Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Empiricism Journal

Return Pasar Modal dan Pasar Rakyat Fikri, M. Ali; Pascayanti, Yusifa
Empiricism Journal Vol. 3 No. 2: December 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i2.1006

Abstract

Relevansi nilai merupakan daya penjelas suatu hubungan dengan informasi akuntansi misalnya seperti return, laba, nilai buku, dan lain lain. Faktanya, banyak investor pasar modal di kalangan menengah ke atas dan investasi pasar rakyat dilakukan kalangan menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan return pasar saham dan pasar rakyat dengan menggunakan analisis uji beda Mann Whitney menggunakan sampel perusahaan retail di Bursa Efek Indonesia dan UMKM Pasar Tradisional di daerah Mataram, dengan signifikansi sebesar 0.00 (< 5%),  yang berarti bahwa terdapat perbedaan return antara Pasar Modal dan pasar Rakyat dan return Pasar Rakyat lebih menguntungkan dibandingkan dengan Pasar Modal. Capital Market Return and People's Market Abstract Value relevance is the explanatory power of a relationship with accounting information such as returns, profits, book values, and others. In fact, many capital market investors are in the upper middle class and people's market investments are made by the lower middle class. This study aims to examine the differences in returns on the stock market and the people's market using the Mann Whitney different test analysis using a sample of retail companies on the Indonesia Stock Exchange and MSMEs in traditional markets in the Mataram area, with a significance of 0.00 (< 5%), which means that there is a difference the return between the Capital Market and the People's market and the People's Market return is more profitable than the Capital Market.
Studi Akuntabilitas Yayasan di Nusa Tenggara Barat Fikri, M. Ali; BS, Sapto Hendri; Atikah, Siti; Sasanti, Elin Erlina
Empiricism Journal Vol. 4 No. 1: June 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i1.1288

Abstract

Organisasi tidak dapat dipisahkan dari keberadaan individu dan kelompok di sekitarnya seperti konsumen, kreditur, dan pemerintah. Semua pihak baik secara langsung atau tidak langsung menentukan kelangsungan hidup organisasi, termasuk organisasi sosial seperti yayasan. Permasalahan yang sering dijumpai dilapangan terkait kritik akuntabilitas yayasan yang sering kali kurang, terutama dalam hal akuntabilitas keuangan. Metode yang digunakan yakni berupa analisis survey penelusuran dokumen secara online yang terdapat di Nusa Tenggara Barat. Ditemukan bahwa yayasan cenderung menyajikan akuntabilitas mengenai kegiatan yang akan dan telah mereka lakukan serta lingkup organisasi secara umum. Sebanyak 375 NGO yang terdaftar sejak tahun 2014 sampai 2020 sedangkan pada tahun 2022 terdapat sejumlah 362 yayasan yang memperoleh bantuan namun tidak menyajikan akuntabilitas keuangan organisasi secara terbuka ke publik. Foundation Accountability Study in West Nusa Tenggara Abstract Organizations cannot be separated from the existence of individuals and groups around them such as consumers, creditors and the government. All parties either directly or indirectly determine the survival of the organization, including social organizations such as foundations. The problems that are often encountered in the field are related to criticism of foundation accountability which is often lacking, especially in terms of financial accountability. The method used is in the form of an online document search survey analysis in West Nusa Tenggara. It was found that foundations tend to present accountability regarding the activities they will and have undertaken and the scope of the organization in general. A total of 375 NGOs have been registered from 2014 to 2020, while in 2022 there were a total of 362 foundations that received assistance but did not present their organizational financial accountability openly to the public.
Analisis Return Saham pada Perusahaan Holding Company dan Non-Holding Company Fikri, M. Ali; Prasidya , Tusta Citta Ihtisan Tri; Waskito , Iman; Pascayanti, Yusifa; Reza, Ismalia
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan Return, Likuiditas, Leverage, dan Profitabilitas terhadap Return Saham Holding Company dan Non-Holding Company perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah  perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2021. Berdasarkan hasil analisa bahwa temuan dalam penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara perusahaan holding dan non holding bedasarkan rasio hutang dan profitabilitasnya, kecuali untuk likuiditas (current ratio) dan Return sahamnya. Perusahaan holding dengan anak perusahaan membutuhkan hutang dan memiliki profit yang tinggi untuk bertahan, sedangkan untuk likuiditas, semua perusahaan membutuhan likuiditas yang tinggi sehingga tidak ada perbedaan, dan terakhir respon investor diproksikan menggunakan return tidak mempengaruhi penilaian apakah entitas merupakan perusahaan holding atau non holding. Analysis of Stock Returns in Holding and Non-Holding Company Entities Abstract This research aims to analyze the differences in Return, Liquidity, Leverage, and Profitability concerning the Stock Return of Holding and Non-Holding Company entities. The sample used in this study consists of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the year 2021. Based on the analysis results, the findings indicate differences between holding and non-holding companies based on their debt ratios and profitability, except for liquidity (current ratio) and their Stock Return. Holding companies with subsidiaries require debt and maintain high profitability to sustain, whereas for liquidity, all companies require high liquidity, hence no distinction. Finally, the investor response, approximated using returns, does not affect the assessment of whether an entity is a holding or non-holding company.
Analisis Rasio Kinerja Perusahaan Manufaktur dan Perusahaan Dagang di Bursa Efek Indonesia Fikri, M. Ali; Atikah, Siti; Sasanti, Elin Erlina; Yanti , Yusifa Pasca
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja perusahaan manufaktur dan dagang di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 berdasarkan rasio keuangan ROA, CR, DER, dan return saham dengan pendekatan teori sinyal. Sampel penelitian mencakup 245 perusahaan, terdiri atas 177 perusahaan manufaktur dan 68 perusahaan dagang. Hasil analisis menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada rasio ROA, CR, dan DER antara kedua jenis perusahaan. Namun, terdapat perbedaan signifikan pada return saham, dengan perusahaan dagang mencatatkan return lebih tinggi dibandingkan perusahaan manufaktur. Temuan ini menyoroti fokus investor yang cenderung lebih tertarik pada pergerakan harga saham dibandingkan indikator kinerja keuangan lainnya. Hal ini mengindikasikan pentingnya informasi berbasis saham dalam pengambilan keputusan investasi. Performance Ratio Analysis of Manufacturing Companies and Trading Companies on the Indonesia Stock ExchangeAbstracthis study aims to analyze the performance differences between manufacturing and trading companies on the Indonesia Stock Exchange in 2021 based on financial ratios such as ROA, CR, DER, and stock return, employing signal theory. The research sample comprises 245 companies, including 177 manufacturing and 68 trading firms. Analysis using the Mann-Whitney test indicates no significant differences in ROA, CR, and DER ratios between the two company types. However, a significant difference was observed in stock returns, with trading companies recording higher returns than manufacturing firms. These findings highlight investors' focus on stock price movements over other financial performance indicators, emphasizing the importance of stock-based information in investment decisions.
Perbandingan Tarif Pajak dan Produk Domestik Bruto (PDB) Antar Negara Fikri, M. Ali; Rakhmawati, Intan; Prasidya, Tusta Citta Ihtisan Tri; Waskito, Iman
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/370tys98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tarif pajak dan pertumbuhan ekonomi yang diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) di 145 negara pada tahun 2024. Menggunakan analisis uji korelasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara tarif pajak, baik tarif pajak perusahaan maupun pajak pribadi dengan PDB. Koefisien korelasi antara PDB dan tarif pajak perusahaan adalah -0.03 dengan p-value 0.73, sedangkan antara PDB dan tarif pajak pribadi adalah -0.033 dengan p-value 0.696, yang menunjukkan bahwa perubahan tarif pajak tidak secara langsung mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, analisis perbedaan tarif pajak berdasarkan tingkat PDB negara menunjukkan bahwa negara dengan PDB tinggi cenderung memiliki tarif pajak penghasilan pribadi yang lebih tinggi (rata-rata 32%) dibandingkan dengan negara dengan PDB rendah (rata-rata 28%). Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam tarif pajak perusahaan antara kedua kelompok negara, dengan nilai rata-rata pajak perusahaan di negara dengan PDB tinggi sebesar 24.5% dan di negara dengan PDB rendah sebesar 21.5%. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun tarif pajak berperan dalam kebijakan fiskal suatu negara, faktor-faktor lain seperti kapasitas administrasi pajak dan kebijakan pengelolaan ekonomi yang lebih luas lebih dominan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menyarankan pentingnya kebijakan pajak yang seimbang, yang mempertimbangkan pendanaan pemerintah tanpa menghambat insentif investasi dan produktivitas.. Comparison of Tax Rates and Gross Domestic Product (GDP) Across Countries Abstract This study aims to identify the relationship between tax rates and economic growth measured by Gross Domestic Product (GDP) in 145 countries in 2024. Using correlation analysis, the results show that there is no significant relationship between tax rates, both corporate tax and personal income tax and GDP. The correlation coefficient between GDP and corporate tax rate is -0.03 with a p-value of 0.73, while the correlation between GDP and personal income tax rate is -0.033 with a p-value of 0.696, indicating that changes in tax rates do not directly influence economic growth. However, the analysis of tax rate differences based on the GDP level of countries shows that countries with higher GDP tend to have higher personal income tax rates (an average of 32%) compared to countries with lower GDP (an average of 28%). Nevertheless, no significant difference was found in corporate tax rates between the two groups, with the average corporate tax rate in high GDP countries being 24.5% and in low GDP countries being 21.5%. These findings suggest that although tax rates play a role in a country's fiscal policy, other factors such as tax administration capacity and broader economic management policies are more dominant in influencing economic growth. This study recommends the importance of a balanced tax policy that considers government financing needs without hindering investment incentives and productivity.