Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Types And Products Of Islamic Education Policy In Indonesia: Penelitian Dwi Eka Ahariani; Darwis Hude; Ahmad Zain Sarnoto; Made Saihu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1954

Abstract

Kebijakan pendidikan Islam di Indonesia menjadi sangat relevan dalam konteks pembangunan masyarakat yang berkarakter dan beradab. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi latar belakang munculnya kebijakan pendidikan Islam, menganalisis jenis-jenis kebijakan yang diterapkan, serta mengevaluasi produk-produk yang dihasilkan dari kebijakan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang menggabungkan analisis literatur dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam berkembang melalui beberapa fase sejarah, dimulai dari pengenalan Islam ke Nusantara hingga era pascareformasi, yang mencerminkan tanggapan terhadap kebutuhan masyarakat yang dinamis terhadap pendidikan berkualitas. Jenis kebijakan yang teridentifikasi meliputi pengembangan kurikulum, peningkatan sumber daya manusia, serta pengakuan terhadap lembaga pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional. Meskipun kebijakan tersebut telah menghasilkan lulusan yang berkualitas dan peningkatan akses pendidikan, tantangan signifikan seperti kurangnya dukungan anggaran dan infrastruktur masih ada. Temuan ini memberikan rekomendasi bagi pengambil kebijakan untuk meningkatkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat demi keberhasilan pendidikan Islam yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Pembinaan Guru Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa di SMP Utama YBM PLN P2B TJBB Gandul Cinere Depok Jawa Barat: Penelitian Febrifatini; Darwis Hude; Akhmad Shunhaji
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3290

Abstract

This study aims to obtain empirical understanding of the influence of parenting styles and teacher guidance on students’ emotional intelligence. The research problem arises from the crucial role of both family and school in shaping students’ emotional intelligence during early adolescence. This study employed a quantitative approach using the Product Moment correlation technique and multiple linear regression analysis, accompanied by descriptive analysis of questionnaire data distributed to students of SMP Utama YBM PLN P2B TJBB Gandul, Cinere, Depok. The findings revealed that (1) there is a positive and significant influence of parenting style on students’ emotional intelligence, with a t value of 7.733 > 1.989 and a significance level of 0.001 < 0.05, contributing 41.6%; (2) there is a positive and significant influence of teacher guidance on students’ emotional intelligence, with a t value of 6.793 > 1.989 and a significance level of 0.001 < 0.05, contributing 35.5%; and (3) there is a positive and significant simultaneous influence of parenting style and teacher guidance on students’ emotional intelligence, indicated by an F value of 36.851 > 3.110 and a significance level of 0.000 < 0.05. Developing students' emotional intelligence requires collaboration between family parenting patterns and teacher training/mentoring at school.
Negotiating Legal Pluralism: Syncretism of Islamic Law and Balinese Adat in Pegayaman Village Irawan; Zayadi; Saihu, Made; Darwis Hude; Nasaruddin Umar
El-Mashlahah Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic Institute (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/el-mashlahah.v15i1.9072

Abstract

Pegayaman, the sole Muslim village in Bali surrounded by Hindu communities, offers a unique context for exploring the interaction between Islamic law and local Hindu cultural traditions. The study examined how Islamic law is negotiated and practiced in the context of Hindu cultural dominance. Using an empirical legal research framework with a socio-legal approach, data were collected through field observations and in-depth interviews with Muslim traditional leaders, religious figures, residents, and migrants. The findings indicated that syncretic practices in Pegayaman do not undermine the Islamic creed (‘aqidah) but rather reflect a process of internalizing and negotiating Islamic values within the local cultural context. Rooted in the base meme philosophy emphasizing cultural heritage, tolerance, and social harmony, these practices manifested in religious celebrations and social rituals. From an Islamic legal perspective, such adaptations may be regarded as ‘urf sahih provided they do not conflict with Sharia principles. Thus, the study highlighted the significance of contextualizing Islamic law in pluralistic societies, demonstrating that cultural accommodation need not imply theological compromise.
Metode Profetik dalam Pendidikan Karakter Kepemimpinan Perspektif Al-Qur’an zakiyamani, zakiyamani; Darwis Hude; Muhammad Hariyadi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4443

Abstract

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter kepemimpinan dalam perspektif Al-Qur’an dapat dikembangkan melalui metode profetik yang berakar pada keteladanan dan nilai-nilai pendidikan Nabi Muhammad Saw. Metode profetik tersebut menekankan integrasi dimensi spiritual, moral, dan praksis dalam pembentukan karakter kepemimpinan, khususnya nilai kejujuran (shiddīq), amanah, kemampuan komunikasi (tablīgh), dan kecerdasan (fathānah). Penerapan metode ini terbukti efektif dalam melahirkan pemimpin Islami yang berpegang pada ajaran Islam, mampu menjadi teladan, bertanggung jawab dalam menjalankan amanah kepemimpinan, bersikap adil, serta memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan pengikutnya. Temuan penting lainnya mengungkap keberhasilan Nabi Muhammad Saw sebagai figur pemimpin paling berpengaruh sekaligus pendidik yang berhasil mencetak generasi sahabat dengan karakter kepemimpinan unggul. Kesimpulan tersebut diperoleh melalui kajian mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung isyarat metode profetik dan pendidikan karakter kepemimpinan, yang dianalisis secara komprehensif menggunakan pendekatan tafsir tematik. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji pola interaksi dan strategi pendidikan Nabi Muhammad Saw dalam membina para sahabat yang berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter dan pengembangan kapasitas kepemimpinan mereka. Secara teoretis, penelitian ini sejalan dengan pandangan Warren Bennis yang menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan hasil proses pendidikan, serta sejalan dengan pemikiran Muhammad Akrom Al-‘Adlūni dan Ronny Siagian yang menyatakan bahwa karakter kepemimpinan dapat ditanamkan dan dikembangkan melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan. Namun demikian, temuan penelitian ini berbeda dengan pandangan Thomas Carlyle dan William James yang menganggap kepemimpinan sebagai sifat bawaan sejak lahir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan tahapan analisis deskriptif, analisis isi, dan penarikan kesimpulan. Metode penafsiran yang digunakan adalah tafsir tematik (maudhū‘ī) dengan pendekatan historis terhadap kehidupan dan kepemimpinan Nabi Muhammad Saw.