Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANIFESTASI KLINIS STRES HOSPITALISASI PADA PASIEN ANAK USIA PRASEKOLAH Dewi Ika Sari; Yektiningayu Sestu Mahanani
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Penelitian Keperawatan (Online)
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v1i2.33

Abstract

Stres hospitalisasi pada anak akan menghambat pemberian perawatan anak secaraoptimal di rumah sakit. Anak yang mengalami tress hospitalisasi cenderung tidakkooperatif dalam tindakan keperawatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi manifestasi klinis stres hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah.Desain penelitian adalah deskriptif. Populasinya adalah pasien anak usia prasekolah diruang anak Rumah Sakit Baptis Kediri dengan subjek yaitu orang tua anak usiaprasekolah sebanyak 47 responden dengan tehnik purposive sampling. Variabel penelitianyaitu manifestasi klinis cemas karena perpisahan, kehilangan kendali, cidera tubuh dannyeri. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dengan distribusifrekuensi. Hasil penelitian didapatkan manifestasi klinis cemas karena perpisahan adalahsedang yaitu 36 responden (76,6%), kehilangan kendali adalah sedang yaitu 29 responden(61,7%), cidera tubuh dan nyeri yaitu pemasangan infus (93,6%), pengambilan sampeldarah sebanyak (91,4%), pemberian obat intravena (70,2%), pemberian obat peroral(57,4%) dan pengukuran suhu (51,1%). Kesimpulannya manifestasi klinis streshospitalisasi pada anak usia prasekolah meliputi cemas karena perpisahan, kehilangankendali dan cidera tubuh serta nyeri meliputi pemasangan infus, pengambilan sampeldarah, pemberian obat intravena dan respon terhadap pemberian obat oral sertapengukuran suhu tubuh.
Penguatan Etika Digital Mahasiswa Melalui Pembuatan Modul Beretika Digital dalam Pembelajaran Dewi Ika Sari; Muhammad Muslim Hidayatulloh
Tarbiya Islamica Vol. 13 No. 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v13i1.4034

Abstract

Penelitian ini mengembangkan modul pedoman beretika digital untuk meningkatkan kompetensi kewarganegaraan digital mahasiswa, dengan mengintegarasian teori maqasid syariah yang menekankan aspek agama, jiwa, dan akal sebagai landasan teroritis utama kerangka modul. Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Hannafin & Peck (analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, dan implementasi). Model ini menekankan tiga tahap inti (analisis kebutuhan, desain, pengembangan/implementasi) yang bersifat siklus dan fleksibel, memungkinkan revisi cepat berdasarkan masukan ahli dan uji coba lapangan. Survei melibatkan 200 mahasiswa menggunakan angket dengan skala likert 1-4 untuk mengidentifikasi kebutuhan mahasiswa. Hasil survei mengungkap perilaku rendahnya etika digital seperti: penggunaan gawai tidak relevan saat kuliah, plagiarisme konten AI, cyberbullying, komunikasi digital kurang sopan, dan ketidakdisiplinan dalam perkuliahan daring. Analisis menunjukkan empat faktor penyebab: (1) iklim akademik yang kurang mendukung, (2) ketimpangan antara ketergantungan teknologi dan pemahaman etika, (3) keterbatasan literasi digital mahasiswa, dan (4) normalisasi kebiasaan buruk seperti plagiarisme. Modul yang dikembangkan mencakup materi konsep etika digital, prinsip perilaku etis di ruang digital, serta latihan reflektif-evaluatif. Hasil uji-t membuktikan modul signifikan meningkatkan pemahaman etika digital sebesar 48% (p < 0.05) pada kelompok eksperimen dibanding kontrol. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pedoman etika digital berbasis nilai dalam kurikulum perguruan tinggi. Rekomendasi penelitian meliputi: (1) pelatihan dosen dalam penerapan modul, (2) penelitian longitudinal untuk dampak jangka panjang, dan (3) kolaborasi dengan pemangku kebijakan untuk menyusun standar nasional etika digital.
Pemaknaan Generative AI dalam Pendidikan: Perspektif Sekolah terhadap Penguatan Kewarganegaraan Digital Dewi Ika Sari; Sukron Mazid; Arif Subowo
Integralistik Vol. 37 No. 1 (2026): Januari :2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v37i1.34244

Abstract

The increasing accessibility of Generative Artificial Intelligence (GenAI) tools has driven their exploration and adoption in education. This qualitative research reveals the opportunities and challenges associated with integrating GenAI into education, as well as strategies to encourage teachers and students to use GenAI in the school environment. A survey of 56 Pancasila Education teachers in Magetan Regency at the junior high school level revealed their views on GenAI. Through written reflections, optimistic views about the role of GenAI in education were identified among the teachers, and several strategic ideas were proposed. Thematic analysis revealed three main practices for implementing AI: teaching/learning, administration, and assessment. However, three key challenges were also identified: school readiness, teachers' AI competency, and students' literacy and ethics in AI use. The results indicate that teachers have positive attitudes toward GenAI's potential to improve learning, teaching, and administration, but face obstacles such as limited competency, digital ethical risks, and unequal access to technology. Key findings emphasize the importance of three strategic aspects: teacher capacity building through case-based training, developing ethical guidelines for the use of AI in schools, and providing adequate infrastructure and technical support. The contributions given from the results of this study is to develop an effective strategy to embrace GenAI in Education so that it can encourage the transformation of educational culture that not only prioritizes technological skills, but also instills national character in the digital era.