Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Coffee Farm Agrotourism Model as Fluctuating Income Solution and Environmental Uncertainty in Kabupaten Bener Meriah and Aceh Tengah Siti Maimunah; Hamdiah Hamdiah; Yohana Dian Putri
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 1 (2022): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i1.3875

Abstract

Coffee is a leading commodity and a source of community income where coffee plantations are managed and owned by the community. This study aims to determine the effect of coffee plantation agro-tourism development on the solution of community income fluctuations and environmental uncertainty. This study uses primary data sourced from a questionnaire of as many as 170 respondents conducted by purposive sampling method. This research method uses a causal model survey method using path analysis techniques with Structural Equation Models (SEM). The results of data analysis obtained coefficient and significance values that illustrate that coffee plantation agrotourism has a significant effect on environmental uncertainty with a significant value of 0.000 which means that if coffee plantation agro-tourism is developed, it will be a solution to environmental uncertainty. Furthermore, coffee plantation agro-tourism also significantly affects people's income with a significant coefficient value of 0.000. If coffee plantation agro-tourism is developed, it will solve community income fluctuations. The role of the government has no effect on people's income with a significance value above 0.05 and does not affect environmental uncertainty with a significance value above 0.05. It shows no government influence in the development of coffee plantation agro-tourism. Moderation: The government's role is still fragile, with a negative coefficient value and a significant value greater than 0.05. This means that the government has not played a role in making coffee plantation agro-tourism one of the tourist destinations in Bener and Central Aceh districts. The conclusion is that the development of coffee plantation agro-tourism is a factor that can be used to increase people's income which is currently fluctuating because the coffee harvest influences it. The development of coffee plantation agro-tourism is also a factor that can overcome environmental uncertainty, where farming communities can use coffee fields as gardens that produce coffee fruit and at the same time as agro-tourism that can create new jobs, open up business opportunities and educate visitors about coffee.
Pelatihan Ekonomi Kreatif melalui Kerajinan Buket Bunga dari Kawat Bulu pada Remaja Putri di Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Maimunah, Siti; AR, Khairina; Putri, Yohana Dian; Fibarzi, Wiza Ulfa
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.22651

Abstract

Permasalahan pengangguran, terutama di kalangan remaja putri usia produktif, masih menjadi isu krusial yang perlu mendapatkan perhatian serius. Kurangnya akses terhadap lapangan kerja, minimnya keterampilan praktis, serta rendahnya motivasi untuk berwirausaha menjadi beberapa penyebab utama tingginya angka pengangguran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan remaja putri melalui pelatihan pembuatan buket dari kawat bulu, yang merupakan salah satu jenis kerajinan tangan bernilai estetika dan ekonomi tinggi. Pelatihan ini dilaksanakan di Desa Meunasah Mesjid, Kota Lhokseumawe, dengan pendekatan partisipatif dan metode pelaksanaan yang mencakup pemaparan materi, praktik langsung pembuatan buket, serta evaluasi hasil. Materi yang diberikan meliputi pengenalan bahan, teknik pembuatan, inovasi desain, serta potensi pemasaran produk. Praktik dilakukan secara intensif agar peserta mampu mengolah kawat bulu menjadi berbagai bentuk buket yang menarik dan layak jual, seperti buket bunga, snack, hingga produk tematik lainnya. Evaluasi dilakukan untuk mengukur pemahaman peserta dan kualitas produk yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan kemampuan teknis, kreativitas, serta tumbuhnya semangat untuk memulai usaha mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan rasa percaya diri dan kesadaran akan pentingnya kemandirian ekonomi bagi remaja putri. Program ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga berperan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan memberdayakan potensi lokal. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis keterampilan yang dapat direplikasi di daerah lain guna mendukung pengurangan angka pengangguran dan peningkatan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan industri kreatif lokal.
Optimalisasi Potensi Masyarakat Melalui Pelatihan Merangkai Seserahan Bagi Remaja Putri di Desa Blang Pulo Putri, Yohana Dian; Maimunah, Siti; AR, Khairina; Fibarzi, Wiza Ulfa
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi remaja putri di Desa Blang Pulo melalui pelatihan merangkai seserahan sebagai upaya pengembangan keterampilan kreatif berbasis budaya lokal. Remaja putri di wilayah pedesaan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, namun masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan produktif yang dapat mendukung kemandirian ekonomi. Merangkai seserahan dipilih sebagai fokus kegiatan karena memiliki nilai estetika, nilai budaya, serta peluang ekonomi yang menjanjikan dalam tradisi pernikahan masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan yang meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, praktik langsung, diskusi, serta evaluasi hasil kegiatan. Peserta kegiatan berjumlah 15 orang remaja putri Desa Blang Pulo dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep seserahan, teknik dasar pembuatan pola bentukan, perangkaian bahan seserahan, penyusunan dalam box, hingga proses finishing atau wrapping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam merangkai seserahan secara rapi dan menarik. Peserta mampu menghasilkan rangkaian seserahan yang memiliki nilai estetika serta menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dan kreativitas. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran peserta terhadap potensi keterampilan yang dimiliki sebagai peluang usaha kreatif. Pelatihan merangkai seserahan diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan produktif yang berkelanjutan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.