Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

LAKNAT DALAM AL-QURAN : (Sebuah Kajian Tematik) Rahmat Nurdin
PAPPASANG Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.985 KB) | DOI: 10.46870/jiat.v1i1.58

Abstract

Tulisan ini menelusiri bagaimana pengungkapan kata laknat dalam al-Qur’an melalui metode penafsiran tematik. Berdasarkan hasil akhirnya menunjukkan bahwa, pada hakikatnya laknat berarti menjauhkan dan mengusir, yakni orang-orang yang dilaknat Allah swt. akan dijauhkan dari segala kebaikan dan rahmat-Nya (kalau dari Allah sebagai subjek). Sedangkan kalau dari ciptaan dalam hal ini manusia, laknat berarti cacian, makian (sikap) dan kata-kata atau do’a yang dapat mengakibatkan kesusahan, bencana terhadap orang lain. Selanjutnya bentuk-bentuk pengungkapan kata-kata laknat dalam al-Qur’an terungkap sebanyak 41 kali dalam berbagai derivasinya dan faktor-faktor terjadinya laknat diantaranya adalah karena kesombongan, kekufuran, kemunafikan, kezaliman, keretakan hubungan, fitnah dan kedengkian.
Tumbuhan Bidara Dalam Al-Qur’an Dan Manfaatnya Bagi Kehidupan : (Kajian Tahlili QS. Al-Waqi’ah/56: 27-31) usman, ilham; Nurliana; Rahmat Nurdin
Al-Kauniyah Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i2.1448

Abstract

Abstract This article discusses the bidara plant (sidr)listed in QS. Al-Wa>qi’ah/5: 27-31. This research is a qualitative research that is bibliographical. The results of this study show that in . Al- Wa>qi’ah/56: 27-31, describes some of the pleasures obtained by the right, namely being among the bidara plants that are arranged with their beauty and a very wide shade in all places, running water whenever desired, sweet fruits of various kinds that exist, such is the reward for those who have done good while on earth. Bidara plantsare plants that have many benefits among them: as a spiritual medicine, beauty medicine, as afever reliever and can reduce diabetes, can treat wounds and launch the digestive system, not only that the bidara plant in becoming a business opportunity that can improve the economy of the people. Keywords: Al-Qur’an, Bidara, skincare, remaja
Pemahaman Hadis Larangan Meminta Jabatan dengan Teknik Interpretasi Tekstual, Intertekstual, dan Kontekstual Muhammad Irfan; Rahmat Nurdin; Radhie Munadi
Islamic Insights Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Islamic Insights Journal
Publisher : Pusat Studi Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat, LPPM, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.iij.2022.004.02.4

Abstract

Dalam studi ini, peneliti ingin mengungkapkan pemahaman hadis larangan meminta jabatan yang disampaikan oleh Nabi saw. kepada Abd al-Rahman bin Samurah. Studi ini adalah studi kepustakaan. Sanad dari hadis tersebut dikumpulkan menggunakan metode takhrij al-hadis, kemudian dilakukan kritik hadis. Makna hadis dikaji menggunakan teknik interpretasi tekstual, intertekstual, dan kontekstual. Dari penelitian ditemukan ada enam belas jalur periwayatan yang semuanya berawal dari Abd al-Rahman bin Samurah yang tersebar pada tujuh (7) kitab hadis standar (mu‘tabar), yaitu Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, Musnad Ahmad, Sunan al-Darimi, Sunan Abu Dawud, Sunan al-Tirmizi, dan Sunan al-Nasai. Hadis ini berstatus sahih. Adapun dari segi pemahaman, peneliti menyimpulkan bahwa larangan ini berlaku bagi orang yang tidak memiliki kompetensi untuk memimpin dan seseorang tidak boleh terobsesi menjadi pemimpin. Sedangkan orang yang memiliki kompetensi diharapkan mengambil bagian dalam kepemimpinan, sehingga bisa memberikan maslahat.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Open Course Ware Pada Program Studi IAT STAIN Majene Burhanuddin; Rahmat Nurdin
AL-MUTSLA Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v6i2.2037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan model pembelajaran berbasis Open Course Ware (OCW) pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) STAIN Majene. OCW dirancang sebagai platform pembelajaran daring terbuka yang dapat diakses secara gratis oleh mahasiswa dan masyarakat umum, guna meningkatkan keterampilan dan pengembangan diri. Model pengembangan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahapan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sistem dikembangkan menggunakan platform WordPress dengan tambahan plugin LMS untuk mendukung pembelajaran interaktif berbasis video, teks, diskusi, evaluasi, dan sertifikasi digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kualitas OCW sangat layak berdasarkan penilaian ahli media dan respon positif dari mahasiswa, baik dari aspek minat, kepuasan, keterlibatan interaktif, manfaat pembelajaran, maupun kepercayaan terhadap kredibilitas platform. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap inovasi pembelajaran di pendidikan tinggi, memperluas akses pendidikan, serta mendukung peningkatan mutu layanan akademik.
Pernikahan Beda Agama dalam Al-Qur’an (Studi KomparatifTafsīr Muqātil Bin Sulaimān dan Tafsīr Al-Kasysyāf) Budiman; Muh Ilham Usman; Rahmat Nurdin
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol. 11 No. 2 (2025): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v11i2.6967

Abstract

Sebagian ulama berpendapat bahwa pernikahan beda agama diperbolehkan, sementara sebagian ulama lainnya meyakini bahwa pernikahan beda agama dilarang. Hal ini menimbulkan permasalahan terkait ayat-ayat tentang pernikahan antar agama dan analisis interpretasi ayat-ayat tentang pernikahan antar agama. Artikel ini berupaya mengungkap makna pernikahan beda agama dalam Al-Qur'an dari perspektif kitab Tafsir Muqātil bin Sulaimān dan kitab Tafsir al-Kasysyāf. Dua kitab tafsir ini ditulis oleh mufasir yang memiliki latar belakang teologi, metode, dan gaya penafsiran yang berbeda. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan. Studi ini mengungkap perbedaan dan persamaan interpretasi pernikahan beda agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muqātil bin Sulaimān dan Az-Zamakhsyari melarang pernikahan seorang muslim dengan kaum musyrik dan kafir. Muqātil bin Sulaimān berpendapat bahwa halal bagi seorang Muslim untuk menikahi ahl al-kitāb (Yahudi dan Nasrani) dengan syarat al-'afāif, yaitu mereka menjaga diri. Sementara itu, kitab Tafsir al-Kasysyāf memiliki beberapa pendapat tentang halal dan haram menikahi ahl al-kitāb. Implikasi dari penelitian ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa ada beberapa pandangan yang memperbolehkan dan melarang pernikahan antar agama yang berbeda. Penulis berharap penelitian ini dapat menjadi kontribusi bagi masyarakat dalam bidang Al-Qur'an, khususnya di bidang tafsir.