Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

DINAMIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNAWICARA RINGAN PADA SEKOLAH MENENGAH LUAR BIASA: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Ona Diana Bani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.421 KB)

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia anak tunawicara ringan di SMLB dituntut untuk bisa mencapai empat aspek keterampilan berbahasa diantaranya keterampilan membaca, menulis, menyimak dan berbicara. Saat pembelajaran Bahasa Indonesia anak tunawicara ringan di SMLB sering mengalami kendala berkomunikasi dengan guru, hal ini disebabkan karena perkembangan bahasa anak tunawicara ringan sangat berkaitan erat dengan indra pendengaran. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mendeskripsikan dinamika pembelajaran Bahasa Indonesia anak tunawicara ringan di SMLB. Teori yang digunakan adalah teori psikolinguistik dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat masalah-masalah yang dialami anak tunawicara ringan saat belajar Bahasa Indonesia yaitu anak tunawicara ringan sulit berkomunikasi dengan guru saat belajar, siswa bosan dan jenuh saat belajar Bahasa Indonesia karena guru hanya berceramah, sehingga solusi terhadap masalah pembelajaran Bahasa Indonesia anak tunawicara ringan di SMLB yaitu saat pembelajaran Bahasa Indonesia sebaiknya guru lebih banyak menggunakan komunikasi secara oral dan isyarat, media pembelajaran sangat penting untuk menarik perhatian anak tunawicara ringan saat belajar Bahasa Indonesia seperti gambar, rekaman audio visual, teks tulis, media cetakan dan memilih metode saat belajar Bahasa Indonesia disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan anak tunawicara ringan seperti metode oral, metode isyarat, metode demonstrasi, metode menulis dan metode face to face.
Penggunaan Konjungsi Antarkalimat Dalam Paragraf Oleh Siswa Kelas XI SLTA Ona Diana Bani; Ronni Marthen Ndun
Kode : Jurnal Bahasa Vol 10, No 4 (2021): Kode: Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.219 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v10i4.30774

Abstract

Konjungsi antarkalimat mempunyai peranan penting dalam mengungkapkanpenalaran penulis terhadap sesuatu hal atau topik. Tanpa konjungsiantarkalimat tidak akan jelas penalaran dan pola pengembangan sebuahparagraf sebagai wadah pengungkapan gagasan yang lengkap. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan konjungsi antarkalimat dalamparagraf oleh siswa kelas XI SLTA Negeri 6 Kupang yang bermanfaat untukmeningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia untuk membentukkemampuan menulis siswa SLTA. Metode yang digunakan pada penelitian iniadalah metode deskriptif kualitatif. Dalam menulis paragraf, siswa kelas XISLTA Negeri 6 Kupang dapat membentuk paragraf yang padu berdasarkanpenggunaan konjungsi antarkalimat dalam paragraf walapun masih terdapatkesalahan-kesalahan dalam paragraf. Berikut konjungsi antarkalimat yangdigunakan (a) konjungsi kausatif seperti penggunaan oleh karena itu, dan olehsebab itu; (b) penggunaan konjungsi konsekutif seperti penggunaan akhirnya,dan dengan demikian; (c) penggunaan konjungsi penambahan sepertipenggunaan ada juga, juga, pula, dan bahkan; (d) penggunaan konjungsipertentangan seperti penggunaan akan tetapi; dan (e) penggunaan konjungsisyarat seperti penggunaan jika. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agarpembelajaran menulis di sekolah perlu diefektifkan dengan menuntun siswamenulis dengan baik terutama perumusan paragraf dengan memperhatikanpenggunaan bentuk bahasa yang baik dan benar.
Interferensi Morfologis Verba Bahasa Dawan Dalam Pemakaian Bahasa Indonesia Tulis Siswa Kelas VIII SLTP Ronni Marthen Ndun; Ona Diana Bani
Kode : Jurnal Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Kode: Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.773 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v11i1.33494

Abstract

Interferensi merupakan suatu gejala dalam proses belajar bahasa kedua karena faktor sistem kebahasaan yang telah dikuasai oleh pembelajar yang sedang belajar bahasa kedua. Gejala ini terindikasi dalam pemakaian bahasa tulis siswa kelas VIII SLTPN 4 Nekamese Kabupaten Kupang tahun pelajaran 2020/2021 sebagai subjek didik berbahasa ibu bahasa Dawan yang sedang mempelajari bahasa Indonesia. Penelitian ini didasari konsep dasar interferensi sebagai suatu gejala kesalahan berbahasa melalui identifikasi, klasifikasi, penjelasan kesalahan, dan interpretasi daerah kesulitan serta perbaikan kesalahan. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Interferensi morfologis verba bahasa Dawan dalam penggunaan verba bahasa Indonesia disebabkan perbedaan sistem morfolgis verba bahasa Indonesia dan bahasa Dawan; (2) Siswa kelas VIII SLTPN 6 Nekamese Kabupaten Kupang tahun pelajaran 2020/2021 masih mengalami kesulitan dalam membentuk kata kerja bahasa Indonesia karena pengaruh interferensi bahasa ibu siswa yaitu bahasa Dawan. Interferensi verba dimaksud adalah (a) Interferensi verba berprefiks {me-}; (b) Interferensi verba berprefiks {ber-}; (c) Interferensi verba berprefiks {me-kan}; (d) Interferensi verba berprefiks {me-i}. (3) Interferensi yang terjadi terhadap bentuk verba bahasa Indonesia adalah penggunaan bentuk verba dasar sebagai predikat dalam berbagai konstruksi kalimat verbal bahasa Indonesia siswa. (4) Interferensi ini menghasilkan bentuk verba yang tidak menyatakan peran morfologis subjek dan objek.
Makna dan Nilai Tuturan Sasaok Pada Masyarakat Rote Ronni Marthen Ndun; Ona Diana Bani
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 16, No 4: November 2021
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nusa.16.4.368-382

Abstract

This study aims to identify, interpret and describe in order to obtain a clear picture of the meaning and value contained in the sasaok speech by using cultural linguistic theory and qualitative descriptive methods. The Sasaok traditional ceremony for the Rote community is a series of very sacred processes that must be passed by each prospective husband and wife which includes the lu'u inak stage (introductory stage), the natane inak stage (proposal stage), the nggani eik stage (confirmation stage) and the mbeda dode stage (intermediate stage) where each stage has its own speech and has meaning and value that must be maintained and respected by every married couple that is legalized by custom and cannot be separated except death.
Tuturan Ritual Songgo Kamba pada Masyarakat Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao Ona Diana Bani; Ronni Marthen Ndun
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 16, No 4: November 2021
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nusa.16.4.397-410

Abstract

The purpose of this study is to identify, interpret and describe in order to provide an objective picture of the meaning and function contained in the ritual speech of songgo kamba in the people of Lobalain District, Rote Ndao Regency. This study uses cultural linguistic theory and qualitative descriptive methods. The songgo kamba ritual is a form of ritual for the people of Rote Ndao Regency to ask for protection and strength and health, especially for the cattle in the form of buffalo during the process of cultivating the fields. This ceremony is led by a mana songgo and is carried out in the uma lai section of the traditional house (the second stage of the traditional house). The songgo kamba ritual should not be done arbitrarily because this ritual is very sacred for the people of Rote.
Kemampuan Menulis Cerpen Berdasarkan Pengalaman Pribadi Siswa Kelas XI SMA Negeri 7 Kota Kupang Merujuk Pada Unsur-Unsur Kebahasaan Tahun Pelajaran 2023/2024: Indonesia Henuk, Engse; Bani, Ona D.; Boimau, Sanhedri
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v8i1.197

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen berdasarkan pengalaman dan menemukan penulisan  kata dan kesalahan penggunaan  tanda baca yang ada. Teori yang digunakan teori struktural sastra untuk mengarah kepada unsur-unsur pembangun dalam cerpen. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode ini di uraikan semua fakta yang di temukan. Data yang di ambil dari hasil kerja siswa, setelah itu di deskripsikan dan di analisis. berdasarkan hasil analisis, maka dapat disimpulkan bahwa hasil kemampuan menulis cerpen berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa dari 69 siswa yang di teliti terdapat 27  siswa dengan presentase 39,58  yang termasuk kategori baik, kategori cukup sebanyak 37 siswa dengan presentase 50,42  kategori kurang sebanyak 5 siswa dengan presentase 10 . Dari kemampuan menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas XI SMA Negeri 7 Kota Kupang, merujuk pada unsur-unsur kebahasaan dengan jumlah keseluruhan siswa yang mendapat nilai sesuai unsur intrinsik cerpen dan unsur kebahasaan dari 69 siswa adalah siswa yang termasuk kategori sangat baik adalah 2 orang dengan prsentase 10 , siswa yang termasuk dalam kategori baik sebanyak 40 orang dengan prsentase 54,5 , siswa yang termasuk kategori cukup sebanyak 27 orang dengan presentase 35,5 .
Kemampuan Menulis Teks Anekdot Bermuatan Kearifan Lokal Pada Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri Noemuke Tahun Pelajaran 2024/2025: Indonesia Nesimnasi, Adriana; Bani, Ona Diana; Oematan, Richard
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v8i2.467

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIIIA SMP Negeri Noemuke dalam menulis teks anekdot bermuatan kearifan lokal. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif. Pendekatan normatif adalah suatu metode penelitian yang berfokus pada penelitian dan evaluasi pada suatu fenomena atau objek yang sedang dipelajari berdasarkan pada standar, nilai, atau norma yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif yaitu suatu mekanisme kerja penelitian yang mengandalkan uraian deskriptif kata atau kalimat yang disusun secara cermat dan sistematis mulai dari menghimpun data sehingga menafsirkan dan melaporkan hasil penelitian. Hasil penelitian kemampuan menulis teks anekdot bermuatan kearifan lokal pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri Noemuke Tahun Pelajaran 2024/2025, menunjukkan sangat baik yang terdiri dari 8 orang, cukup baik terdiri dari 6 orang, baik terdiri dari 1 orang, dan kurang baik terdiri dari 5 orang. Kemampuan menulis teks anekdot bermuatan kearifan lokal pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri Noemuke Tahun Pelajaran 2024/2025 dengan nilai rata-rata kelas 73,7 kategori baik. The purpose of this study is to describe the ability of class VIIIA students of Noemuke State Junior High School in writing anecdotal texts containing local wisdom. The approach used is a normative approach. A normative approach is a research method that focuses on research and evaluation of a phenomenon or object being studied based on established standards, values, or norms. The method used is descriptive qualitative. Descriptive qualitative is a research work mechanism that relies on descriptive descriptions of words or sentences that are arranged carefully and systematically starting from collecting data to interpreting and reporting research results. The results of the study on the ability to write anecdotal texts containing local wisdom in class VIIIA students of Noemuke State Junior High School in the 2024/2025 Academic Year, showed very good consisting of 8 people, quite good consisting of 6 people, good consisting of 1 person, and poor consisting of 5 people. The ability to write anecdotal texts containing local wisdom in class VIIIA students of Noemuke State Junior High School in the 2024/2025 Academic Year with an average class value of 73.7 in the good category.
Kemampuan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Melalui Metode Kolaborasi Pada Siswa Kelas VIIG SMP Negeri 3 Kupang Tahun Pelajaran 2025/2026 Libna Yunita Bayfeto; Sanhedri Boimau; Ona Diana Bani; Arnot Kolnel
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2812

Abstract

The problem in this study is how the ability of seventh-grade G students of SMP Negeri 3 Kupang in writing observation report texts. The purpose of this study is to describe the ability of seventh-grade G students of SMP Negeri 3 Kupang in writing observation report texts. The benefits are: for students, as an effort to improve their ability to write observation report texts; for readers, it can serve as reflective material for researching writing skills in observation report texts; for researchers, this study is expected to provide new insights and experiences regarding the learning activities of writing report text skills; and for subject teachers, as input for providing further guidance to students who experience difficulties in writing report text activities. The approach used is a normative approach. A normative approach is a research method that focuses on examining and evaluating a phenomenon or object under study based on established standards, values, or norms. The method used is descriptive qualitative. Descriptive qualitative is a research working mechanism that relies on descriptive explanations of words or sentences arranged carefully and systematically, starting from data collection to interpreting and reporting the research results. The results of the study on the ability to write observation report texts through the collaborative method among seventh-grade G students of SMP Negeri 3 Kupang in the 2025/2026 academic year show that the percentage of students who obtained a very good score was 13 students (52%), students in the good category amounted to 7 students (28%), and students in the fairly good category amounted to 5 students (20%). Thus, the ability to write observation report texts through the collaborative method among seventh-grade G students of SMP Negeri 3 Kupang in the 2025/2026 academic year, classically, falls into the good category with a class average score of 84.28.
Kemampuan Menulis Cerpen Melalui Pembelajaran Berbasis Multimedia pada Siswa Kelas VII E SMP Negeri 3 Kupang Tahun Pelajaran 2025/2026 Realita Helianak; Ronni M. Ndun; John Darwis Fallo; Ona Diana Bani
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12121

Abstract

This study aims to describe students' ability in writing short stories through multimedia-based learning. This study employs a descriptive method with a quantitative and qualitative approach. Data collection techniques were carried out through the assignment of writing short stories, which were then analyzed based on scoring guidelines covering four assessment aspects, namely the content aspect of the short story, the structure aspect of the short story, the linguistic aspect, and the creativity aspect. The subjects of this study were 30 students of SMP Negeri 3 Kupang, specifically seventh-grade E students, consisting of 16 males and 14 females. The results of this study indicate that students' ability in writing short stories through multimedia-based learning is still varied. In the content aspect of the short story, some students have been able to align the theme with the story's content, but there are still those who are lacking in connecting the theme with the story's content. In the structure aspect of the short story, most students have been able to write stories according to the short story structure, but there are still several students who pay less attention to the short story structure in their writing. In the linguistic aspect, some students have been precise in using vocabulary and formal language, but there are several students who still use everyday language. Meanwhile, in the creativity aspect, some students have been able to create stories well, although there are several aspects that still need to be improved. In terms of percentages, students who obtained a score in the very capable category amounted to 14 students (46.67%), students in the capable category amounted to 9 students (30.00%), and students in the fairly capable category amounted to 7 students (23.33%). The final average score they obtained was 80.6. Thus, the ability to write short stories through multimedia-based learning among seventh-grade E students of SMP Negeri 3 Kupang falls into the capable category.
Nilai Psikologi Tokoh Utama Dalam Novel “Aku Tak Membenci Hujan” Karya Sry Puji Hartini Melsa Lianti Batuk; Sanhedri Boimau; John Darwis Fallo; Ona Diana Bani
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12263

Abstract

The issues raised in this study are (1) what is the psychological condition of the main character, and (2) what are the psychological values found in the novel "Aku Tak Membenci Hujan" by Sry Puji Hartini. The aim of this study is to describe the psychological condition of the main character in the novel "Aku Tak Membenci Hujan" by Sry Puji Hartini, and to describe the psychological values of the main character in the novel. The benefits of this research are (1) to contribute to the development of literary studies, particularly in the field of literary psychology, (2) to serve as a reference or comparative material for future researchers who wish to examine the novel, (3) to help readers understand the emotional and mental aspects of the main character, (4) to enhance appreciation for the work of local authors, and to highlight the messages for researchers. The theory adopted in this study is psychological theory. The data analysis method used by the author as the basis of the research analysis is the qualitative descriptive method. The data analysis technique in this study is based on the psychological dimension perspective that underlies the life of the main character. From the results of the data analysis, it can be concluded that in the novel "Aku Tak Membenci Hujan" by Sry Puji Hartini, the main character Karang Samudra exhibits psychological symptoms including trauma, dissociative amnesia, fear, and dissociative fugue. The psychological values of the main character include self-confidence, steadfastness, motivation, and empathy.