Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penggunaan Obat Antidiabetik Tunggal Dan Kombinasi Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Salah Satu Rumah Sakit Di Kota Bandung Periode Januari - Maret 2023 Safitri, Maida
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v10i1.237

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit yang khas ditandai dengan adanya hiperglikemia atau kondisi dimana glukosa dalam darah meningkat atau melebihi batas normal. Untuk mengendalikan kadar glukosa dlam darah dapat diberikan pemberian obat antidiabetes oral maupun injeksi dapat diberikan secara tunggal maupun kombinasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penggunaan antidiabetik terapi tunggal dan antidiabetik terapi kombinasi yang diberikan pada pasien diabetes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan pada 152 pasien penderita diabetes rawat jalan yang mendapatkan Obat Antidiabetik terapi tunggal dan kombinasi. Dari hasil penelitian persen rata-rata penggunaan obat antidiabetk tunggal yaitu 44,08 %, penggunaan 2 kombinasi obat antidiabetik sebanyak 55,92 % dibagi menjadi 2 kombinasi 34,87 %, penggunaan 3 kombinasi obat antidiabetik sebanyak 18,42 % dan kombinasi 4 obat antidiabetik sebanyak 2,63 %. Hasil ini menyimpulkan bahwa terapi kombinasi menunjukkan penggunaan yang lebih tinggi daripada terapi tunggal.
Uji Efek Sedatif Ekstrak Etanol Kangkung Air (Ipomoea Aquatica) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) Deliana, Dinda Ayu; Safitri, Maida; Amali, Emily
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.345

Abstract

Kangkung air (Ipomoea aquatica) dikenal secara tradisional memiliki efek menenangkan. Namun, bukti ilmiah mengenai potensi sedatifnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sedatif ekstrak etanol kangkung air terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan metode righting reflex untuk mengukur onset dan durasi tidur, serta metode wheel cage locomotor untuk mengukur penurunan aktivitas motorik. Mencit dibagi dalam lima kelompok yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (obat lelap), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak 4 mg/kgBB, 6 mg/kgBB, dan 8 mg/kgBB. Rata-rata onset tidur tercepat terdapat pada dosis 8 mg/kgBB yaitu 19 menit, dan durasi tidur terlama sebesar 1 jam 33 menit. Pada metode lokomotor, terjadi penurunan aktivitas signifikan, dengan jumlah putaran dosis tertinggi setara dengan kontrol positif (866 putaran). Skrining fitokimia kangkung air menunjukkan adanya flavonoid, alkaloid, tanin, dan steroid, namun saponin tidak terdeteksi. Ekstrak etanol kangkung air memiliki efek sedatif yang nyata dan menunjukkan hubungan dosis-respons. Dosis 8 mg/kgBB memberikan efek paling optimal dalam menurunkan aktivitas mencit dan memperpanjang durasi tidur.
STUDI PELAPORAN KEJADIAN NYARIS CEDERA (KNC) DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT DI KARAWANG TAHUN 2017 Agustini, Dewi Darwati; Safitri, Maida; Mariam, Iyam
Jurnal Buana Farma Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i2.1379

Abstract

Pelaporan keselamatan pasien pada pelayanan kefarmasian dititikberatkan pada KNC yang menjadi aspek penting dalam menunjang keselamatan pasiend engan mengurangi terjadinya medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya angka kejadian nyaris cedera yang dilaporkan selama tahun 2017 dan pada bagian mana paling sering terjadinya KNC di unit rawat jalan RSUD Karawang. Penelitian dilakukan bersifat deskriptif cross sectional. Penelitian dilakukan pada lembar rekapitulasi laporan KNC selama tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan selama tahun 2017 terjadinya KNC pada penginputan resep sebanyak 316 kali, penulisan etiket 47 kali, peracikan 122 kali, dan penyerahan obat sebanyak 4 kali. Total keseluruhan terjadi KNC sebanyak 489 kali atau sekitar 0,5% terhadap lembar resep. Dapat disimpulkan bahwa selama tahun 2017 bagian yang paling sering mengalami KNC adalah pada penginputan resep sebanyak 316 kali terjadinya KNC.
Penggunaan Obat Pada Pasien Penyakit Gagal Jantung Di Instalasi Rawat Jalan RSAU Dr. M. Salamun Kota Bandung Periode Januari – Maret 2025: Drug Use in Heart Failure Patients in the Outpatient Installation of Dr. M. Salamun General Hospital, Bandung City, January – March 2025 Safitri, Maida; Triyanti, Rosa; Nilam Banyu, Midara
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.382

Abstract

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Dalam data yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2021, kematian akibat penyakit jantung mencapai angka 17,8 juta kematian atau satu dari tiga kematian di dunia setiap tahun disebabkan oleh penyakit jantung. Gagal jantung paling banyak terjadi pada kelompok umur 75 tahun ke atas (4,7%), diikuti kelompok umur 65-74 tahun (4,6%), kelompok umur 55-64 tahun (3,9%) dan kelompok umur 45-54 tahun (2,4%). Data kasus penyakit jantung terbaru sebanyak 21,2 juta dengan penderita laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Ada beberapa cara dalam penanganan penyakit jantung  yaitu dengan obat-obatan seperti menggunakan obat golongan Angiotensin-Coverting Enzym (ACE-I), golongan Beta-Blockers, golongan Angiotensin Receptor Blockers (ARBs), golongan Angiotensin Receptor Neprilysin Inhibitor (ARNI), golongan Channel Blockers, dan golongan Diuretik. Metode penelitian menggunakan metode observasional dengan metode deskriptif yang bersifat retrospektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu sekitar 201 resep per tiga bulan pasien rawat jalan terdiagnosa penyakit gagal jantung yang berobat di RSAU dr. M. Salamun Kota Bandung. Sampel penelitian diambil secara Purposive Sampling dengan jumlah 134 resep. Analisis univariat. Dari hasil penelitian didapatkan penderita penyakit gagal jantung terbanyak ada pada usia 55 – 64 (32,84%), pada jenis kelamin perempuan (55,22%), dan penggunaan obat paling banyak ada pada golongan beta blockers jenis obat bisoprolol sebanyak (26,46%). Heart disease is one of the number one killer diseases in the world and in Indonesia. In data released by WHO in 2021, deaths due to heart disease reached 17.8 million deaths or one in three deaths in the world each year are caused by heart disease. Heart failure occurs most often in the age group 75 years and over (4.7%), followed by the age group 65-74 years (4.6%), the age group 55-64 years (3.9%) and the age group 45-54 years (2.4%). The latest heart disease case data is 21.2 million with more male sufferers than female sufferers. There are several ways to treat heart disease, namely with drugs such as using drugs from the Angiotensin-Coverting Enzyme (ACE-I) group, Beta-Blockers group, Angiotensin Receptor Blockers (ARBs) group, Angiotensin Receptor Neprilysin Inhibitor (ARNI) group, Channel Blockers group, and Diuretics group. The research method used an observational method with a retrospective descriptive method. The population in this study was around 201 prescriptions per three months of outpatients diagnosed with heart failure who were treated at RSAU dr. M. Salamun, Bandung City. The research sample was taken by Purposive Sampling with a total of 134 prescriptions. Univariate analysis. From the results of the study, it was found that the most sufferers of heart failure were aged 55 – 64 (32,84%), female (55.22%), and the most drug use was in the beta blockers group of bisoprolol type drugs as much as (26.46%).