Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Tingkat Perkembangan Motorik Kasar pada Anak Usia 3-6 Tahun di TK Cemara 2 Surakarta PIPI ANONYMA
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.107 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v1i1.780

Abstract

ABSTRAKPerkembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan interaksi antara anak dengan orang tuanya. Berdasarkan data jumlah seluruh siswa anak didik TK Cemara 2 Surakarta terdapat 72 anak. Dari wawancara dengan beberapa orang tua siswa kebanyakan orang tua siswa berpendidikan tinggi, dan mereka juga mengatakan tidak tahu tentang pola asuh. Dari pernyataan gurunya  orang tua banyak yang tidak tahu kalau anak yang pada usia tersebut belum memenuhi tugas perkembangan motorik kasar yaitu seperti melompat, berjalan, menumpuk kubus. Desain penelitian digunakan dalam penelitian anak adalah studi deskriptif analitik yaitu penelitian ini bertujuan memaparkan informasi yang didapat dan pengujian atas hipotesis penelitian yang telah dilakukan.Variabel utama pada penelitian ini adalah pola asuh. Sampelnya yaitu semua ibu-ibu dan anaknya yang berusia 3-6 tahun di TK Cemara 2 Surakarta yang berjumlah 72 respondent. Kebanyakan pola asuh ibu adalah Demokratis sebanyak 27 anak (37,5%), dengan hasil pengukuran perkembangan motorik kasar DDST II dalam kategori normal yaitu sebanyak 16 anak (36,8%), dengan p value 0.016. Ada hubungan pola asuh ibu dengan tingkat perkembangan motorik kasar pada ibu-ibu dan anaknya yang berusia 3-6 tahun di TK Cemara 2 Surakarta. Kata kunci: Pola asuh ibu, perkembangan motorik kasar pada anak usia 3-6 tahun                    Relationship Between Maternal Parenting and Gross Motor Development Level in Children Aged 3-6 in TK Cemara 2 Surakarta PIPI ANONYMA1  1 A Lecturer Of Bachelor Of  Nursing AKPER Patria Husada Surakarta,p.anonyma@gmail.com,081329123333  ABSTRACT  Children's development is greatly influenced by the environment and interaction between children and their parents. The data shows in TK Cemara 2 Surakarta there are 72 students. From the interview to several parents, most parents are highly educated, but they did not understand parenting yet. Most of them do not know that children in this age have not fulfilled gross motor development task such as jumping, walking, stacking cubes. Descriptive analytic study is used as research design aims in describing the information obtained and testing the hypotheses of conducted research. Sampling was taken from all mothers and children aged 3-6 at TK Cemara 2 Surakarta, it was 72 respondent. Most of the respondent applied democratic parenting style as many as 27 children (37.5%), with the results of DDST II gross motor development in the normal category are 16 children (36.8%), p value obtained 0.016.There is a relationship between maternal parenting to the level of gross motor development in mothers and children aged 3-6 at TK Cemara 2 Surakarta. Keywords: mother foster parenting, gross motor development in children aged 3-6
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-6 TAHUN DI DESA MOJOREJO Pipi Anonyma; Ismi Purwaningsih
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 1 (2021): Stethoscope
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2035.216 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i1.842

Abstract

AbstrakPeran ibu sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.Pola asuh yang diterapkan ibu sangat erat kaitannya dengan perkembangan sosial.Usia 3-6 tahun merupakan usia pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tipe pola asuh otoriter akan membentuk anak menjadi pendiam dan sulit mengambil keputusan. Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pola asuh ibu dengan perkembangan sosial anak usia 3-6 tahun. Penelitian ini termasuk dalam jenis studi korelasi dengan desain penelitian Cross sectional dengan menggunakan kuesioner dan wawancara sebagai alat pengambilan data.Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Sample dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak usia 3-6 tahun sebanyak 41 responden. Analisa data yang digunakan adalah Kendall tau. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menerapkan pola asuh otoriter sebanyak 70,7%, sedangkan hasil observasi melalui DDST II diperoleh mayoritas anak dalam kategori fail sebanyak 58,5%. Hasil analisa data diperoleh nilai p value 0,002, ada hubungan antara pola asuh dengan perkembangan social pada anaka usia 3-6 tahun. Penelitian ini diharapkan agar orang tua merubah pola asuh yang diterakkan selama ini menjadi pola asuh demokratis, sehingga perkembangan anak akan baik sesuai tahap tumbuh kembang yang dilalui.Kata kunci :pola asuh ibu, perkembangan sosialMATERNAL PARENTING TO SOCIAL DEVELOPMENT OF CHILDREN 3 TO 6 YEARS OF AGE AT MOJOREJO VILLAGEAbstractMother's role is very important in the growth and development of children. Parenting style applied by mother is closely related to social development. Age 3-6 years is the age of optimal growth and development. This type of authoritarian parenting will make children quiet and difficult to make decisions. This study was aimed at determining whether there is a relationship between maternal parenting and social development of children aged 3-6 years. This research used correlation study with a cross sectional research design using questionnaires and interviews as data collection tools. The sampling technique used total sampling. The samplse in this study were all mothers who had children aged 3-6 years as many as 41 respondents. The data analysis employed Kendall tau. The research shows that the majority of respondents apply an authoritarian parenting pattern as much as 70.7%, while the results of observations through DDST II obtained the majority of children in the fail category as much as 58.5%. The results of data analysis obtained a p value of 0.002, there is a relationship between parenting and social development in children aged 3-6 years. Parents are expected to change the parenting style from the old-fashioned style to a democratic one, so children will have a better children development that suit to their growth and developmental stages.Keywords: maternal parenting, social development
PENGARUH GUIDED IMAGERY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA KEPERAWATAN SEMESTER 1 DALAM MENGHADAPI OCSE Yeni Nur Rahmayanti; Yeni Ambarsari; Pipi Anonyma
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i1.2199

Abstract

Ujian OSCE menimbulkan ketakutan seperti kecemasan, ketegangan, gelisah, sulit berkonsentrasi dan gangguan pencernaan. Sebuah studi pendahuluan melibatkan 20 mahasiswa keperawatan semester 1 yang menunjukkan bahwa mereka tidak mengetahui ujian OSCE yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kecemasan mereka. Upaya untuk mengurangi rasa cemas tersebut adalah dengan melakukan Guided Imagery yang dipadukan dengan alat musik klasik. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh guided imagery terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester 1 yang menghadapi OSCE. Dalam penelitian ini, metode Quasy Eksperiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah 32 mahasiswa dan meggunakan teknik Sampel Random Sampling . Hasilnya terdapat perbedaan rata-rata tingkat kecemasan pada kelompok eksperimen pretest sebesar 62,19 dan postest sebesar 54,88. Rerata kelompok kontrol adalah pretest 62,50 dan postest 63,00. Signifikansi Guided Imagery dalam menurunkan tingkat kecemasan adalah 0,00 atau ρ0,05. Oleh karena itu, disimpulkan terdapat Pengaruh Guided Imagery terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester 1 dalam menghadapi OSCE.
EFFECT OF SIMULATION-BASED SPLINTING TRAINING ONKNOWLEDGE AND SKILLS OF DESTANA VOLUNTEERS: A PRE–POSTEXPERIMENTAL STUDY Yeni Nur Rahmayanti; Fadma Aji Pramudita; Christiana Arin Proborini; Pipi Anonyma
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS) Vol. 9 No. 3 (2025): VOLUME 9 ISSUE 3 DECEMBER 2025
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2025/Vol9/Iss3/765

Abstract

A disaster is an event or series of events that threaten and harm people's lives,caused by natural factors, non-natural factors, or human activity, resulting inmaterial losses, loss of life, environmental damage, and psychologicalimpacts. Matesih District has many steep slopes and experiences heavyrainfall. This situation resulted in extensive erosion, soil weathering, andlandslides. One of the disasters that once struck Matesih was a landslide thatresulted in several people suffering minor injuries. Injuries experienced byresidents are usually related to the musculoskeletal system. This study aims toevaluate the impact of splinting training using simulation methods on theunderstanding and splinting skills of Destana volunteers in dealing withdisasters. The methodology used in this study is a quantitative research typewith a quasi-experimental design. There were 27 respondents who became thesample of this study, obtained through the Total Sampling Technique. Datawere analyzed using the Wilcoxon Test. The results of the Wilcoxon Testshowed a p-value of 0.000. This indicates the effect of splinting training usingsimulation methods on the understanding and splinting skills of Destanavolunteers in dealing with disasters in Girilayu Village, Karanganyar. Fromthese results, it can be concluded that splinting training using simulationmethods can improve the understanding and skills of splinting, so thatrespondents are more active in participating in the training and candisseminate the splinting skills they have learned.