Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Semantik Kata Shirath Dalam Al-Qur’an Gunarti, Tri Tami; Mubarok Ahmadi; Pratiwi, Intan
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 1 (2024): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Jawa Timur: Prodi. Ilmu Al Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin IAI Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqon.v7i1.2531

Abstract

In the Quran, there are numerous terms that use the word "shirath" in its singular form or in conjunction with other words. The word "shirath" is often translated as a narrow bridge to heaven or a bridge as thin as a hair. This study aims to explore the meaning of "shirath" as found in the Quran and to examine its implications in social life. The word "shirath" is mentioned 43 times in the Quran with various derivations, making it an interesting subject for research. The method used is qualitative with a library research approach, utilizing primary data from Quranic exegesis and Hadith, as well as secondary data from journals, scholarly articles, and references related to the research. The analysis employed in this study is based on the semantics of Toshihiko Izutsu. The results indicate that "shirath" represents the straight path to heaven. In social life, "shirath" is interpreted as following Allah's commands and avoiding His prohibitions.
Momfluencer dan Komunikasi Ibu-Anak Perempuan tentang Tubuh dan Gender di Era Media Sosial: Systematic Literature Review dan Proposisi Teoretis untuk Konteks Non-Barat Mubarok Ahmadi; Tri Tami Gunarti tritami
EQUALITY: Journal of Gender, Child, and Humanity Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Equality: Journal of Gender, Child, and Humanity
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan, Jawa Timur Indoensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/equality.v4i1.5610

Abstract

Fenomena momfluencer para ibu yang membagikan pengalaman pengasuhan di media social telah mengubah secara fundamental dinamika komunikasi keluarga, khususnya dalam hubungan ibu dan anak perempuan tentang tubuh dan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis literatur tentang momfluencer dan komunikasi ibu-anak perempuan, mengidentifikasi bias geografis dalam literatur global, dan merumuskan proposisi teoretis untuk penelitian di konteks non-Barat. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020, penelitian ini menganalisis 42 artikel dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar (2010–2026), dengan sintesis data menggunakan pendekatan meta-etnografi. Temuan mengidentifikasi enam tema utama: (1) penguatan peran gender tradisional, (2) resistensi terhadap ideologi intensive mothering, (3) dampak pada citra tubuh dan kesehatan mental ibu, (4) komunikasi ibu-anak sebagai agen sosialisasi gender di era digital, (5) negosiasi identitas oleh anak perempuan, dan (6) praktik sharenting. Penelitian ini menemukan bias geografis yang signifikan 73,8% studi dilakukan di konteks Barat dan merumuskan enam proposisi teoretis spesifik untuk konteks non-Barat yang melibatkan nilai malu, hormat, gotong royong, extended family, norma gender lokal, dan konteks religius. Kontribusi utama penelitian ini adalah tiga hal: (1) klarifikasi konseptual yang membedakan dimensi interpersonal dan parasocial dalam komunikasi ibu-anak, (2) integrasi teori klasik sosialisasi gender dengan teori komunikasi digital kontemporer (mediatization, algorithmic imaginaries, datafication of parenting), dan (3) konsep dualitas momfluencer sebagai agen reproduksi dan resistensi norma gender. Penelitian ini membuka agenda penelitian masa depan yang lebih inklusif secara geografis dan kultural.