Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERENCANAAN STRUKTUR DINDING PENAHAN TANAH SETRA TUNON DESA ADAT PEJATEN, KECAMATAN KEDIRI, KABUPATEN TABANAN, BALI Rani, Ni Made Sintya; Ardika, I Nyoman; Pramana, I Made Wahyu; Parthama, Kadek Adi
Bangun Rekaprima Vol. 9 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v9i2.5073

Abstract

Desa Adat Pejaten, Kabupaten Tabanan, Bali, memiliki Setra Tunon yang menjadi wadah kegiatan adat bagi masyarakat yang hingga kini senantiasa menjaga budaya warisan leluhur. Saat ini kondisi dinding penahan tanah pada Setra Tunon telah mengalami kerusakan dan diupayakan untuk dilakukan pembuatan serta perbaikan. Dalam upaya perbaikan dinding penahan tanah maka perlu dilakukan renovasi secara bertahap untuk mencegah keruntuhan tanah yang lebih parah. Untuk mendukung rencana tersebut, harus disertai dengan perencanaan yang baik berupa gambar rencana dan kelengkapannya. Kolaborasi tim Pengabdian Kepada Masyarakat dengan pihak mitra menjadi kunci dari keberhasilan kegiatan ini, sehingga permasalahan yang ada di lapangan dapat dicarikan solusinya secara bersama-sama. Keberhasilan target menyediakan capaian berupa gambar rencana struktur dinding penahan tanah diharapkan bermanfaat sebagai pedoman bagi desa adat dalam proses pengaturan, pembuatan Rencana Anggaran Biaya, serta dapat digunakan sebagai kelengkapan pengajuan proposal pengumpulan dana pengaturan setra Tunon
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS SAPI BALI DI WILAYAH BINAAN PROYEK PEMBIBITAN DAN PENGEMBANGAN SAPI BALI DI BALI SURANJAYA, I GDE; ARDIKA, I NYOMAN; INDRAWATI, R.R.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 13, No 3 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.174 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas sapi balitelah dilakukan di wilayah binaan dari Proyek Pembibitan dan Pengembangan Sapi Bali (P3Bali) di Bali. Dataproduktivitas sapi bali yang dicatat oleh pihak P3Bali yaitu bobot sapih umur 205 hari, bobot setahun umur 365hari, sifat reproduksi yakni lama bunting, selang kawin setelah beranak dan selang beranak. Faktor lokasi (Li),musim kelahiran pedet (Ml), jenis kelamin pedet (Kk) dan Paritas (Pm) ditetapkan sebagai pengaruh tetap (fix factors)serta pejantan di dalam lokasi (Jj) sebagai pengaruh acak (random factor). Hasil penelitian menunjukkanbahwa rataan bobot sapih sapi bali di wilayah ini secara umum diperoleh sebesar 97,42±5,28 kg dan bobot setahunsebesar 148,95±7,23 kg. Faktor kelompok pejantan dalam lokasi, jenis kelamin pedet dan paritas secara nyata berpengaruhterhadap bobot sapih (P<0,05), sedangkan bobot setahun secara sangat nyata (P<0,01) dipengaruhi olehsemua faktor tersebut. Sementara untuk sifat-sifat reproduksi yaitu rataan lama bunting diperoleh 284,87±0,33hari, tidak nyata dipengaruhi oleh faktor lokasi, musim, jenis kelamin dan paritas. Selang kawin setelah beranakdiperoleh selama 125,99±5,97 hari dan nyata dipengaruhi oleh musim dan paritas, sedangkan lokasi dan jeniskelamin tidak berpengaruh nyata. Sifat selang kawin setelah beranak diperoleh selama 125,99±5,97 hari. Selangberanak diperoleh selama 400,88±6,24 hari, dan tidak nyata dipengaruhi oleh semua faktor kecuali musim kelahiran.Melihat kenyataan tersebut, maka usaha untuk meningkatkan kualitas dan mutu sapi bali dapat dilakukanberdasarkan sifat produksi dan sifat reproduksinya dengan faktor-faktor yang dipertimbangkan.
Peningkatan Pengetahuan Serta Keterampilan Penulangan dan Pengecoran Pada Masyarakat Candi Kuning, Tabanan, Bali Surya Herlambang, Fajar; Purnawirati, I.G.A. Neny; Ardika, I Nyoman; Intara, I Wayan; Suasira, Wayan; Jaya, I Made
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2023): Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/mapnj.v6i3.5725

Abstract

Reinforced concrete is the most widely used structure compared to steel or wood. Reinforced concrete is generally very easy to work with. The material is very easy to get. It's so easy, it's often done by workers who don't have knowledge and skills about concrete structures. This condition is exacerbated by building owners who do not pay attention to the details of reinforced concrete structures. The owner does not want to pay for the planning consultant or supervisor. The combination of these causes the condition of the building to be not in a safe condition even though in reality there are still many buildings that are being worked on haphazardly and are still in good condition. In the rules of Civil Engineering where safety is the main thing, the conditions above must be corrected. One of the efforts of the academic community to improve this situation is to implement a Community Service Program (PKM) in the form of Technical Guidance (Bimtek) for construction workers. This Bimtek is filled with the provision of theory and practice. The theory presented is knowledge about reinforcement and concrete constituent materials. While the practice consists of working on reinforcement: cutting, bending and assembling reinforcement. For concrete practice consists of mixing and casting concrete. From this Bimtek, the construction workers understand and able to do reinforcement, mix and pour concrete properly. It is hoped that after attending this Bimtek, the construction workers will be able to apply their knowledge and skills to the projects they are working on in order to obtain a good reinforced concrete structure. In its implementation, this Bimtek received a good reception from the Perbekel and the community. In his speech, the Perbekel of Candi Kuning Village hoped that the masons who had attended this Bimtek would become pioneers of correct concrete structure work, be able to increase competitiveness and get increased wages. Through the representatives of the participants, they expressed their gratitude for the knowledge taught and hoped that similar activities could be carried out again.