Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Tentang Triage di IGD Rumah Sakit Semen Padang Hospital Weni Mailita; Willady Rasyid
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i2.1206

Abstract

Triage diambil dari bahasa Perancis yaitu Trier yang artinya mengelompokkan atau memilih. Sistem ini pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan di medan pertempuran dan digunakan bila terjadi bencana. Di medan pertempuran, triage digunakan untuk menentukan prioritas penanganan pada perang dunia pertama. Klasifikasi ini digunakan oleh para tentara perang untuk mengidentifikasi tentara korban perang yang mengalami luka ringan dengan tujuan agar setelah dilakukan tindakan penanganan dapat kembali kemedan perang (Andrayoni., 2019). Perawat harus mempertimbangkan banyak faktor yang berpotensi mempengaruhi proses pengambilan keputusan dalam memenuhi kebutuhan pasien (Cristine., 2017). Peran triage membutuhkan keterampilan penilaian klinis yang sangat tinggi, dan dasar pengetahuan yang relevan untuk membedakan keluhan yang tidak mendesak dari kondisi yang mengancam jiwa di lingkungan pekerjaan sibuk dan membuat stres (Varndell., 2019). Peningkatan pasien tanpa diimbangi dengan tenaga kesehatan atau sarana prasarana dapat menjadi permasalahan stres kerja yang dirasakan oleh perawat (Nurazizah, 2017). Tindakan yang dilakukan individu cenderung dipengaruhi oleh informasi dimilikinya.Sikap yang positif terhadap suatu informasi yang diterima seseorang dapat mempengaruhi setiap tindakan yang akan dilakukannya. Seseorang yang bersikap positif akan cenderung untuk memahami dengan benar setiap informasi yang ada, sebaliknya sikap yang negative terkadang akan memberikan pemahaman informasi yangs alah (Andrayoni., 2019). Sikap dan keterampilan petugas kesehatan IGD sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan klinis agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan pemilahan saat triage sehingga dalam penanganan pasien bisa lebih optimal dan terarah. semakin baik pengetahuan perawat tentang triage maka sikap perawat tentang triage juga semakin baik (Kholiq., 2018). Jenis penelitian yang digunakana dalah analitik yaitu melihat hubungan antar dua variabel dengan pendekatan crosssectional, dalam penelitian ini variabel independen (dukungan dan beban keluarga) dan variabel dependen (Tingkatan Skizofrenia)yangdi kumpulkan dalam waktu bersamaan. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Semen Padang Hospital yang dilakukan pada bulan April sampai Agustus 2021. Pengumpulan data dilaksanakan selama 1 minggu mulai dari tanggal 1 s/d 6 Mei 2021 dengan analisa data yaitu analisa univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Luaran penelitian yang ditargetkan adalah artikel ilmiah di publikasi dalam Jurnal Nasional Terakreditasi.
Pendidikan Kesehatan Self Care Activity pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Willady Rasyid; Hidayatul Rahmi; Deski, Febby Irianti
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 3 No. 2 (2024): JPIK - Desember 2024 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v3i2.74

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic diseases characterized by chronic hyperglycemia due to impaired insulin secretion, decreased insulin action, or both, which can cause long-term damage to various organs. DM patients who are not managed properly are at risk of experiencing macro and micro complications, which increase morbidity. Self-care activity is an important strategy in controlling blood glucose levels and preventing DM complications. There are five important points in DM management: diet, exercise, pharmacological therapy, blood sugar monitoring, and foot care. Kuranji Health Center faces an increase in DM cases every year and a lack of patient knowledge about type 2 DM and self-care activity. This community service (PKM) aims to improve knowledge and management of self-care activity in an effort to reduce blood glucose levels and prevent complications in type 2 DM patients. The program is implemented by providing self-care activity health education. The location of the PKM activity is at the Kuranji Padang Health Center. This activity began with the provision of health education about type 2 DM and self-care activity. This community service activity was attended by 30 participants. Before being given PKM, the patient's knowledge was poor as many as 25 people (83.3%) and good knowledge as many as 5 people (16.7%) then after being given PKM, the patient's knowledge became good as many as 29 people (96.7%).