Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gambaran Standar Pemeliharaan Berkas Rekam Medis Pada Ruang Penyimpanan Rumah Sakit Datu Beru Takengon Putri, Sartika Maulida; Jannati, Raidhatul; Anita, Julia; Khatimah, Cut Husnul; Ismail, Ismail
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9663

Abstract

Abstrak− Berkas rekam medis merupakan alat untuk merekam, mencatat, terjadinya transkasi pelayanan sehingga harus dijaga keamanan dan kerahasiannya dari bahaya pencurian dan kerusakan, yang diantaranya intrinsik (pengaruh tinta dan kualitas tinta) dan ekstrinsik (kerusakan biologi dan kimia). Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana gambaran Standar Pemeliharaan Berkas Rekam Medis Pada Ruang Penyimpanan Rumah Sakit Datu Beru Takengon. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif (mix Method). Penelitian ini dilakukan di  bagian ruang penyimpanan Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon. Cara pengumpulan data menggunakan wawancara serta observasi, teknik pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling dengan jumlah sampel 9 orang (1 Kepala Instalasi rekam medis dan 8 orang petugas penyimpanan berkas rekam medis) serta observasi terhadap berkas rekam medis yang berjumlah 99 berkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan berkas rekam medis yang dikategorikan berat berjumlah 46%, dikategorikan sedang 28% dan dikategorikan ringan 26%. Penyebab kerusakan berkas rekam medis yaitu karena kelembaban, kurang pencahayaan, kurang keamanan, kondisi berkas rekam medis tidak beraturan, ruang penyimpanan tidak mencukupi, kurang rak penyimpanan, sarana dan prasarana belum memadai. Pemeliharaan berkas rekam medis belum memenuhi standar secara kimiawi dan biologi. Diharapkan kedepan agar pihak Rumah Sakit dapat memfasilitasi ruangan berkas rekam medis yang sesuai Standar Operasional Prosedur serta lebih memadai
Gambaran Standar Pemeliharaan Berkas Rekam Medis Pada Ruang Penyimpanan Rumah Sakit Datu Beru Takengon Putri, Sartika Maulida; Jannati, Raidhatul; Anita, Julia; Khatimah, Cut Husnul; Ismail, Ismail
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9663

Abstract

Abstrak− Berkas rekam medis merupakan alat untuk merekam, mencatat, terjadinya transkasi pelayanan sehingga harus dijaga keamanan dan kerahasiannya dari bahaya pencurian dan kerusakan, yang diantaranya intrinsik (pengaruh tinta dan kualitas tinta) dan ekstrinsik (kerusakan biologi dan kimia). Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana gambaran Standar Pemeliharaan Berkas Rekam Medis Pada Ruang Penyimpanan Rumah Sakit Datu Beru Takengon. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif (mix Method). Penelitian ini dilakukan di  bagian ruang penyimpanan Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon. Cara pengumpulan data menggunakan wawancara serta observasi, teknik pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling dengan jumlah sampel 9 orang (1 Kepala Instalasi rekam medis dan 8 orang petugas penyimpanan berkas rekam medis) serta observasi terhadap berkas rekam medis yang berjumlah 99 berkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan berkas rekam medis yang dikategorikan berat berjumlah 46%, dikategorikan sedang 28% dan dikategorikan ringan 26%. Penyebab kerusakan berkas rekam medis yaitu karena kelembaban, kurang pencahayaan, kurang keamanan, kondisi berkas rekam medis tidak beraturan, ruang penyimpanan tidak mencukupi, kurang rak penyimpanan, sarana dan prasarana belum memadai. Pemeliharaan berkas rekam medis belum memenuhi standar secara kimiawi dan biologi. Diharapkan kedepan agar pihak Rumah Sakit dapat memfasilitasi ruangan berkas rekam medis yang sesuai Standar Operasional Prosedur serta lebih memadai
Faktor Penghambat Penggunaan Tracer Pada Unit Penyimpanan Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Putri, Sartika Maulida; Sarah, Siti; Anita, Julia; Khatimah, Cut Husnul
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 4 No 9 (2024): February 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v4i9.4991

Abstract

Medical record tracers are a replacement for medical records that will be removed from storage for any purpose, usually made of strong and colored material. Factors that cause delays in the use of tracers in storage rooms include the lack of staff with educational backgrounds in medical records, the absence of special officers in the storage department and the non-implementation of SOPs regarding the use of tracers. The aim of this research is to determine the factors inhibiting the use of tracers in the outpatient medical record storage unit at Bhayangkara Hospital Banda Aceh in 2023. This research was conducted in the outpatient storage room at Bhayangkara Hospital Banda Aceh, 15-20 May 2023. This type of research is Descriptive Qualitative. The population of this study consisted of 9 medical records officers. The research sample consisted of 3 people specifically for outpatient medical records officers using Purposive Sampling Technique. The results of the research show that in the use of tracers in the outpatient medical record file storage unit, the human resource factor is in the "insufficient" category, the facilities and infrastructure factor is in the "incomplete" category, the cost factor is in the "not available" category, the equipment and machine factor is in the "not available" category. available” and the raw material factor is in the “incomplete” category. Meanwhile, the factors inhibiting the use of Tracer in storing outpatient medical record files are in the "existing" category. It is recommended to add tracer printing equipment in the form of a printer in the storage room, adding officers who have medical records degrees so that they can carry out outpatient storage properly.
Pengisian Rekam Medis Form Monitoring Ketidaklengkapan di Ruang PICU Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh Anita, Julia; Khatimah, Cut Husnul; Surahmi, Nadia; Nurhayati; Najwa, Sucita
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 19 No. 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v19i1.1302

Abstract

Hasil observasi di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Pemerintah Aceh masih ditemukan kelengkapan pengisian lembar resume medis di Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) 92,39% dan ketidaklengkapan 7,6%, dan pada lembar pengantar rawat kelengkapan 96,9% dan tidak lengkap 3,02%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengisian lembar rekam medis Ruang PICU berdasarkan Form Monitoring Ketidaklengkapan Lembar Pengisian Rekam Medis (KLPCM) di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Pemerintah Aceh. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rekam Medis pada tanggal 16 s/d 18 April 2025 dengan jumlah populasi dan sampel yaitu berkas pasien Ruang PICU dari bulan Oktober s/d Desember Tahun 2024 sebanyak 42 berkas. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan checklist pada komponen utama rekam medis, yaitu lembar masuk dan keluar pasien, resume medis, general consent, pengantar rawat, serta rekonsiliasi dan riwayat pengobatan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian pada lembar masuk dan keluar pasien 100%, kelengakapan resume medis 91% dan tidak lengkap 9%, kelengkapan general consent 100%, kelengkapan pengantar rawat 95% dan ketidaklengkapannya 5%, dan kelengkapan rekonsiliasi dan riwayat pengobatan hanya 56% tidak lengkap 44%. Temuan ini menegaskan perlunya monitoring rutin dan peningkatan pemahaman tenaga kesehatan terhadap pentingnya pengisian rekam medis yang lengkap. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan untuk mengoptimalkan pengisian lembar rekam medis yang belum terisi 100% agar dapat meningkatkan mutu rumah sakit.
Pengembangan Rekam Medis Elektronik pada Rehabilitasi Medik Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh Anita, Julia; Fahlevi, Nova; Khatimah, Cut Husnul; Surahmi, Nadia; Yusuf, T. Alfansuri
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 19 No. 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v19i1.1316

Abstract

Pengembangan Rekam Medis Elektronik (RME) dalam rehabilitasi medik merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka rehabilitasi rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh. Terdapat permasalahan yang ditemukan pada saat survei awal yaitu tentang kebutuhan informasi seperti belum adanya data informasi yang cukup untuk kebutuhan informasi rawat jalan. Selain itu untuk keamanan dan privasi belum terlaksana sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai implementasi dan pengembangan kebutuhan informasi dalam sistem RME, serta keamanan dan privasi data pasien. Dengan memanfaatkan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan petugas rekam medis, dilaksanakan pada tanggal 15 - 20 Januari 2026 di ruang pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh, populasi dan sampel berjumlah 5 orang petugas. Berdasarkan hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa pengembangan Rekam Medis Elektronik (RME) untuk rehabilitasi medik rawat jalan telah berjalan dengan baik. Petugas telah melaksanakan tanggung jawab mereka sesuai dengan SOP yang ditetapkan dan sudah dalam kategori Sesuai, akan tetapi masih ada beberapa kendala yang terjadi seperti kebutuhan untuk meningkatkan sistem pelayanan, jaringan yang kurang stabil dan memperbarui fitur-fitur dalam sistem RME. Diharapkan kepada Pihak Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh agar lebih meningkatkan sistem pelayanan, jaringan yang kurang stabil, memperbarui fitur - fitur dalam RME, dan memberikan pelatihan tambahan kepada petugas agar tidak terjadi keterlambatan dalam melayani pasien.