Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas tinggi serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Namun, keberadaannya sering terancam oleh aktivitas manusia dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis lamun serta mendeskripsikan kondisi padang lamun berdasarkan komposisi, kerapatan, dan tutupan di pesisir Pantai Mafututu, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan. Kajian pustaka menunjukkan bahwa kesehatan padang lamun dapat dinilai melalui parameter ekologi dan lingkungan, seperti suhu, salinitas, pH, arus, dan substrat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling pada dua stasiun penelitian, menggunakan transek garis dan kuadrat 1x1 m untuk pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh jenis lamun di lokasi penelitian, yaitu Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis, Halodule pinifolia, dan Thalassodendron ciliatum. Pada stasiun I, kerapatan tertinggi dengan jenis lamun Cymodocea rotundata dan terrendah dengan jenis lamun Halophila ovalis. Sedangkan pada stasiun II dengan jenis lamun Cymodocea rotundata dan terrendah dengan jenis lamun Halodule pinifolia. Parameter lingkungan yang terukur, meliputi suhu 24–25°C, salinitas 28–31‰, pH 5–7, serta kecepatan arus 0,8-0,10 m/s, masuk dalam kategori lambat dan sangat lambat, berada pada kisaran mendukung pertumbuhan lamun. Dengan demikian, kondisi padang lamun di pesisir Pantai Mafututu tergolong “baik” dengan status “kaya sehat”, sehingga masih berperan optimal dalam mendukung ekosistem pesisir. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pengelolaan dan konservasi berkelanjutan ekosistem lamun.
Copyrights © 2025