This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Hadiwidodo, Yoyok Setyo
Departemen Teknik Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Gerak SPM Hex-07 dan Tegangan Lokal pada Mooring Lug Gymnastiar, Farhan; Hadiwidodo, Yoyok Setyo; Syahroni, Nur; Rachman, Abdur
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.118499

Abstract

Floating structure seperti kapal tanker yang saat ini banyak digunakan untuk eksplorasi minyak dan gas bumi dipengaruhi oleh beban lingkungan. Perlu untuk meminimalisir gerak dari kapal tanker dengan menggunakan Single Point Mooring (SPM). SPM berguna sebagai sistem tambat untuk meredam gerak dari tanker serta dapat mentransfer minyak dan gas ke tempat pemrosesan selanjutnya. Mooring lug pada Turntable Bearing Unit SPM akan mengikuti arah gerak tanker. Analisis respon yang dilakukan menghasilkan arah heading terbesar untuk tanker dari gerakan roll arah 90˚ pada kondisi ballast dengan nilai 3.592 deg/m. Sedangkan untuk SPM dengan respon terbesar dari gerakan pitch arah 0˚ dengan nilai 3.323 deg/m. Analisis tension juga dilakukan dan memperoleh tension terbesar pada Hawser PS dengan nilai 771.199 kN dengan semua tension yang dihasilkan dibawah safety factor dari ABS Guide for Position Mooring Systems. Analisis tegangan lokal pada mooring lug akibat tension menghasilkan nilai maksimum sebesar 226.46 MPa pada variasi ke-3, semua tegangan tergolong aman karena dibawah tegangan izin sebesar 253.65 mengacu pada ABS Rules for Building Classing Single Point Moorings.
Analisis Tegangan pada Variasi Shackle Saat Proses Upending Struktur Jacket Empat Kaki Pada Tahap Instalasi Tribuana, Intan Permata; Hadiwidodo, Yoyok Setyo; Handayanu, Handayanu
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.118900

Abstract

Struktur Jacket adalah rangka ruang tubular yang dilas yang terdiri dari kaki vertikal atau kaki dengan kemiringan yang didukung oleh sistem bracing lateral. Pada proses perancangan jacket terdapat tiga tahap besar, yaitu tahap fabrikasi, tahap loadout, dan tahap instalasi atau pemasangan. Metode instalasi lepas pantai yang biasa digunakan adalah lifting. Terdapat dua metode lifting, yaitu vertikal dan horizontal. Lifting horizontal akan dilanjutkan dengan proses upending. Upending merupakan suatu proses memutar struktur dari posisi horizontal menjadi posisi vertikal. Upending menjadi salah satu proses pada instalasi yang paling kritis. Proses instalasi khususnya proses upending juga memperhatikan perlengkapan penting yang digunakan yaitu shackle. Analisis pada penelitian ini diawali dengan proses pemodelan crane barge dan pemodelan jacket dengan menggunakan data yang ada. Analisis kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengecekan response amplitude operator atau RAO dari crane barge. Output dari analisis ini akan digunakan menjadi input pada proses pemodelan upending untuk dilakukan analisis lebih lanjut. Struktur jacket dimodelkan ulang dengan menggunakan tools line dengan ukuran dan spesifikasi sesuai data. Hasil dari analisis upending yaitu didapatkan output berupa maksimum tegangan sling sebesar 478,139 kN. Tegangan sling maksimum ini akan digunakan sebagai input beban pada analisis shackle. Analisis tegangan pada shackle diawali dengan pemodelan terhadap kedua jenis shackle, yaitu Dee dan Bow Shackle. Hasil yang didapatkan dari analisis adalah hasil tegangan von mises sebesar 331,00 MPa untuk Bow Shackle dan 330,93 MPa untuk Dee Shackle.
Analisis Integritas Struktur Jacket Wellhead Platform Tiga Kaki Akibat Pengaruh Scouring Nurahmad, Nauval; Hadiwidodo, Yoyok Setyo; Handayanu, Handayanu
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.115986

Abstract

Indonesia memiliki bermacam-macam bangunan lepas pantai yang beroperasi, salah satunya adalah jacket plat-form. Dalam merancang jacket platform, perlu memerhati-kan beberapa aspek seperti beban-beban yang terkena struktur tersebut maupun faktor alam seperti scouring. Scouring dapat mengakibatkan integritas struktur berkurang karena hilangnya vertical dan lateral support pada tanah. Selain itu, scouring me-nyebabkan penurunan safety factor pada pile. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis integritas dan prediksi kedalaman scouring agar struktur dapat beroperasi sesuai codes. Penelitian ini menjelaskan mengenai analisis integritas struktur dengan metode analisis inplace untuk mengetahui pengaruh scouring terhadap kekuatan member, sambungan, maupun fondasi dan mengetahui maksimum kedalaman scouring yang diizinkan oleh codes. Hasil analisis didapat bahwa maksimum kedalaman scouring yang diizinkan oleh API RP 2A WSD pada struktur ini adalah kedalaman 5 m dengan pile compression safety factor bernilai 1.5 pada pile PB2 dan PA3 yang sudah mencapai batas safety factor yang diizinkan, yaitu 1.5. Member kritis terjadi pada member 303L-122X dengan Unity Check (UC) sebesar 0.95 dan sambungan kritis terjadi pada joint 702L dengan UC sebesar 0,546 pada kedalaman scouring 5 m.
Analisis Lokal Sambungan Kritis Akibat Pengaruh Scouring pada Tripod Jacket Platform Khabibah, Lindah; Hadiwidodo, Yoyok Setyo; Handayanu, Handayanu
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.147148

Abstract

Kegagalan struktur lepas pantai dapat terjadi apabila dalam perencanaan desain tidak melakukan analisa terhadap faktor yang mempengaruhinya. Salah satu parameter yang harus ditinjau adalah kemampuan struktur dalam menahan beban ketika terjadi scouring. Peristiwa scouring dapat mengakibatkan penurunan daya dukung pondasi baik secara vertikal maupun lateral sehingga akan mengurangi kekuatan struktur. Karena itu, penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh scouring terhadap struktur tripod jacket platform. Analisis awal dilakukan untuk mengetahui maksimum kedalaman scouring yang dapat diterima struktur serta integritas struktur karena pengaruh scouring. Salah satu luaran yang dihasilkan pada analisis tersebut adalah sambungan kritis yang nantinya akan digunakan dalam analisis distribusi tegangan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, didapatkan maksimum kedalaman scouring agar struktur tetap layak beroperasi berada pada kedalaman 2,4 m. Member kritis terjadi pada member 130-202L dengan Unity Check (UC) 0,997 dan sambungan kritis terjadi pada joint 203L dengan besar UC 0,536 pada maksimum kedalaman scouring. Nilai Safety Factor pada masing-masing pile sudah melebihi 1,5. Tegangan maksimum sambungan kritis berlokasi pada daerah saddle dengan kondisi non scouring bernilai 205,51 Mpa dan kondisi max scouring bernilai 213,81 Mpa. Karena itu, struktur dikatakan masih layak beroperasi untuk 20 tahun ke depan saat mengalami scouring dengan maksimum kedalaman 2,4 meter.
Analisis Pengaruh Settlement terhadap Kekuatan Struktur Jacket dan Konfigurasi Rigging pada Proses Roll-up Tahap Fabrikasi Apsari, Elyta Adriyanti Dwi; Hadiwidodo, Yoyok Setyo; Syahroni, Nur
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.147795

Abstract

Offshore Substation merupakan infrastruktur yang sangat penting untuk menunjang aktivitas eksploitasi energi angin di lepas pantai. Untuk membangun platform substation, diperlukan beberapa tahapan fabrikasi dan konstruksi salah satunya yaitu proses roll-up. Pada proses roll-up tersebut, terjadi penurunan tanah pada fabrication yard yang mengakibatkan struktur jacket mengalami kemiringan dan memungkinkan terpapar risiko terjadinya kegagalan, sehingga dapat mengurangi efektivitas dari integritas struktur jacket. Pada penelitian Tugas Akhir ini, akan dilakukan analisis konfigurasi roll-up seperti rigging, dan temporary structure digunakan pada proses roll-up. Pemodelan dan analisis statis struktur jacket menggunakan software SACS v11.3 dengan variasi roll-up angle yaitu 0°, 50°, 75°, 81°, 85°, dan 94.74° untuk mengetahui nilai unity check (UC) pada member dan joint strength dari struktur jacket. Kemudian, analisis dilanjutkan pada respon/reaksi support akibat roll-up dan penurunan tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur jacket masih memenuhi kriteria desain dan tidak mengalami kegagalan dengan unity check maksimum untuk member jacket yaitu 0.630 dan unity check maksimum untuk joint strength 0.809. Pada analisis rigging didapatkan konfigurasi 12 sling, 16 shackel, dan 4 crane untuk mendukung proses roll-up ini. Diperoleh efisiensi maksimum untuk sling yaitu sebesar 85.35%; 72.17% untuk shackel dan 89.44% untuk crane. Untuk analisis reaksi tumpuan akibat settlement didapatkan reaksi maksimum 2432.91 kN pada U-Saddle 1 dan 1462.31 kN pada V-Saddle A2.