Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyematan Logo Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (Eksplorasi Utilitas Fikih dalam Integrasinya dengan Ekonomi) NIHAYATI, DINI ARIFAH
Journal Analytica Islamica Vol 12, No 1 (2023): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v12i1.14465

Abstract

Kewajiban penyematan logo halal bagi aneka produk halal memberi impact yang cukup baik bagi perekonomian dengan peningkatan nilai jual suatu produk serta minat beli masyarakat terhadap produk tersebut. Hal ini lebih dominan menunjukkan sebuah keuntungan bagi perekonomian. Namun sejatinya terdapat peran fikih dalam diwajibkannya penyematan logo halal pada produk halal. Dari peran itu, masih menjadi pertanyaan tentang apa nilai manfaat atau utilitas seperti apa yang didapatkan oleh fikih dari peran yang ia lakukan saat berintegrasi dengan ekonomi demi tercapainya program penyematan logo halal. Sehinga Penelitian ini bertujuan menggali nilai manfaat dari penyematan logo halal bagi fikih setelah berintegrasi dengan ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penulis menggunakan pendekatan studi fikih sebagai materi yang memebahas mengenai peran-peran fikih dan tujuannya. penelitian ini merupakan penelitian pustaka. Data dianalisa secara induktif. Penelitian ini mencapai hasil bahwa diwajibkannya penyematan logo halal bagi produk halal membawa nilai manfaat atau utilitas bagi fikih sebagai partner integrasi dari ekonomi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa utilitas fikih dalam integrasinya dengan ekonomi guna penyematan logo halal yaitu tercapainya tujuan fikih untuk menegakkan syariat terutama dalam masalah halal dan haram.
Mahar Unik Dan Mahar Bernilai Fantastis Dalam Perspektif Fikih Munakahat Nihayati, Dini Arifah
MASADIR: Jurnal Hukum Islam Vol. 2 No. 1 (2022): April, 2022
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/masadir.v2i1.467

Abstract

The trend of unique dowry and fantastic dowry is mushrooming. Islam, does not specify the minimum and maximum dowry value. However, this trend seems to be a gap when it clashes with the public mindset that low dowry is identified with a lack of respect for women, while high dowries are considered difficult for men. Between the two, Indonesian people are used to following the dowry standards that apply in society to carry out the marriage contract. The mindset that collides with reality raises questions about the sharia and the law of giving dowry in various nominal or forms. Therefore, the authors need to examine this trend, especially its implications for the marriage contract. the author chooses fiqh munakahat as a knife of analysis. Because fiqh munakahat regulates the laws relating to marriage in Islam. This research is expected to be able to develop the application of fiqh munakahat to the unique and fantastic dowry trend. The author reaches the conclusion that in the perspective of munakahat fiqh, dowry can be given in any form and in unlimited value as long as the dowry meets the requirements. Unique or fantastic dowry does not affect the status of the marriage contract.