Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BUM DESA MAMBALAN MANDIRI SEJAHTERA BERBASIS MS EXCEL Waskito, Iman; Jumaidi, Lalu Takdir; Fikri, M. Ali; Rakhmawati, Intan; Bianca, Dilla
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2025
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v6i1.2670

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah memberikan penguatan kemampuan pengelola BUM Desa Mambalan Mandiri Sejahtera dalam menyusun laporan keuangan yang cepat dan akurat secara mandiri. Tujuan tersebut diwujudkan dalam bentuk pendampingan penyusunan laporan keuangan yang merupakan tindak lanjut dari program pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis excel yang sebelumnya telah diberikan kepada sejumlah BUM Desa di Kecamatan Batulayar. Pendampingan ini telah dilakukan selama empat bulan dengan jumlah pertemuan sesuai kebutuhan dan dapat dilakukan melalui daring maupun luring, sehingga efektif dan efisien. Setiap pertemuan fokus kepada pemahaman terhadap siklus akuntansi. Mulai dari menganalisis akun yang terdampak dari setiap transaksi keuangan yang terjadi, sampai dengan cara mengukur dan mencatat transaksi tersebut. Setiap solusi yang didapatkan selalu melalui diskusi logis, sehingga bendahara BUM Desa selaku penanggung jawab penyusunan laporan keuangan dapat memahami setiap solusi yang dihasilkan. Pemahaman ini sangat penting untuk menyelesaikan kendala serupa yang terjadi dikemudian hari secara mandiri. Pada masa akhir pendampingan Bendahara telah berhasil menyusun laporan keuangan berbasis MS. Excel.
Perbandingan Tarif Pajak dan Produk Domestik Bruto (PDB) Antar Negara Fikri, M. Ali; Rakhmawati, Intan; Prasidya, Tusta Citta Ihtisan Tri; Waskito, Iman
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/370tys98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tarif pajak dan pertumbuhan ekonomi yang diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) di 145 negara pada tahun 2024. Menggunakan analisis uji korelasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara tarif pajak, baik tarif pajak perusahaan maupun pajak pribadi dengan PDB. Koefisien korelasi antara PDB dan tarif pajak perusahaan adalah -0.03 dengan p-value 0.73, sedangkan antara PDB dan tarif pajak pribadi adalah -0.033 dengan p-value 0.696, yang menunjukkan bahwa perubahan tarif pajak tidak secara langsung mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, analisis perbedaan tarif pajak berdasarkan tingkat PDB negara menunjukkan bahwa negara dengan PDB tinggi cenderung memiliki tarif pajak penghasilan pribadi yang lebih tinggi (rata-rata 32%) dibandingkan dengan negara dengan PDB rendah (rata-rata 28%). Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam tarif pajak perusahaan antara kedua kelompok negara, dengan nilai rata-rata pajak perusahaan di negara dengan PDB tinggi sebesar 24.5% dan di negara dengan PDB rendah sebesar 21.5%. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun tarif pajak berperan dalam kebijakan fiskal suatu negara, faktor-faktor lain seperti kapasitas administrasi pajak dan kebijakan pengelolaan ekonomi yang lebih luas lebih dominan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menyarankan pentingnya kebijakan pajak yang seimbang, yang mempertimbangkan pendanaan pemerintah tanpa menghambat insentif investasi dan produktivitas.. Comparison of Tax Rates and Gross Domestic Product (GDP) Across Countries Abstract This study aims to identify the relationship between tax rates and economic growth measured by Gross Domestic Product (GDP) in 145 countries in 2024. Using correlation analysis, the results show that there is no significant relationship between tax rates, both corporate tax and personal income tax and GDP. The correlation coefficient between GDP and corporate tax rate is -0.03 with a p-value of 0.73, while the correlation between GDP and personal income tax rate is -0.033 with a p-value of 0.696, indicating that changes in tax rates do not directly influence economic growth. However, the analysis of tax rate differences based on the GDP level of countries shows that countries with higher GDP tend to have higher personal income tax rates (an average of 32%) compared to countries with lower GDP (an average of 28%). Nevertheless, no significant difference was found in corporate tax rates between the two groups, with the average corporate tax rate in high GDP countries being 24.5% and in low GDP countries being 21.5%. These findings suggest that although tax rates play a role in a country's fiscal policy, other factors such as tax administration capacity and broader economic management policies are more dominant in influencing economic growth. This study recommends the importance of a balanced tax policy that considers government financing needs without hindering investment incentives and productivity.
Perbandingan Return Investasi: Menilai Keuggulan Pasar Modal Dan Pasar Rakyat Aziz, Lalu Moh; Fikri, M. Ali
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 1.1
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i1.1.10452

Abstract

Penelitian ini membandingkan return investasi antara pasar modal dan pasar rakyat di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan populasi 44 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan 20 komoditas pangan di pasar rakyat Kota Mataram sebagai sampel. Data dikumpulkan secara sekunder dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif untuk memberikan gambaran perbandingan return harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa return rata-rata pasar modal adalah -0,74%, sementara pasar rakyat mencapai 0,03%. Analisis risiko menunjukkan bahwa pasar modal memiliki standar deviasi 3%, menunjukkan fluktuasi yang lebih tinggi, sedangkan pasar rakyat memiliki standar deviasi hanya 0,31%, menandakan stabilitas yang lebih baik.