Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KETEPATAN WAKTU PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) PEMERINTAH ACEH TAHUN 2025 Fahlevi, Nova; Surahmi, Nadia; Kurnia, Reza
Getsempena Health Science Journal Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v3i2.3322

Abstract

Ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis merupakan salah satu peningkatan kedisiplinan petugas dalam pengembalian berkas rekam medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Pemerintah Aceh Tahun 2025. Di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Pemerintah Aceh Tahun 2025 bahwa pengembalian berkas memiliki waktu 3x24 jam setelah pasien dinyatakan pulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis di ruang rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif, dengan jumlah populasi penelitian ini 24 orang petugas rekam medis dan 3 orang petugas rekam medis sebagai sampel. Hasil penelitian Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Pemerintah Aceh Tahun 2025 dapat di simpulkan bahwa Ketidaklengkapan berkas rekam medis di ruang rawat inap di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh Tahun 2025 “Tidak Lengkap” Alur pengembalian dokumen berkas rekam medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh Tahun 2025 “Sesuai” Ketidakjelasan penulisan dokter pada berkas rekam medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh Tahun 2025 “Jelas”. Saran dari peneliti kepada pihak Rumah Sakit adalah perlunya peningkatan kedisiplinan petugas dalam pengembalian berkas rekam medis di Rumah Sakit.AbstractThe timeliness of returning medical record files is one of the improvements in the discipline of officers in returning medical record files at the Aceh Government Mother and Child Hospital (RSIA) in 2025. At the Aceh Government Mother and Child Hospital (RSIA) in 2025, the file return period is 3x24 hours after the patient is declared home. This study aims to analyze the timeliness of returning medical record files in the inpatient room. This study uses a qualitative descriptive method, with a population of 24 medical record officers and 3 medical record officers as samples. The results of the Aceh Government Mother and Child Hospital (RSIA) study in 2025 can be concluded that the incompleteness of medical record files in the inpatient room at the Aceh Government Mother and Child Hospital in 2025 "Incomplete" The flow of returning medical record file documents at the Aceh Government Mother and Child Hospital in 2025 "Appropriate" The unclear writing of the doctor on the medical record file at the Aceh Government Mother and Child Hospital in 2025 "Clear". The researcher's suggestion to the Hospital is the need to improve the discipline of officers in returning medical record files at the Hospital.
Pengisian Rekam Medis Form Monitoring Ketidaklengkapan di Ruang PICU Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh Anita, Julia; Khatimah, Cut Husnul; Surahmi, Nadia; Nurhayati; Najwa, Sucita
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 19 No. 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v19i1.1302

Abstract

Hasil observasi di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Pemerintah Aceh masih ditemukan kelengkapan pengisian lembar resume medis di Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) 92,39% dan ketidaklengkapan 7,6%, dan pada lembar pengantar rawat kelengkapan 96,9% dan tidak lengkap 3,02%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengisian lembar rekam medis Ruang PICU berdasarkan Form Monitoring Ketidaklengkapan Lembar Pengisian Rekam Medis (KLPCM) di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Pemerintah Aceh. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rekam Medis pada tanggal 16 s/d 18 April 2025 dengan jumlah populasi dan sampel yaitu berkas pasien Ruang PICU dari bulan Oktober s/d Desember Tahun 2024 sebanyak 42 berkas. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan checklist pada komponen utama rekam medis, yaitu lembar masuk dan keluar pasien, resume medis, general consent, pengantar rawat, serta rekonsiliasi dan riwayat pengobatan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian pada lembar masuk dan keluar pasien 100%, kelengakapan resume medis 91% dan tidak lengkap 9%, kelengkapan general consent 100%, kelengkapan pengantar rawat 95% dan ketidaklengkapannya 5%, dan kelengkapan rekonsiliasi dan riwayat pengobatan hanya 56% tidak lengkap 44%. Temuan ini menegaskan perlunya monitoring rutin dan peningkatan pemahaman tenaga kesehatan terhadap pentingnya pengisian rekam medis yang lengkap. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan untuk mengoptimalkan pengisian lembar rekam medis yang belum terisi 100% agar dapat meningkatkan mutu rumah sakit.
Pengembangan Rekam Medis Elektronik pada Rehabilitasi Medik Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh Anita, Julia; Fahlevi, Nova; Khatimah, Cut Husnul; Surahmi, Nadia; Yusuf, T. Alfansuri
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 19 No. 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v19i1.1316

Abstract

Pengembangan Rekam Medis Elektronik (RME) dalam rehabilitasi medik merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka rehabilitasi rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh. Terdapat permasalahan yang ditemukan pada saat survei awal yaitu tentang kebutuhan informasi seperti belum adanya data informasi yang cukup untuk kebutuhan informasi rawat jalan. Selain itu untuk keamanan dan privasi belum terlaksana sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai implementasi dan pengembangan kebutuhan informasi dalam sistem RME, serta keamanan dan privasi data pasien. Dengan memanfaatkan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan petugas rekam medis, dilaksanakan pada tanggal 15 - 20 Januari 2026 di ruang pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh, populasi dan sampel berjumlah 5 orang petugas. Berdasarkan hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa pengembangan Rekam Medis Elektronik (RME) untuk rehabilitasi medik rawat jalan telah berjalan dengan baik. Petugas telah melaksanakan tanggung jawab mereka sesuai dengan SOP yang ditetapkan dan sudah dalam kategori Sesuai, akan tetapi masih ada beberapa kendala yang terjadi seperti kebutuhan untuk meningkatkan sistem pelayanan, jaringan yang kurang stabil dan memperbarui fitur-fitur dalam sistem RME. Diharapkan kepada Pihak Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh agar lebih meningkatkan sistem pelayanan, jaringan yang kurang stabil, memperbarui fitur - fitur dalam RME, dan memberikan pelatihan tambahan kepada petugas agar tidak terjadi keterlambatan dalam melayani pasien.