Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN BUDAYA KERJA TERHADAP SIKAP KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT PATRIA IKKT SLIPI JAKARTA BARAT TAHUN 2020 Dini Nur Alpiah; Alih Germas Kodyat; Ahdun Trigono
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v3i3.256

Abstract

Rumah sakit haruslah memiliki perawat dengan sikap kerja yang baik, faktor yang mempengaruhi sikap kerja diantaranya Pengaruh lingkungan kerja & Pengaruh kebudayaan. Tujuan penelitian untuk menganalisis Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Budaya Kerja Terhadap Sikap Kerja Perawat Di Rumah Sakit Patria IKKT Slipi Jakata Barat Tahun 2020. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional studi, populasi perawat berjumlah 45 responden. Hasil Lingkungan kerja terhadap sikap kerja memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai sig. 0,000 < 0,05. Budaya kerja terhadap sikap kerja memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai sig. 0,005 < 0,05. Pengaruh lingkungan kerja 0,001 dan budaya kerja 0,044 secara simultan terhadap sikap kerja nilai Asymp. Sig < 0,05, yang berarti signifikan antara lingkugan kerjadan budaya kerja terhadap sikap kerja. Nilai nilai coefficient Contingency Lingkungan kerja terhadap sikap kerja sebesar 38%, nilai coefficient Contingency budaya kerja terhadap sikap kerja 37%. Berdasarkan Uji Spearman didapatkan variabel lingkungan kerja niali coefficient 0,716 yang berarti memiliki pengauh yang sangat kuat, sedangkan variabel budaya kerja terhadap sikap kerja memiliki nilai coefficient 0,466 yang berarti memiliki pengaruh moderat. Kesimpulan : Variabel lingkungan kerja memiliki pengaruh yang lebih besar nilai coefficient 0,716 dibandingkan dengan budaya kerja terhadap sikap kerja nilai coefficient 0,466. Kata kunci: Sikap Kerja, Lingkungan Kerja, Budaya Kerja, Perawat, Rumah Sakit
Analisis Determinan yang Mempengaruhi Persepsi Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rawat Inap RSKB Columbia Asia Pulomas Tahun 2025 Atika Kharisma; Eka Yoshida; Ahdun Trigono
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 4 (2025): Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran,
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v3i4.5559

Abstract

Patient safety is a primary concern for healthcare facilities. Nurses carry a crucial responsibility in safeguarding patient safety. This study aims to examine the determinants that influence nurses’ perceptions of patient safety in the inpatient wards of RSKB Columbia Asia Pulomas. The research employed a mixed-method sequential explanatory design, beginning with a quantitative study followed by a qualitative phase. The quantitative participants consisted of 64 inpatient nurses selected through total sampling, while the qualitative participants comprised 3 key informants chosen via purposive sampling. The quantitative instrument was a validated and reliable questionnaire, and the qualitative data were collected using a semi-structured interview guide. Quantitative data were analyzed using chi-square tests and multivariate logistic regression analysis. The chi-square results indicated that interpersonal communication (p=0.000), work motivation (p=0.000), attitude (p=0.000), scheduling (p=0.000), and handover processes (p=0.000) were significantly associated with patient safety. Meanwhile, the multivariate logistic regression revealed two statistically significant factors: handover (p=0.018), which increased the likelihood of good patient safety by 19.057 times, and attitude (p=0.039), which increased it by 16.6 times compared to poor patient safety. In contrast, interpersonal communication (p=0.913), motivation (p=0.782), and scheduling (p=0.998) were not significant after controlling for other variables. The qualitative findings reinforced the quantitative results. Based on this study, it is recommended to enhance the implementation of nurse handovers using the SBAR approach and to optimize positive nursing behaviors toward patient safety culture.
Analisis Faktor Penyebab Selisih Negatif Tarif INA-CBG Dan Tarif Rumah Sakit Kasus Sectio Caesarea Di Instalasi Kebidanan Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Banjarmasin Muhammad El Yandiko; Yanuar Jak; Ahdun Trigono
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6734

Abstract

ABSTRAK Rumkit Bhayangkara Tk. III Banjarmasin merupakan rumah sakit tipe C dengan pola Badan Layanan Umum (BLU), memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN. Berdasarkan data JKN selisih negatif antara tarif INA-CBG dengan tarif rumah sakit Semester I 2024 sebesar Rp 4.336.977,449. Selisih negatif terbesar pada kelompok staf medis Obsgyn. Penelitian ini menganalisis faktor yang mempengaruhi selisih negatif antara tarif INA-CBG dan tarif kasus sectio caesarea di Instalasi Kebidanan. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif. Rancang bangun penelitian adalah cross sectional study menggunakan metode survey. Populasi penelitian ini adalah berkas rekam medis kasus sectio caesarea tahun 2024. Besar sampel pada penelitian ini sebesar 74 rekam medis dengan tehnik pengambilan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat selisih negatif tarif INA CBG’s dan tarif RS dengan kasus sectio caesarea sebesar Rp 199.284.943, dengan rerata selisih negatif sebesar Rp5.260.234,00. Hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan signifikan kelas perawatan (p-value 0,000), kepatuhan Clinical Pathway (p-value 0,000), komplikasi penyakit (p-value 0,001), status penggunaan obat dan BAKHP (p-value 0,000) dengan selisih negatif. Variabel lama hari rawat, tingkat keparahan/ severity level, komorbid tidak ada hubungan. Kelas perawatan merupakan variabel yang hubungannya paling erat. Saran peneliti untuk manajemen Rumkit Bhayangkara Tk III Banjarmasin agar review tarif dan Clinical Pathway, revisi MoU dokter mitra, audit Clinical pathway, mendorong DPJP dan petugas koder agar lebih teliti, utilization review, pedoman alternatif obat/BAKHP, menginisiasi pertemuan dokter spesialis, mendorong kolaborasi para professional pemberi asuhan dalam upaya mitigasi komplikasi pasca operasi. Kata Kunci: selisih negatif klaim, INA CBGs, sectio caesarea
Evaluasi Penerapan Rekam Medis Elektronik Terhadap Kinerja Perawat di Unit Rawat Inap RS Grha Permata Ibu Kota Depok Tahun 2025 Ratna Dian Andriani; Dicky Yulius Pangkey; Ahdun Trigono
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di rumah sakit menjadi salah satu bentuk inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas kinerja perawat. Sistem RME telah diterapkan di rumah sakit Grha Permata Ibu Depok untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dokumentasi medis. Namun, selama pelaksanaan, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh perawat, seperti ketidakstabilan sistem dan kurangnya pelatihan berkelanjutan yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan sistem secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fitur dan fungsionalitas RME, dukungan teknis dan pelatihan, serta persepsi dan sikap pengguna terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Grha Permata Ibu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei yang melibatkan 74 perawat yang menggunakan RME di unit rawat inap. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala Likert, dan analisis data dilakukan melalui uji deskriptif, uji korelasi Spearman, serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur dan fungsionalitas RME (X1) serta persepsi dan sikap pengguna (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat (Y), dengan ρ = 0,652, p < 0,001 untuk fitur dan fungsionalitas, serta ρ = 0,482, p < 0,001 untuk persepsi dan sikap pengguna. Sementara itu, dukungan teknis dan pelatihan (X2) tidak berpengaruh signifikan secara parsial, meskipun secara simultan ketiga variabel memberikan kontribusi sebesar 67% terhadap variasi kinerja perawat. Secara khusus, kualitas sistem yang memadai, fungsionalitas yang lengkap, dukungan teknis yang cepat dan memadai, serta pelatihan yang lebih terstruktur dapat meningkatkan penerimaan dan efektivitas penggunaan RME di kalangan perawat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekurangan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah kurangnya pelatihan berkala bagi perawat, yang menghambat pemanfaatan maksimal dari sistem RME. Selain itu, meskipun sistem RME memiliki fungsionalitas yang memadai, beberapa aspek teknis seperti stabilitas sistem dan integrasi antarunit belum optimal. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit memperbaiki dukungan teknis, meningkatkan pelatihan berkelanjutan, serta memperbaiki kualitas dan stabilitas sistem. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kinerja perawat dan kualitas layanan keperawatan di rumah sakit.