Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Authentic Assessment Berbasis Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Sastra Berketerampilan Pikir Taraf Tinggi (HOTS) untuk Mencegah Learning Loss di Sekolah Menengah Neina, Qurrota Ayu; Qomariyah, U'um; Aditia, Restu
Jurnal Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2022): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v11i2.57559

Abstract

The purpose of this research is to present a needs analysis and the principles of developing an authentic assessment instrument based on the principal of freedom to learn (merdeka belajar) in higher order thinking skills (HOTS) literature learning to prevent learning loss in secondary schools. This research uses the Borg and Gall R and D procedures method. It is adjusted to the actual research objectives and conditions. This research will focus on the first and second steps, there are (a) research and information collecting and (b) planning. The initial study includes the needs analysis which includes an analysis statement from the teachers and students in developing an authentic assessment instrument. Based on this initial study, there were formulated to be some principle: objectives, organization, types of tests, and final assessments.
Jambore Sastra Pesisir: Upaya Strategi s untuk Literasi Budaya bagi Pelajar SMA N egeri 14 Semarang Fernando, Leo; Aditia, Restu; Farkhatunnisa, Alif; Afifah, Ning Imas Ati Zuhrotul; Ariyanto, Ixora Maftuchah Pramudya; Febriani, Meina
Varia Humanika Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v5i1.76415

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini memiliki dua tujuan utama, yakni: (1) menjabarkan implementasi Jambore Sastra Pesisir sebagai upaya strategis literasi budaya pesisir bagi pelajar di SMA Negeri 14 Semarang dan (2) menjelaskan strategi meningkatkan literasi budaya pesisir melalui Jambore Sastra Pesisir. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode Partisipatory Action and Learning System (PALS) dengan menggunakan pendekatan 4P (penyadaran, pengkapasitasan, pendampingan, dan pelembagaan). Sasaran pengabdian ini adalah peserta didik SMA Negeri 14 Semarang yang berjumlah 117 anak dan telah melakukan pertemuan sebanyak 12 kali. Hasil pengabdian kepada masyarakat adalah (1) pelaksanaan program Jambore Sastra Pesisir di SMA Negeri 14 Semarang terdiri atas observasi awal, pelaksanaan FGD dan pemetaan permasalahan Jambore Sastra Pesisir, pelaksanaan sosialisasi Jambore Sastra Pesisir, pengkapasitasan pendidikan sastra pesisir, pelatihan jambore sastra pesisir, festival jambore sastra pesisir, dan Komunitas Sastra Pesisir dan (2) meningkatkan literasi budaya pesisir bagi peserta didik SMA Negeri 14 Semarang melalui implementasi Jambore Sastra Pesisir, dibuktikan melalui hasil pretest dan postest yang menunjukkan peningkatan signifikan terkait ketertarikan, kemampuan, fasilitas, dan terdapat komunitas yang dapat menunjang peningkatan literasi budaya sastra pesisir peserta didik. Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pelembagaan yang direalisasikan dalam bentuk Komunitas Sastra Pesisir. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pelembagaan yang direalisasikan dalam Komunitas Sastra Pesisir. Dibenuknya komunitas tersebut memiliki tujuan untuk menjaga pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran peserta didik terhadap literasi budaya pesisiran. Jambore Sastra Pesisir merupakan sebuah solusi yang ditawarkan bagi mitra yang diharapkan dapat menjadi upaya strategis guna meningkatkan literasi budaya bagi pelajar di SMA Negeri 14 Semarang.
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA LAGU “GALA BUNGA MATAHARI” YANG DIPOPULERKAN OLEH SAL PRIADI Aditia, Restu
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.1002

Abstract

Lagu merupakan salah satu media seseorang untuk menyampaikan sebuah informasi, pesan, atau perasaan secara tersirat sehingga memungkinkan terjadinya multitafsir oleh pembacanya. Oleh karena itu, perlunya analisis yang mendalam untuk meminimalisir terjadinya multitafsir dalam sebuah lagu melalui analisis tindak tutur. Dalam tindak tutur memiliki tiga jenis, yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tindak tutur ilokusi menurut Teori Searle yang terdapat dalam lagu "Gala Bunga Matahari" yang dipopulerkan oleh Sal Priadi. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan pragmatik, di mana fokus utama adalah pada bagaimana makna dan tujuan komunikasi tersampaikan melalui lirik lagu. Data diperoleh dari lirik lagu yang kemudian dikategorikan berdasarkan jenis tindak tutur, seperti asertif, deklaratif, komisif, ekspresif, dan direktif. Berdasarkan analisis diperoleh hasil penggunaan tindak tutur ilokusi, yaitu 8 kutipan direktif, 5 kutipan asertif, 3 kutipan ekspresif, 2 kutipan komisif, dan 1 kutipan deklaratif. Selain itu, menunjukkan bahwa lagu ini kaya akan ilokusi yang mencerminkan emosi dan harapan, serta menciptakan kedekatan antara penyanyi dan pendengar. Temuan ini mengindikasikan bahwa lirik lagu memiliki fungsi selain sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan emosional yang mendalam. Diharapkan dengan adanya penelitian ini akan memberikan dampak terkait hubungan bahasa dengan musik dan meminimalisir multitafsir.
APLIKASI KOIN: PENGEMBANGAN MEDIA PENUNJANG PEMBELAJARAN MENULIS LAPORAN HASIL OBSERVASI BERBASIS ANDROID BAGI PESERTA DIDIK KELAS VIII Aditia, Restu; Utami, Santi Pratiwi Tri; Neina, Qurrota Ayu
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v8i1.316

Abstract

Dalam Kurikulum Merdeka terdapat keterampilan menulis laporan hasil observasi, namun keterampilan peserta didik dalam menulis laporan hasil observasi masih rendah. Kesalahan yang sering terjadi ketika praktik menulis laporan hasil observasi adalah kesalahan penulisan ejaan dan pemilihan kosakata, khususnya penggunaan padanan kata. Oleh karena itu, dikembangkan Aplikasi Koin yang mampu menjadi salah satu media penunjang penguasaan ejaan dan padanan kata pada materi laporan hasil observasi kelas VIII. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (RnD) dengan model pengembangan 4D yang terbagi menjadi empat langkah, yaitu Define, Design, Development, dan Disseminate. Model tersebut disesuaikan dengan tujuan penelitian sehingga menggunakan tiga langkah, yaitu Define, Design, dan Development. Aplikasi Koin dikembangkan berdasarkan kebutuhan peserta didik. Berdasarkan kuesioner yang telah dibagikan didapatkan hasil bahwa sebesar 70% responden membutuhkan aplikasi pembelajaran yang berisi tulisan, gambar, dan musik pengiring. Selain itu, sebesar 64% responden sepakat bahwa media yang akan dikembangkan berbentuk gim dan berbasis Android. Aplikasi Koin dikembangkan sebagai media penunjang penguasaan ejaan dan padanan kata pada materi laporan hasil observasi. Aplikasi ini memiliki tiga menu utama, yaitu Menu EBI, Padanan Kata, dan Bantuan. Hasil validasi Aplikasi Koin terbagi menjadi tiga aspek, yaitu aspek antar muka, aspek tepat guna, dan aspek performa aplikasi. Pertama, aspek antar muka yang mendapatkan nilai sebesar 82. Kedua, aspek tepat guna mendapatkan nilai sebesar 87,5. Terakhir, aspek performa aplikasi mendapatkan nilai sebesar 77,5. Berdasarkan hasil validasi Aplikasi Koin memperoleh rata-rata nilai seluruh aspek sebesar 82 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan media ini termasuk kategori baik, maka aplikasi ini layak digunakan sebagai media penunjang penguasaan ejaan dan padanan kata pada materi laporan hasil observasi kelas VIII.
Penggunaan Ragam Deiksis pada Naskah Drama yang Berjudul “Legenda Keong Mas” Aditia, Restu; Zidan Ramadhanil Qudsi; Asep Purwo Yudi Utomo
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 3 No. 01 (2022)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v3i01.4204

Abstract

Speech does not escape human life because an utterance has a specific purpose and purpose about the message to be conveyed. This will be studied in a pragmatic study. In pragmatic studies, there is a deixis that is often used in writing literary works. Deixis is one of the studies in pragmatics which has a function to maintain speech when communicating so that communication can run well. However, in writing the deixis, errors are still found. Deixis errors can occur in literary works. This article was prepared with the aim of describing the use of deixis in literary works. The approach used to analyze the drama script of Legenda Keong Mas is a pragmatic approach because this approach focuses on the reader's response and contains facts about the study in the pragmatics described. The data collection method used is literature study with reading and note-taking techniques. In addition, in the preparation of this article the data were analyzed using a qualitative descriptive method because the qualitative data obtained will be explained by describing the research findings. The results of the analysis of drama scripts found several uses of deixis, namely the use of personal deixis which amounted to 34 uses, time deixis which amounted to 18 uses, place deixis which amounted to 6 uses, social deixis which amounted to 8 uses, and discourse deixis which amounted to 9 uses. From the findings of the use of deixis, it can be concluded that the writing of drama scripts cannot be separated from the use of deixis. In writing the script for the Legend of Keong Mas, all categories or types of deixis are used in writing this drama script.   Penuturan tidak luput dari kehidupan pada manusia karena sebuah ujaran memiliki tujuan dan maksud tertentu tentang pesan yang hendak disampaikan. Hal tersebut akan dipelajari pada kajian prakmatik. Dalam kajian pragmatik, terdapat deiksis yang sering digunakan pada penulisan karya sastra. Deiksis merupakan salah satu kajian dalam pragmatik yang memiliki fungsi untuk menjaga ucapan saat berkomunikasi agar komunikasi dapat berjalan dengan baik. Namun, dalam penulisan deiksis masih ditemukan kesalahan. Kesalahan deiksis dapat terjadi pada karya sastra. Artikel ini disusun dengan tujuan untuk mendeskripsikan penggunaan deiksis dalam karya sastra. Pendekatan yang digunakan untuk menganalisis naskah drama Legenda Keong Mas adalah pendekatan pragmatik karena pendekatan ini menitikberatkan pada respon pembaca dan berisikan fakta mengenai kajian dalam pragmatik yang dideskripsikan. Metode pengambilan data yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik membaca dan mencatat. Selain itu, dalam penyusunan artikel ini data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif karena data kualitatif yang diperoleh akan dijelaskan dengan cara mendeskripsikan hasil temuan penelitian. Hasil analisis naskah drama ditemukan beberapa penggunaan deiksis, yaitu penggunaan deiksis persona yang berjumlah 34 penggunaan, deiksis waktu yang berjumlah 18 penggunaan, deiksis tempat yang berjumlah 6 penggunaan, deiksis sosial yang berjumlah 8 penggunaan, dan deiksis wacana yang berjumlah 9 penggunaan. Dari hasil temuan penggunaan deiksis dapat disimpulkan bahwa dalam penulisan naskah drama tak lepas dari penggunaan deiksis. Pada penulisan naskah drama Legenda Keong Mas seluruh kategori atau jenis deiksis dipergunakan dalam penulisan naskah drama ini.