Farid, Reynaldi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REALISASI INVESTASI JEPANG MELALUI JAPAN INTERNATIONAL COOPERATION AGENCY (JICA) DI INDONESIA TERKAIT PEMBANGUNAN MRT JAKARTA Farid, Reynaldi; Fuadi, Ahmad
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 8: Edisi II Juli - Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focuses on Japanese investment efforts in the transportation infrastructure sector in Indonesia, one of which is the construction of the Mass Rapid Transit (MRT). After the defeat of Japan in the seizure of the Jakarta-Bandung high-speed train contract by China in 2015, the railway sector became a prestigious project and made the rivalry between Japan and China in the struggle for various infrastructure projects in Indonesia even stronger. However, Japan has actually secured several railway projects such as the Jakarta-Surabaya Semi-fast Train and MRT Jakarta Phases 1 and 2.This study aims to find out how Japan's steps in realizing its investment in the construction of the Jakarta MRT. This research is analyzed through the perspective of liberalism which is studied more deeply using the theory of international cooperation and the level of analysis of the nation state. This study also uses descriptive research methods and secondary research data obtained from data collection techniques by literature study where data comes from official documents, a number of journals and news related to research.The results of this study indicate that the realization of Japanese investment in the construction of the Jakarta MRT in Indonesia, which consists of phase 1 and phase 2. The realization of this development investment can take place quite optimally, with several indicators such as phase 1 which has been operating and phase 2 which is under construction, the funding process is transparent and brings positive impacts such as employment, increased mobility and also has an impact on the environment. Keywords: JICA, Investment, Infrastructure, Transportation, MRT.
MANUAL DAN KOMPUTERISASI : MANAKAH YANG LEBIH EFEKTIF DALAM PENERAPAN SIKLUS AKUNTANSI Armayra, Miza; Suryanovianti, Elsa; Raihan, Muhammad; Syahidah, Nasywa; Farid, Reynaldi; Mulyani, Heni; Abdul Rozak, Rama Wijaya
JPEAKU (Jurnal Pendidikan Ekonomi Akuntansi Kewirausahaan) Vol 3 No 1 (2023): JPEAKU (Jurnal Pendidikan Ekonomi Akuntansi Kewirausahaan)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpeaku.v3i1.19981

Abstract

Revolusi Industri membuat perkembangan teknologi bergerak cepat. Dalam perkembangannya teknologi mampu merubah berbagai sektor, salah satunya sektor Pendidikan dalam pembelajaran akuntansi tingkat SMK. Dengan hadirnya teknologi pembelajaran akuntansi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu penerapan manual dan berbasis komputerisasi. Adanya narasi bahwa teknologi memudahkan kegiatan manusia membuat peneliti tertarik untuk membandingkan keefektifan antara penerapan siklus akuntansi secara manual dan komputerisasi. Penelitian ini menggunakan metode tes dan kuisioner untuk memperoleh data serta menggunakan studi literatur dari penelitian terdahulu yang relevan. Studi literatur digunakan untuk memperkuat permasalahan yang dikaji dan menjadi dasar dalam memberikan argumen mengenai kelebihan dan kekurangan dalam penerapan siklus akuntansi berbasis komputerisasi maupun berbasis manual. Penerapan siklus akuntansi secara manual masih digunakan karena konsep dasar siklus akuntansi ini tetap dipelajari dan lebih mudah dipahami oleh para peserta didik dan dari segi biaya juga tidak memerlukan biaya yang besar. Penerapan siklus akuntansi secara komputer lebih efektif dan efisien dalam mengolah data. Minimnya ketelitian dan pengerjaan yang tidak rapi menjadi kelemahan dalam penerapan siklus akuntansi menggunakan metode manual. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer menjadi kelemahan dalam penerapan siklus akuntansi berbasis komputerisasi, maka dari itu penerapan siklus akuntansi berbasis komputerisasi lebih kompleks selain itu tidak semua orang juga mampu memiliki akses terhadap komputer.