Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : Matriks Teknik Sipil

KAJIAN KUAT DESAK BETON MUTU TINGGI DENGAN BAHAN TAMBAH METAKAOLIN MENGGUNAKAN ANALISIS MIKROSTRUKTUR Wibowo Wibowo; Antonius Mediyanto; Rizki Syahrani Putri
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.061 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38473

Abstract

Pembangunan yang semakin meningkat menjadikan inovasi baru pada beton untuk meningkatkan kualitas dan mutu beton. Inovasi ini dapat diterapkan dalam bentuk metode perancangan maupun inovasi pada material yang digunakan. Beton mutu tinggi adalah beton yang mempunyai kekuatan diatas 41,4 MPa (SNI 03-6468-2000). Beton dengan kuat desak yang tinggi memerlukan lebih banyak pengikat (binder) di dalamnya. Penambahan metakaolin pada campuran beton dapat meningkatkan kualitas pengikat (binder) pada beton. Metakaolin berasal dari tanah liat yang dibakar pada suhu 500-900 o c, dan telah melalui proses kalsinasi. Metakaolin mampu meningkatkan kerapatan susunan mikrostruktur pada beton dehingga tingkat porositas menjadi rendah. Penelitian ini mengkaji nilai kuat desak beton mutu tinggi dengan penambahan metakaolin 12,5% melalui analisis mikrostruktur dengan metode surface area analysis (SAA). Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 7,14,21, dan 28 hari menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM). Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 75 mm dan tinggi 150 mm. Berdasarkan hasil pengujian nilai kuat desak beton dengan bahan tambah metakaolin mengalami peningkatan sebesar 16,27% terhadap beton tanpa bahan tambah. Hal ini diikuti dengan nilai volume pori yang terus menurun sejalan dengan bertambah nya umur beton dengan persentase penurunan 3,44 % pada umur 7 hari; 3,57% pada umur 14 hari; 8,33 % pada umur 21 hari dan 13,63 % pada umur 28 hari.
KAJIAN KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU WULUNG TAKIKAN TIPE V DENGAN JARAK TAKIKAN 4 CM DAN 5 CM Muhammad Irsyad Aji Sutrasno; Agus Setiya Budi; Wibowo Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.345 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37408

Abstract

Beton bertulang baja merupakan bahan konstruksi yang sering digunakan pada struktur bangunan, dimana kuat tekan pada beton dan kuat tarik pada baja merupakan kombinasi yang saling melengkapi. Namun demikian, baja merupakan produk hasil tambang yang tidak dapat diperbaharui dan suatu saat akan habis. Untuk mengatasi kendala tersebut, sebagai alternatif pengganti tulangan baja, maka dimanfaatkanlah bambu, dimana bambu merupakan produk alam yang renewable, diperoleh dengan mudah, murah, dan memiliki kuat tarik yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kapasitas lentur balok bertulangan bambu wulung, dengan membuat balok benda uji sebanyak 12 buah dengan ukuran 11 cm x 15 cm x 170 cm. Tiga balok benda uji pertama ditanam tulangan bambu wulung takikan tipe V dengan jarak takikan 4 cm dan 5 cm untuk 3 balok selanjutnya, selanjutnya tiga balok benda uji ditanam tulangan baja baja ø 8 mm dan tiga balok benda uji tanpa tulangan. Pengujian dilakukan pada umur beton 28 hari dengan memberikan dua titik beban terpusat pada jarak 1/3 bentang balok dari tumpuan. Berdasarkan analisis dan hasil pengujian dapat diambil kesimpulan, kapasitas lentur hasil pengujian pada benda uji balok bertulangan bambu wulung takikan tipe V dengan jarak takikan 4 cm, 5 cm, dan baja ø 8 mm secara berturut-turut didapat rerata senilai 0,374 tonm, 0,341 tonm dan 0,516 tonm. Kapasitas lentur berdasarkan analisis pada benda uji balok bertulangan bambu wulung takikan tipe V pada kuat tarik internodia, nodia dan baja ø 8 mm secara berturut-turut didapat senilai 0,454 tonm, 0,378 tonm dan 0,505 tonm. Rasio kapasitas lentur hasil pengujian balok bertulangan baja ø 8 mm dengan balok bertulangan bambu wulung takikan 4 cm senilai 1,379, sedangkan dengan balok bertulangan bambu wulung takikan 5 cm senilai 1,514. Rasio kapasitas lentur hasil pengujian dengan hasil analisis untuk balok bertulangan bambu wulung takikan tipe V jarak takikan 4 cm dan 5 cm senilai 0,824 dan 0,750 pada kuat tarik internodia, dan pada kuat tarik nodia untuk balok bertulangan bambu wulung takikan tipe V jarak takikan 4 cm dan 5 cm senilai 0,990 dan 0,902, sedangkan pada balok bertulangan baja ø 8 mm senilai 1,023. Karena hasil analisis lebih besar, maka kuat tarik leleh nodia bambu wulung direduksi sebesar 10,6 % untuk menyeimbangkan dengan hasil pengujian.
KAJIAN KUAT TARIK LANGSUNG DAN KUAT LEKAT PADA BETON MUTU TINGGI MEMADAT MANDIRI DENGAN VARIASI KADAR METAKAOLIN Wibowo Wibowo; Sunarmasto Sunarmasto; Huesca Rashad
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38486

Abstract

Kualitas beton mutu tinggi memadat mandiri terus meningkat dengan berbagai inovasi, termasuk dengan penambahan bahan tambah yang bersifat pozolan pada campuran beton termasuk bahan tambah pozolan yang digunakan pada penelitian ini yakni metakaolin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan metakaolin terhadap parameter SCC, nilai kuat tarik langsung, dan kuat lekat beton HSSCC. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pengujian workability pada penelitian ini meliputi uji slump flow untuk mengukur filling ability, uji V-funnel untuk mengukur passing ability, dan uji L-box untuk mengukur segregation resistance. Pengujian kuat tarik langsung, dan kuat lekat dilakukan dengan menggunakan Universal Testing Machine dengan menahan dan menarik benda uji mencapai beban maksimum. Penelitian ini menunjukkan bahwa metakaolin menurunkan workability beton segar, namun nilai dari pengujian beton ini masih memenuhi standar beton memadat mandiri. Baik kuat tarik langsung maupun kuat lekat beton mengalami penurunan seiring penambahan kadar metakaolin dengan nilai terendah pada beton dengan kadar metakaolin 22,5%.
KAJIAN PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN BAHAN ACCELERATOR TERHADAP PARAMETER BETON MEMADAT MANDIRI DAN KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI Yuda Fadillah; Wibowo Wibowo; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.249 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36922

Abstract

Adanya perkembangan pembangunan infrastruktur yang semakin pesat seperti saat ini, menuntut pemakaian beton menggunakan bahan-bahan yang bermutu tinggi, mudah pengerjaannya, juga cepat dalam proses pengeringan serta mencukupi kebutuhan dalam proses konstruksi bangunan. Karena itu, dengan adanya beton high strength self compacting concrete (HSSCC) dapat membantu pembangunan infrastruksur seperti saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan dosis accelerator sebanyak 2%, 1,2% dan 0,4% terhadap parameter self compacting concrete (SCC) yang terdiri dari filling ability, passingability, dan segregation resistance serta uji kuat tekan beton. Penelitian ini menggunakan 3 buah sampel untuk masing-masing kadar accelerator, dimana sampel benda uji dibuat dalam bentuk silinder berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan umur pengujian 14 dan 28 hari. Perancangan campuran (mix design) menggunakan metode EFNARC , Pembuatan, perawatan dan pengujian benda uji dilakukan berdasarkan standar ASTM. Hasil penelitian menunjukkan, untuk kadar accelerator 0,4% memberikan nilai optimum dalam segi pengujian parameter self compacting concrete (SCC) sedangkan untuk pengujian kuat tekan terbesar dihasilkan oleh kadar accelerator sebanyak 2% dengan kuat tekan sebesar 46,68 MPa diumur 14 hari dan 53,66 MPa diumur 28 hari. Hal ini disebabkan oleh kadar accelerator yang cukup banyak sehingga mempengaruhi kuat tekan , sedangkan untuk parameter self compacting concrete (SCC) mendapatkan nilai yang minimum karena pengaruh setting time yang singkat.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT POLYETHYLENE PADA BETON RINGAN DENGAN TEKNOLOGI FOAM TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS Muhammad Afaza Muttaqin; Purnawan Gunawan; Wibowo Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.541 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37354

Abstract

Setiap struktur bangunan yang menggunakan beton, berat beton merupakan bagian terbesar dari beban struktur, hal ini dikarenakan berat jenis beton yang sangat tinggi berkisar antara 2400 kg/m³. Untuk mengatasi hal tersebut maka dibuatlah beton ringan yang memiliki berat jenis yang lebih rendah rendah dibandingkan dengan berat jenis beton normal yaitu antara 400-1900kg/m³. Satu diantaranya adalah pembuatan beton ringan dengan teknologi foam. Beton ringan foam dibuat dengan menambahkan foam agent yang terdiri dari spectafoam, harder mild, dan polymer kedalam campuran mortar. Dewasa ini, pemakaian beton ringan masih ditujukan pada beton non struktural saja karena pada umumnya beton ringan mempunyai kekuatan dibawah beton struktural yang mempuyai kuat tekan minimal 17,5 MPa. Solusi untuk meningkatkan kekuatan beton ringan foam ini adalah dengan menambahkan serat kedalam adukan berupa serat polyethylene. Metode yang digunakan adalah pengamatan secara eksperimental dan kemudian dilakukan analisis secara teoritis untuk mendukung kesimpulan akhirnya. Benda uji berupa silinder 15cm x30cm untuk pengujian modulus elastisitas, kuat tekan, dan kuat tarik belah. Alat yang digunakan untuk pengujian adalahCTM (Compression Testing Machine). Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton ringan foam setelah ditambah serat polyethylene pada kadar 0,5% dari berat volume. Penambahan kadar seratsebesar 0,5% menghasilkan peningkatan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas berturut-turut sebesar 48,24%; 28,91%; dan 44,85% dibandingkan dengan beton ringan foam tanpa serat.
KAJIAN PENGARUH VARIASI KOMPOSISI METAKAOLIN TERHADAP PARAMETER BETON MEMADAT MANDIRI DAN KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI Emir Ahmad Dharmawan; Wibowo Wibowo; Antonius Mediyanto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36742

Abstract

Emir Ahmad Dharmawan, 2017. Kajian Pengaruh Variasi Komposisi Metakaolin Terhadap Parameter Beton Memadat Mandiri Dan Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi. Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Beton mutu tinggi memadat mandiri adalah salah satu inovasi beton yang memiliki standar kualitas yang tinggi. Beton jenis ini memiliki kuat tekan yang tinggi dan dapat memadat tanpa bantuan alat. Metakaolin (MK) digunakan sebagai bahan pengganti semen untuk meningkatkan kualitas beton tersebut dan mengurangi kelemahannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dan parameter yang dikaji adalah waktu ikat, fillingability, passingability, segregation resistance, dan kuat tekan beton. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm berjumlah 30 buah. Berdasarkan hasil penelitian, MK meningkatkan kuat tekan beton secara linier. Metakaolin memperlambat waktu ikat semen dan menurunkan kuat tekan awal beton umur 14 hari. Semakin banyak MK yang digunakan, workabilitas semakin menurun. Hanya penambahan metakaolin dengan kadar 5%, 7,5%, dan 10% yang memenuhi parameter fillingability dan passingability berdasarkan EFNARC 2002.
PENGARUH KADAR RICE HUSK ASH TERHADAP KUAT TEKAN PADA HIGH STRENGTH SELF COMPACTING CONCRETE (HSSCC) BENDA UJI SILINDER 7,5 CM X 15 CM USIA 14 DAN 28 HARI. Brilyan Gusmi Auliyaa Robbani; Wibowo Wibowo; Endah Safitri
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.029 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i1.36524

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, semakin banyak pula pembangunan infrastruktur di dunia. Pada era teknologi sekarang ini, muncul berbagai inovasi untuk memodifikasi beton. High strength self compacting concrete (HS-SCC) atau beton mutu tinggi memadat mandiri merupakan salah satu inovasi dalam pembuatan beton. Di Indonesia sendiri saat ini sedang banyak melakukan penelitian mengenai pengadaan bahan alternatif sebagai pencampur atau pengganti semen pada beton SCC. Bahan tambah kimia yang digunakan berupa superplasticizer yang berguna untuk memudahkan dalam pengerjaan beton (workabilityx), sedangkan bahan tambah mineral yang digunakan adalah rice husk ash (abu sekam padi). Abu sekam padi berfungsi untuk meningkatkan kuat tekan beton karena bersifat pozzolannik dan mengandung unsur silika tinggi.Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan variasi komposisi rice husk ash pada beton mutu tinggi memadat mandiri. Dalam penelitian ini kandungan SiO2 (silika) pada abu sekam padi sebesar 84,91% dan kadar variasi abu sekam padi yang digunakan sebesar 0%, 5%, 7,5%, 10% dan 12,5% terhadap berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder berukuran 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Pengujian yang dilakukan terhadap parameter self compacting concrete yaitu fillingability, passingability dan segregation resistance serta pengujian kuat tekan beton pada umur 14 dan 28 hari dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM).Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan kadar variasi 5% dan 7,5% abu sekam padi memberikan hasil yang baik untuk pengujian terhadap parameter self compacting concrete dan kuat tekan optimum pada beton umur 14 hari adalah 29,72 MPa pada kadar abu sekam padi 9,33%, sedangkan kuat tekan optimum pada beton umur 28 hari adalah 51,09 MPa pada kadar abu sekam padi 8,88%.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SENG PADA BETON RINGAN DENGAN TEKNOLOGI FOAM TERHADAP KUAT LENTUR,TOUGHNESS, DAN STIFFNESS Rezha Renata; Purnawan Gunawan; Wibowo Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37390

Abstract

Berat jenis beton yang tinggi yaitu berkisar antara 2400 kg/m³, akan berpengaruh terhadap pembebanan struktur. Salah satu cara untuk mengatasinya dibuat beton ringan, dengan menambahkan foam agent (cairanbusa) kedalam campuran beton. Untuk meningkatkan kuat lentur, toughness dan stiffness, salah satunya dengan menambahkan serat seng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan benda uji berbentuk balok, yang berjumlah 3 buah tiap sampelnya dengan kadar seratmasing - masing 0%; 0,25%; 0,5%; dan 1% yang kemudian dianalisisuntuk mengkaji seberapa besar pengaruh beton ringan foam berseratterhadap kuat lentur, toughness, dan stiffness. Dari hasil penelitian didapat kuat lentur dengan persentase penambahan serat seng sebesar 0%; 0,25%; 0,5%; 1% yang diuji pada umur 28 hari berturut-turut adalah 1,04 MPa ;1,61MPa ; 1,64 MPa ; 1,05 MPa,dengan nilai maksimum 1,67MPa dengan kadar serat sebesar 0,39%. Nilai toughness dengan persentase penambahan serat seng sebesar 0%; 0,25%; 0,5%; 1% yang diuji pada umur 28 hari berturut-berturut adalah yang diuji pada umur 28 hari berturut-berturut adalah 0,65kNmm; 1,53kNmm; 1,55 kNmm; 0,72kNmm dengan nilai maksimum 1,62kNmm dengan kadar serat sebesar 0,37%. Nilai stifness dengan angka presentase penambahan kadar serat rerata secara berurutan 0%; 0,25%; 0,5%; 1% adalah 4692,93 N/mm; 5049,02 N/mm; 5069,44 N/mm; 4761,64 N/mm, dengan nilai maksimum 5090,25 N/mm dengan kadar serat sebesar 0,38%.
KAJIAN KUAT LEKAT PADA BETON MUTU TINGGI MEMADAT MANDIRI DENGAN METAKAOLIN Wibowo Wibowo; Antonius Mediyanto; Nur’arina Ardini
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.104 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36551

Abstract

Pembangunan infrastruktur semakin pesat melahirkan inovasi. Salah satu inovasi adalah beton mutu tinggi memadat mandiri. Beton ini memiliki kuat tekan yang tinggi dan dapat memadat tanpa bantuan alat penggetar. Beton cenderung memiliki kuat tarik rendah, maka perlu baja tulangan untuk menahan gaya tarik. Beton juga harus memiliki kuat lekat terhadap baja tulangan agar bekerja dengan sinergis. Metakaolin pada penelitian ini digunakan sebagai pengganti semen untuk meningkatkan kualitas beton terhadap momen tarik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dan parameter yang dikaji adalah kuat lekat dan workabilitas (sifat filling ability) dari beton mutu tingi memadat mandiri. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder berdiameter 7,5 cm, tinggi 15 cm dan baja ulir diameter 10 mm. Berdasarkan penelitian, metakaolin meningkatkan kuat lekat pada umur beton 28 hari. Pada kadar metakaolin 22,5% kuat lekat mencapai titik maksimum. Penambahan metakaolin menurunkan workabilitas, penggantian semen dengan metakaolin kadar 12,5% dan seterusnya tidak memenuhi parameter filling ability berdasarkan EFNARC 2002. Pada penambahan metakaolin kadar 22,5% dan 27,5% campuran beton tidak dapat diuji parameter filling ability (campuran beton tidak workabilitas).
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT NYLON PADA BETON RINGAN DENGAN TEKNOLOGI GAS TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS Purnawan Gunawan; Wibowo Wibowo; Aries Munandar
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.985 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37275

Abstract

Kebutuhan beton yang semakin lama semakin meningkat menjadikan beton semakin menjadi lebih berkembang dengan adanya beton ringan yang memiliki berat jenis yang lebih rendah dari pada beton pada umumnya sehingga dapat memperkecil beban sendiri elemen struktur yang mengakibatkan kebutuhan dimensi tampang melintang menjadi lebih kecil. Untuk itu, muncul berbagai penelitian mengenai beton ringan. Satu diantaranya adalah pembuatan beton ringan dengan teknologi gas.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat Nylon terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm untuk pengujian modulus elastisitas, kuat tekan, dan kuat tarik belah. Benda uji masing-masing berjumlah 3 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat. Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,25%; 0,5%; 0,75%; dan 1%. Pengujian menggunakan alat UTM (UltimateTesting Machine). Peningkatan paling maksimum terdapat pada kadar penambahan serat sebesar 1% dari berat volume beton. Berat jenis benda uji berturut-turut 0%,0,25%,0,50%,0,75%,1% adalah 1883,43 kg/m3, 1855,85 kg/m3, 1843,47 kg/m3, 1834,65 kg/m3, dan 1820,11 kg/m3, sehingga masih termasuk beton ringan karena mempunyai berat jenis dibawah 1900 kg/m3. Nilai rata-rata kuat tekan beton ringan gas dengan kadar penambahan serat nylon sebesar 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% yang diuji pada umur 28 hari berturut-turut adalah 9,27 MPa, 9,98 MPa, 10,71 MPa, 12,20 MPa, dan 13,94 MPa. Nilai rata-rata kuat tarik belah beton ringan gas dengan kadar penambahan serat nylon sebesar 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% yang diuji pada umur 28 hari berturut-turut adalah 2,00 MPa, 2,48 MPa, 2,62 MPa, 2,76 MPa, dan 2,92 MPa. Nilai rata-rata modulus elastisitas beton ringan gas dengan kadar penambahan serat nylon sebesar 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% yang diuji pada umur 28 hari berturut-turut adalah 4379,98 MPa, 4906,08 MPa, 5704,86 MPa, 6765,16 MPa, dan 7147,12 MPa.