multi fungsi pada ruang di setiap negara di dunia. Contohnya ruang tamu selain berfungsi sebagai untuk menjamu tamu, juga bisa digunakan untuk fungsi lain oleh anggota keluarga ketika tamu tidak ada. Pada masa kini, bekerja pun dapat dilakukan di mana saja. Tidak eksklusif hanya dapat dilakukan di perpustakaan, sekolah, ataupun kantor, tapi bisa juga di coffee shop yang sekarang dirancang dengan fasilitas tempat makan dan bekerja. Seseorang dapat memilih untuk bekerja di mana saja sesuai dengan preferensi mereka masing-masing. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji tempat kerja produktif masyarakat, serta alasan yang mempengaruhi tingkat produktivitasnya. Tempat kerja produktif merujuk pada tempat di mana seseorang dapat menjadi produktif, artinya tidak mesti harus di kantor, tapi dapat di mana saja. Penelitian dilakukan dengan pendekatan Grounded Theory, metode pengumpulan data kuisioner daring, serta metode analisis data dan analisis isi. Hasil penelitian menyatakan bahwa (a) kenyamanan, (b) ketenangan, dan (c) fasilitas lengkap yang tersedia menjadi aspek paling tinggi dalam mempengaruhi tingkat produktivitas. Ketiga hal tersebut merupakan aspek-aspek tertinggi yang dapat diintervensi arsitek dalam upaya menciptakan ruang yang dapat merangsang produktivitas pengguna.