Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MEMBANGUN KERUKUNAN ANTAR MASYARAKAT TRANSMIGRAN JAWA DENGAN MASYARAKAT LOKAL DI DESA LAEYA KECAMATAN WAKORUMBA UTARA Busri, Busri; Hak, pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i3.23052

Abstract

ABSTRAK: penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk menjelaskan latar belakang adanya modal sosial dalam membangun kerukunan masayarakat suku Jawa dengan masyarakat lokal di UPT Laeya Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara. (2) Untuk mendekskripsikan fungsi dan peran modal sosial masing-masing etnik membangun kerukunan masyarakat di UPT Laeya Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara. (3) Untuk mengetahui Pola Interaksi Antara Masyarakat Lokal dan Masyarakat Pendatang (Suku Jawa) di UPT Laeya dalam Membangun Hubungan Harmonis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan pengamatan. Analisis data dilakukan melalui model interaktif yang terdiri dari 1) reduksi, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan. Validitas, data yang terdiri dari 1) Kepercayaan, 2) Transferabilitas, 3) Dependabilitas, 4) Konfirmabilitas dan Triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial yang terjadi antara masyarakat lokal dan masyarakat pendatang di UPT Laeya berjalan dengan harmonis, dimana masyarakat lokal dan masyarakat pendatang lebih mengutamakan hubungan dalam hal kerja sama. Tidak ada diskrimasi dalam interaksi sosial yang terjadi. Terdapat banyak bentuk interkasi sosial yang terjadi antara masyarakat lokal dan masyarakat pendatang di UPT Laeya Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara, diantaranya adalah membangun masjid, membuka lahan baru, pesta penen serta membantu diacara hajatan. Semua ini dilakukan secara bersama-sama dengan tujuan untuk mempererat persaudaraan antara masyarakat lokal dan masyarakat pendatang di UPT Laeya. Tidak ditemukan sama sekali kendala dalam interaksi sosial yang terjadi antara masyarakat lokal dan masyarakat pendatang di UPT Laeya Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara. Hal ini dikarenakan pada dasarnaya baik masyarakat lokal dan masyarakat pendatang telah paham bagaimana cara bermasyarakat yang baik.  
PEMIKIRAN JASSER AUDA DALAM MEMAHAMI MAQASYID SYARIAH KLASIK MENUJU MAQASYID SYARIAH KONTENPORER Busri, Busri; Selamet, Selamet; Hakim, Luqman
Jurnal Ekonomi Sakti Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : LPPM - STIE SAKTI ALAM KERINCI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36272/jes.v13i3.357

Abstract

Abstract Pemikiran Jasser Auda dimulai dengan kritik terhadap Usul Fiqh. Penelitian ini menjawab pertama, Usul al-Fiqh cenderung tekstual dan mengabaikan tujuan teks; kedua, klasifikasi beberapa teori usul al-Fiqh mengarah pada logika biner dan dikotomis; ketiga, analisa usul al-Fiqh bersifat reduksionis dan atomistik. Selain itu, Jasser Auda juga mengkritik Maqasid klasik yang terlalu fokus pada kemaslahatan individu sehingga tidak mampu menjawab masalah global saat ini. Oleh karena itu, Jasser Auda memperluas cakupan dan dimensi teori maqasid klasik untuk menjawab tantangan zaman modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menghasilkan teori Jasser Auda yaitu sitem sebagai pendekatan dalam hukum Islam, dan mengembangkan seperangkat kategori dengan menggunakan enam fitur sistem, yaitu sifat kognitif, saling keterkaitan, keutuhan, keterbukaan, multidimensionalitas, dan kebermaknaan, penelitian ini juga mengungkap sosok Pemikir Maqasyid Syariah Kontenporer dimana beliau tidak menghilangkan maqasyid Syariah Klasik hanya saja beliau mengembangkan ke kontenpore sesuai kebutuhan masyrakat saat ini. Penelitian ini dirasa penting pada perkembngan saat ini dengan kebutuhan hukum yang terus berkembang. Jasser Audha dengan konsep Maqasyid Syariahnya mampu menghubungkan keenam hal tersebut dengan kebutuhan hukum ummat Islam saat ini. Jadi pemikiran Jasser Audha sangat relevan sebagai landasan hukum Maqasyid Syariah saat ini agar umat Islam tidak terlalu fanatik pada satu pendapat dan lebih terbuka.
Inovasi Digital dan Kepercayaan Publik: Riset Persepsi dan Analisis Pada Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Busri, Busri; Haning, Mohamad Thahir
Kybernology : Journal of Government Studies Vol 4, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjgs.v4i2.16691

Abstract

Public trust plays an important role in forming a productive and responsive government, especially when the government faces pressure to provide effective services with limited resources. This study analyzes public trust in motor vehicle tax payment services in Pinrang Regency. This study uses a mixed research approach, qualitative data collection through semi-structured interviews with the community and employees at the UPT Samsat Pinrang about the factors that influence public trust and researcher observations for three months at the service office. A survey of public satisfaction with the service was conducted from July to September 2024 showing that the length of service was considered lacking, resulting in a perception of dissatisfaction (value 2.63 on a scale of 4.00). Indicators of credible commitment include consistent implementation of SOPs, digital innovation even though access to technology is still a challenge, service principles based on smiles and greetings, and the use of regional languages to build good relationships. Honesty is reflected in the openness of cost information, although there is still a stigma of extortion due to lack of socialization. Employee competence is seen from mastery of technology, regulations, and interpersonal skills. Justice is realized through transparent queues, although it still faces obstacles from brokers and the stigma of "insider". This study provides insights into the role of digital innovation and the importance of interpersonal approaches for frontline bureaucrats in enhancing public trust.
Inovasi Digital dan Kepercayaan Publik: Riset Persepsi dan Analisis Pada Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Busri, Busri; Haning, Mohamad Thahir
Kybernology : Journal of Government Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjgs.v4i2.16691

Abstract

Public trust plays an important role in forming a productive and responsive government, especially when the government faces pressure to provide effective services with limited resources. This study analyzes public trust in motor vehicle tax payment services in Pinrang Regency. This study uses a mixed research approach, qualitative data collection through semi-structured interviews with the community and employees at the UPT Samsat Pinrang about the factors that influence public trust and researcher observations for three months at the service office. A survey of public satisfaction with the service was conducted from July to September 2024 showing that the length of service was considered lacking, resulting in a perception of dissatisfaction (value 2.63 on a scale of 4.00). Indicators of credible commitment include consistent implementation of SOPs, digital innovation even though access to technology is still a challenge, service principles based on smiles and greetings, and the use of regional languages to build good relationships. Honesty is reflected in the openness of cost information, although there is still a stigma of extortion due to lack of socialization. Employee competence is seen from mastery of technology, regulations, and interpersonal skills. Justice is realized through transparent queues, although it still faces obstacles from brokers and the stigma of "insider". This study provides insights into the role of digital innovation and the importance of interpersonal approaches for frontline bureaucrats in enhancing public trust.