Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pola Pemberian Makan Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak Umur 24 – 59 Bulan Ardiansyah, Muhammad Ivan; Setyarini, Tri Kartika; Fuad, Wijayanti
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.165

Abstract

Abstrak Stunting dapat disebabkan faktor langsung (bayi Berat Badan Lahir Rendah, penyakit infeksi, jenis kelamin, riwayat anemia ibu) serta faktor tidak langsung (imunisasi tidak lengkap, status ekonomi keluarga, pola pemberian makan anak). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan riwayat anemia ibu hamil dan pola pemberian makan anak terhadap kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di kelurahan Geneng kecamatan Batealit, Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel secara simple random sampling. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 85 responden. Uji statistik menggunakan uji chi – square untuk analisis bivariat dan uji multiple logistic regression untuk analisi multivariat. Responden yang mengalami stunting sebesar 56,5%, dan ibu yang memiliki riwayat anemia sebesar 55,3%, sedangkan ibu dengan pola pemberian makan anak tidak baik sebesar 62,4%. Riwayat anemia ibu dan pola pemberian makan anak berpengaruh terhadap kejadian stunting anak umur 24–59 bulan di kelurahan Geneng, kecamatan Batealit, Jepara (p=0,002 dan p=0,000). Pola pemberian makan anak merupakan faktor yang lebih berpengaruh terhadap kejadian stunting dibandingkan riwayat anemia ibu. Terdapat hubungan antara riwayat anemia ibu dan pola pemberian makan anak terhadap kejadian stunting. Kata Kunci: Pola pemberian makan; Riwayat anemia ibu; Stunting Abstract Failure to achieve maximum growth is the definition of stunting, calculated based on height for age (TB/U) with a limit value of less than minus 2 SD. Globally, according to the United Nations Children's Fund, in 2018 there were 22.2% of children experiencing stunting, or 1 in 4 children aged 0 to 5 years in the world had a stunting problem. Stunting can be caused by direct factors (low birth weight babies, infectious diseases, gender, history of maternal anemia) and indirect factors (incomplete immunizations, family economic status, child feeding patterns). This study aims to analyze the relationship between a history of anemia in pregnant women and child feeding patterns to the incidence of stunting in children aged 24-59 months in Geneng village, Batealit sub-district, Jepara. This research is an analytic observational study with a cross sectional approach. The sampling method is simple random sampling. The research sample used was 85 respondents. Statistical test using chi-square test for bivariate analysis and multiple logistic regression test for multivariate analysis. This study was conducted after obtaining ethical approval. Respondents who experienced stunting were 56.5%, and mothers who had a history of anemia were 55.3%, while mothers with poor child feeding patterns were 62.4%. History of maternal anemia and child feeding patterns affect the incidence of stunting in children aged 24–59 months in Geneng sub-district, Batealit sub-district, Jepara (p=0.002 and p=0.000). Child feeding pattern is a more influential factor on the incidence of stunting than the history of maternal anemia. There is a relationship between a history of maternal anemia and child feeding patterns on the incidence of stunting.. Keywords: Stunting; history of maternal anemia; feeding patterns.
Analysis of Suspected Factors in Tuberculosis Cases in Semarang City Using a Logistic Regression Model Amri, Ihsan Fathoni; Rohim, Febrian Hikmah Nur; Ardiansyah, Muhammad Ivan; Saputra, Farid Sam; Supriyanto; Ningrum, Ariska Fitriyana; Nakib, Arman Mohammad
Scientific Journal of Computer Science Vol. 1 No. 1 (2025): June
Publisher : PT. Teknologi Futuristik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64539/sjcs.v1i1.2025.32

Abstract

Tuberculosis (TB) is one of the world's deadliest infectious diseases, with Indonesia being among the countries with the highest TB burden. Semarang City, as an urban area with a dense population, faces significant challenges in controlling TB, particularly among vulnerable populations. This study identifies significant risk factors influencing TB incidence in Semarang City using a binary logistic regression model. Descriptive analysis reveals an imbalance in the data, with the majority of patients categorized as "not indicated for TB." Chi-Square tests show that variables such as shortness of breath, persistent fever for more than one month, diabetes mellitus, and household contact are significantly associated with TB incidence. The logistic regression model demonstrates overall significance (G statistic = 275.13; p-value = 1.23×10−55), with shortness of breath and diabetes mellitus emerging as major risk factors based on odds ratio interpretation. However, the model's performance in detecting the "indicated for TB" category is very low (Precision 36.36%; Recall 2.05%; F1-Score 3.88%), despite an overall accuracy of 87.25%. The poor performance in the "1" category and the Pseudo R2 value of 7% are likely related to data imbalance, where the number of cases in the "1" category is much smaller than in the "0" category, leading to bias toward the majority class. Additionally, the distribution of predictor variables that do not provide sufficient information to distinguish the "1" category from the "0" category further contributes to the model's limited ability to explain data variability overall.
Pelatihan Pembuatan Dashboard untuk Pemberdayaan Remaja Kanguru di Desa Gayamsari : Pengabdian Amri, Ihsan Fathoni; Hersoelistyorini, Wikanastri; Ardiansyah, Muhammad Ivan; Multiyaningrum, Riska
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5750

Abstract

Artikel ini melaporkan pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberdayakan Remaja Kanguru di Desa Gayamsari melalui pelatihan pembuatan dashboard. Di era transformasi digital, literasi data dan kemampuan visualisasi informasi menjadi keterampilan penting dalam meningkatkan tata kelola dan transparansi organisasi. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa dokumentasi dan pelaporan kegiatan masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi dalam sistem digital yang terstruktur. Program dilaksanakan dengan metode partisipatif yang meliputi sosialisasi, praktik pengolahan data menggunakan spreadsheet, pembuatan dashboard berbasis Google Data Studio, serta pendampingan pascapelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh 15 remaja aktif. Meskipun terdapat kendala koordinasi lokasi akibat perubahan kepengurusan masjid, kegiatan berhasil dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) sebagai bentuk strategi adaptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengelola data, menyusun laporan, dan membuat dashboard interaktif. Evaluasi kepuasan menunjukkan 14 peserta menyatakan sangat puas dan 1 peserta menyatakan puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Program ini membuktikan bahwa pelatihan literasi digital berbasis dashboard efektif dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme organisasi kepemudaan berbasis komunitas.