Duski, Fatmi Fauzani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI INTRAKURIKULER TAHFIDZ AL-QUR’AN DI SDN 03 BUNGO TANJUNG Rahmanita; Safitri, Yuni; Anggraini, Nisa; Mastodi, Rodi; Saputra, Harisman; Fitriani, Saparia; Duski, Fatmi Fauzani
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2025.005.01.08

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah. 1). Proses Pelaksanaan Intrakurikuler Tahfidz Al-Qur’an Terhadap Pembentukan Karakter Siswa di SDN 03 Bungo Tanjung. 2). Kendala Intrakurikuler Tahfidz Al-Qur’an Terhadap Pembentukan Karakter Siswa di SDN 03 Bungo Tanjung. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Fielid research). Hasil dari permasalahan ini adalah proses pembentukan karakter siswa di SDN 03 Bungo Tanjung, pihak sekolah melaksanakan berbagai kegiatan intrakurikuler tahfidz Al-Qur’an seperti Pelaksanaan kegiatan intrakurikuler berjalan dengan baik dan melibatkan banyak pihak, termasuk siswa itu sendiri. Kesadaran siswa sangat berpengaruh dalam memastikan kelancaran kegiatan, karena tanpa kesadaran tersebut, program ini mungkin tidak berjalan dengan baik. Namun, mengingat adanya berbagai karakter siswa, kadang-kadang ada yang berusaha menghindari kegiatan mengaji. Untuk menjaga kelancaran kegiatan intrakurikuler, diperlukan tindakan yang tegas. Pengembangan karakter di SDN 03 Bungo Tanjung terlihat dari pelaksanaan semua kegiatan intrakurikuler, termasuk tahfidz, tartil, dan tahlil. Pendidikan karakter dapat diintegrasikan di sekolah dengan menerapkan setidaknya empat pendekatan strategis. Pertama, mengintegrasikan kurikulum pendidikan karakter dalam setiap topik. Kedua, menyertakan pendidikan karakter dalam kurikulum reguler yang ada. Ketiga, menjadikan pendidikan karakter bagian dari kegiatan yang sudah terjadwal. Keempat, membangun komunikasi antara lembaga pendidikan dan orang tua siswa. Kendala dalam melaksanakan aktivitas adalah hal yang umum dijumpai. Dalam konteks ini, ada beberapa kesulitan yang dialami siswa dalam menghafal Al-Qur'an. Beberapa hambatan yang sering muncul termasuk rasa malas saat melanjutkan ayat dan melakukan muraja'ah. Tingkat kemampuan siswa yang berbeda-beda (ada siswa yang cepat dalam menghafal dan lambat dalam menghafal Al-Qur’an). Ada juga yang lebih memilih menonton drama Korea, membaca novel, dan masih banyak kegiatan lainnya. Namun, meskipun ada berbagai kendala tersebut, siswa tahfidz tidak seharusnya terus-menerus tenggelam dalam kemalasan. Mereka memiliki cara-cara tersendiri untuk mengatasi masalah ini, seperti menetapkan target untuk menghafal Al-Qur'an sebanyak minimal satu ayat setiap hari hingga setengah halaman.