Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EFEKTIVITAS SAFETY INDUCTION PT. ANGGRAINI PUTRI PRATAMA Irawan, Fajar Dwi; Yuliana, Lina; Luqmantoro, Luqmantoro; Ananta, Erwin
IDENTIFIKASI Vol 9 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v9i2.276

Abstract

Safety induction adalah pengenalan dasar dasar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada karyawan baru atau Tamu dan dilakukan dengan karyawan setempat dengan jabatan setingkat Supervisory (dari divisi HSE) dan bisa juga dilakukan oleh yang paham tentang K3 dengan level minimum seperti tersebut diatas minimal Foreman dan supervisor up. PT. Anggraini Putri Pratama yang berpusat di kota Balikpapan, yang didirikan pada tahun 2015 merupakan perusahaan yang menjalankan roda usaha dalam bidang pengadaan barang dan jasa. Berdasarkan survei awal, hasil observasi visual, ditemukan berbagai macam kendala dari pekerja yang bekerja di PT. Anggraini Putri Pratama. Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektivan program Safety Induction terhadap pekerja PT. Anggraini Putri Pratama. Teknik pengukuran efektivitas evaluasi pelatihan ini menggunakan Teori Gomes (2000, h209). Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif, dengan responden 30 orang, menggunakan data primer diperoleh dengan observasi dan kuesioner dan data sekunder diperoleh dengan data hasil test Safety Induction PT. Anggraini Putri Pratama. Variable penelitian ini terdapat 3 (tiga) yaitu Varible X1 (Feedback),Variable X2 (Test Soal (Pre-test & Post Test) ), dan Variable Y (Dampak). Kemudian penelitian ini menggunakan 3 (tiga) Uji yaitu: Uji validitas, Uji Reliabilitas, Uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian level 1 (satu) reaksi/feedback pelatihan menunjukan masih kurang nya efektif, Hasil Penelitian level 2 (dua) hasil test safety Induction mendapat kan 13% (tiga belas) masih dibawah dari nilai efektifitas 80%, Hasil level 3 perilaku menyimpulkan masih banyak perilaku Unsafe pekerja PT.Aggraini Putri Pratama. Hasil uji Paired Sample T-test diterima dimana terdapat perbedaan yang mencolok antara kedua test (Pre-test dan Post-test). Setelah responden mengikuti Safety Induction PT. Anggraini Putri Pratama terdapat peningkatan pemahaman yang siginifikan pada hasil Post-Test 2). Memperbaiki materi induksi dengan menambahkan gambar-gambar yang memperlancar pencapain tujuan dalam gambar dan mengurangai verbalisme.
KINERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KOTA BALIKPAPAN Putra, Sofyan Ade; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad; Fuadi, Yan; Ananta, Erwin
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.320

Abstract

Kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan dalam penanganan bencana tanah longsor menjadi fokus utama pada laporan ini dengan tujuan umum untuk mengetahui kinerja BPBD pada penanggulangan bencana tanah longsor di Kota Balikpapan serta secara khusus untuk mengetahui kinerja yang dilakukan oleh BPBD Kota Balikpapan dalam penanggulangan bencana Tanah Longsor di Kota Balikpapan. Data kinerja BPBD menunjukkan cakupan layanan yang belum maksimal, dinilai melalui nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Beberapa faktor yang memengaruhi kinerja BPBD termasuk responsivitas yang kurang optimal, keterlambatan alokasi dana, rendahnya kesadaran mengurangi risiko bencana, serta kesiapsiagaan yang belum memadai dalam memenuhi kebutuhan pasca bencana. Meskipun demikian, BPBD telah menunjukkan upaya dalam aspek efektivitas melalui sosialisasi mitigasi bencana yang memberikan hasil positif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Namun, dalam aspek efisiensi, BPBD belum sepenuhnya berhasil dalam penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur pasca bencana tanah longsor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan subjek penelitian sebanyak 5 informan melalui teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Sehingga dapat menggali kinerja BPBD Kota Balikpapan dalam penanggulangan bencana tanah longsor guna menilai sejauh mana BPBD telah menjalankan perannya sesuai tujuan pembentukannya.
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RISIKO PEKERJAAN PENYAMBUNGAN PIPA PDAM KOTA BALIKPAPAN Ananta, Erwin; Chairuddin, Rizal; Rusba, Komeyni; Liku, James Everd Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.389

Abstract

Komponen utama dari penyediaan air bersih adalah jaringan perpipaan yaitu jaringan yang digunakan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. Aliran air dapat terjadi karena perbedaan tinggi tekanan di kedua tempat, tekanan terjadi karena adanya perbedaan elevasi muka air di daerah tersebut atau bisa juga digunakan pompa untuk mengalirkan air dari tempat yang mempunyai elevasi rendah ke elevasi tinggi (Irfan. N, 2018). Salah satu bentuk upaya menurunkan angka kecelakaan kerja dengan melakukan manajemen risiko dimana tahapannya meliputi penilaian, perencanaan, pengendalian dan pemantauan melihat adanya angka kecelakaan saat melakukan pekerjaan pemasangan pipa air. Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) sebagai salah satu upaya untuk mengidentifikasi bahaya, mengendalikan bahaya dan risiko serta menilai apakah pekerjaan tersebut dapat dikategorikan aman atau tidak. Pada penelitian ini data yang diperoleh dan dikumpul bersumber dari data primer dan sekunder. Data primer berasal dari observasi tanya jawab dengan tenaga kerja PDAM Kota Balikpapan. Data sekunder diperoleh dari data profil perusahaan, dokumentasi foto dan pendukung lainnya. Dari hasil yang telah dilakukan dapat dianalisis dari aktivitas pekerjaan penyambungan pipa sebelum adanya pengendalian yang dilakukan saat bekerja adalah 53% High dan 40% Medium. Dan penilaian risiko sisa setelah dilakukannya pengendalian tambahan untuk risiko high Risk menjadi 60% turun menjadi medium dan dari medium menjadi 40% turun menjadi low.
EVALUASI KEAMANAN BEKERJA BERDASARKAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT BARUNA RAYA LOGISTICS Ananta, Erwin; Afrilla, Jaya Nur; Rusba, Komeyni; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 11 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i2.597

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan segala kegiatan yang mencakup tempat kerja yang harus dilakukan dan dijalankan untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan nyaman. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat penting di bidang tertentu, terutama di bidang berisiko tinggi seperti transpotasi laut. PT Baruna Raya Logistics, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan transportasi sangat bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan, dengan fokus pada elemen Keamanan Bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkait SMK3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PT Baruna Raya Logistics telah menerapkan sistem keamanan yang efektif dengan tingkat kesesuaian 97,5%. Semua elemen yang dievaluasi seperti sistem kerja, pengawasan, pengawasan, dan pelayanan menunjukkan kesesuaian 100%. Namun, elemen pemeliharaan, perbaikan, dan modifikasi sarana produksi hanya mencapai 90%. Masalah utama pada sistem penandaan peralatan yang tidak aman dan rendahnya kepatuhan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa PT Baruna Raya Logistics menerapkan SMK3 dengan baik, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan keselamatan kerja secara keseluruhan.
Efektifitas Investigasi Insiden Fuadi, Yan; Hardiyono, Hardiyono; Ananta, Erwin; Siboro, Impol
EUNOIA Vol 1 No 1 (2022): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work accidents are unexpected and unexpected events. Unexpected, because behind the incident there was no intentional element, especially in the form of planning. OSH efforts in preventing accidents Accident Investigation is one of the inspection activities in the workplace specifically, which is carried out after an accident or incident that causes suffering to humans and results in loss and damage to property/property and other company assets. Work accidents that occur can cause losses, both for the workers themselves and for the company. Losses received by workers can be in the form of illness, disability or even loss of life. The target that we will achieve related to the implementation of this community service is to provide knowledge for workers who work in the company about the importance of hazards and risks in the workplace, to increase knowledge for companies in order to prevent accidents at work in the company
PENGUATAN PERILAKU KESELAMATAN Fuadi, Yan; Ramdan, Muhamad; Sunyanti, Sunyanti; Ananta, Erwin; Hardyono, Hardyono; Zainal, Muhammad Isradi
EUNOIA Vol 1 No 2 (2022): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The basis of human behavior is: How a person conducts himself (acts). Individual attitude. Observable actions of a person. From several major incidents that have occurred in the world such as the incidents at Flixboro, Kegworth and Moorgate and Piper Alpha, there is evidence that there have been failures and discrepancies where human behavior is a significant causative factor. Dialogue and discussion with workers during OSH observations is a way to reveal the antecedents & consequences behind the behavior shown by workers, so that the right strategy can be taken to change at-risk behavior and strengthen safe behavior.
SOSIALISASI PENTINGNYA HIGIENE SANITASI DI PT WEIR MINERALS INDONESIA Adolf Liku, Adolf Liku; Hardiyono; Ananta, Erwin; Luqmantoro; Setyawati, Nur Falah
EUNOIA Vol 2 No 1 (2023): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food sanitation is closely related to environmental sanitation where food products are stored, handled, produced or prepared. In the food industry, sanitation includes aseptic activities in the preparation, processing and packaging of food products, cleaning and sanitation of factories and the factory environment and worker health. Activities related to food products include quality control of raw materials, storage of raw materials, proper water supply equipment, prevention of food contamination at all stages during processing from personnel equipment, and against pests, as well as packaging and storage of the final product (Surono et al. , 2016). the conditions for implementing sanitary hygiene meet the requirements for food storage, food processing, food transportation and food storage. The level of knowledge of food handlers at PT WEIR MINERALS in food management is high regarding the quality of food that will be processed and served to workers.
Penerapan Keselamatan Transportasi Air Dan Ketersediaan Alat Pelindung Diri Pada Kapal Motor (Klotok) Penyeberangan Balikpapan Panajam Paser Utara Maslina, Maslina; pongky, patunru; Zainul, L.M.; ananta, erwin
EUNOIA Vol 2 No 2 (2023): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The method used is to describe systematically, carefully and accurately about the conditions, conditions, motorized sailing ships in the port of Balikpapan Panajam. Identify the availability of safety equipment in accordance with the SOLAS requirements and the Decree of the Director General of Sea Transportation No. PY.66/1/2-2002. An indicator that can be seen from the achievement of the success of this activity is that activity participants are able to know the importance of water transportation safety and the availability of personal protective equipment on motor boats (klotok) properly
ANALISIS HUBUNGAN PROSEDUR, ALAT DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KESELAMATAN KERJA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS PEMBUATAN TANGKI DI PT KUTAI REFINERY NUSANTARA) Ananta, Erwin; Maslina, Maslina; Pakonglean, Abigail Marlina
IDENTIFIKASI Vol 7 No 1 (2021): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v7i1.146

Abstract

Development is basically a process of change that leads to better results, among others, through the process of economic growth. The process of economic development is carried out through economic activities in various sectors, including the industrial sector which requires business management and among which requires the support of Occupational Safety and Health (K3). Construction work is work that involves engineering consultants as front-end engineering and design planners as well as detailed engineering design contractors as executors as well as supervisory consultants. Construction work is a solid job of activities with a high enough level of risk such as heavy lifting work, working at height and limited space work the effects of the work in the event of an accident include damage to the equipment used, damage to the environment around the project and loss of workers' lives and the latter effect is called fatality as a whole these effects will affect the schedule of the project. project elesaian as well as swelling construction costs. Based on data from the Social Security Organizing Agency (BPJS) Employment 2015, the number of work accidents reached 105,182 cases of the total, 38% of the total was accidents of workers falling from a height. Falling from a height is a very large risk that can occur in workers who carry out construction activities at high elevations. Usually, this incident will result in a fatal accident. Keywords: Tools, Environment, Procedures
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PEKERJAAN PENGIKATAN MOORING LINE PADA GALANGAN KAPAL PT. ASIA ADHITAMA SHIPYARD SOMBER BALIKPAPAN Hardiyono, Hardiyono; Ananta, Erwin; Sukanto , Weril
IDENTIFIKASI Vol 8 No 2 (2022): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v8i2.243

Abstract

Mooring adalah suatu sistem untuk mengikatkan kapal pada terminal darat, dermaga, kapal, buoy mooring, hingga merapat dengan menggunakan beberapa tali kepil Kapal didesain dengan kemampuan olah gerak yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi risiko serta penilaian risiko dari pekerjaan pengikatan mooring line. Peneliti menggunakan Risk Matriks dan tabel HIRARC sebagai alat identifikasi dan penilaian risiko. PT. Asia Adhitama Shipyard merupakan perusahaan galangan kapal yang dalam operasi pekerjaannya sangat erat hubungannya dengan risiko-risiko pekerjaan yang bersifat fisik, seperti pekerjaan pengikatan mooring line pada kapal. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yakni penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Dalam penelitian ini terdapat 12 narasumber yang terdiri dari 3 pekerja galangan, 3 helper umum, 4 awak kapal dan 2 mualim kapal. Hasil akhir dari penilain risiko ini berupa, teridentifikasi dengan nilai low sebanyak 1. Untuk risiko dengan nilai medium sebanyak 11 bahaya. Tingkat risiko dengan nilai high seb anyak 2 bahaya yakni teganggan tali yang mengencang secara tiba-tiba, dan untuk presentase sebelum dilakukan pengendalian tambahan. High 18%, medium 73% dan low 9%. Setelah dilakukan pengendalian tambahan presentase risiko yang ada mengalami perubahan yang baik yakni dengan presentase medium 9%, low 82% dan very low 9%. Maka diketahui bahwa penilaian serta pengendalian risiko termasuk dalam kategori efectif.