Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGROTECH Research Journal

Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Air Cucian Beras Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Agus Dwi Andita; Sigit Muryanto; Margaretha Praba Aulia
AGROTECH Research Journal Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.85 KB) | DOI: 10.36596/arj.v2i2.617

Abstract

Limbah air cucian beras merupakan hasil buangan yang berasal dari proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga) yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis lagi, limbah air cucian beras mengandung beberapa komposisi seperti Karbohidrat, Protein, Lemak, Vitamin B1, Vitamin B3, Vitamin B6, Mangan, Fosfor, Zat Besi, Nitogen, Magnesium, Kalium dan Kalsium.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) terhadap pengaplikasian konsentrasi pupuk organik cair (POC) fermentasi limbah air cucian beras. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April s/d Agustus 2021. Bertempat di Sidomulyo RT 003 / RW 006 Penggung, Boyolali. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu pemberian pupuk organik cair (POC) fermentasi limbah air cucian beras 5 taraf perlakuan dan 6 ulanganyaitu perlakuan tanpa pemberian pupuk organik cair fermentasi limbah air cucian beras, perlakuan pemberian konsentrasi pupuk organik cair(POC) fermentasi limbah air cucian beras dengan 10 ml/L, 20 ml/L, 30 ml/L dan 40 ml/L. Data hasil pengamatan di analisa dengan menggunakan sidik ragam Anova dan DMRT 5% menggunakan SPSS seri 25.Hasil penelitian menunjukkan pemberian konsentrasi pupuk organik cair fermentasi limbah air cucian beras 40 ml/L secara umum memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan pertumbuhan dan hasil seperti jumlah daun, waktu berbunga, jumlah polong dan bobot segar polong per tanaman. Pengamatan jumlah daun terbanyak yaitu 20,44 helai pada 35 HST, waktu berbunga tercepat yaitu 36,50 HST, jumlah polong per tanaman tertinggi yaitu 4,00 polong per tanaman dan bobot segar polong per tanaman tertinggi yaitu 103,78 gr.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BERBASIS TELUR KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) Yoga Wahyu Saputra; Sigit Muryanto; dwi suci lestariana
AGROTECH Research Journal Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.695 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i2.619

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh POC terhadap pertumbuhan bibit cabai rawit merah dan memberikan informasi kepada petani, akademisi dan masyarakat umum khususnya petani cabai terkait pemanfaatan telur keong mas dalam pertumbuhan bibit cabai rawit merah. Penelitian ini adalah penelitian faktor tunggal dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), faktor perlakuan pada konsentrasi POC berbasis telur keong mas dengan taraf K0 (Kontrol), K1 (Konsentrasi 10 ml/liter air), K2 (Konsentrasi 20 ml/liter air) dan K3 (Konsentrasi 30 ml/liter air). Sehingga didapatkan 4 perlakuan dan perlakuan masing-masing diulang sebanyak 5 kali dengan jumlah sampel 30 tiap perlakuan sehingga didapatkan 120 polybag. Penelitian disusun dengan rancangan ligkungan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Hasil penelitian pada parameter tinggi tanaman perlakuan K1 memberikan hasil pertumbuhan yang paling tinggi diantara semua perlakuan dengan konsentrasi 10 ml/liter air. Pada parameter jumlah daun berbagai konsentrasi memberikan respon tidak berbeda nyata terhadap jumlah daun. Pada parameter panjang akar perlakuan K1 memberikan hasil pertumbuhan yang paling panjang diantara semua perlakuan dengan konsentrasi 10 ml/liter air. Aplikasi POC keong mas, pada bibit cabai rawit memberikan respon terbaik ketika diberikan pada konsentrasi 10 ml/liter air. Hal ini dibuktikan dengan respoin tinggi tanaman dan panjang akar yang paling tinggi dibandingkan dengan ke 3 konsentrasi lainnya. Dan hasil penelitian ini dapat digunakan referensi kepada petani yang memilik usaha pembibitan cabai sebagai bahan pengaya untuk meningkatkan kesuburan tanah.