Muh. Ilham Usman, Muh. Ilham
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PARADIGMA BERFIKIR NAHDATUL ULAMA DAN GAGASAN MODERASI Usman, Muh. Ilham
AL-Fikr Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : AL-Fikr

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article elaborates on the paradigm of thinking Nahdlatul Ulama as one of the largest religious organization in Indonesia. NU was born officially in 1926, but was preceded by a forerunner of several organizations, the Nahdlatul Tujjar, Tashwirul Afkar and Nahdlatul Wathan. These organizations that generate and shape of NU. NU was born and formed to save every human individual from the divisions and unite in upholding commanding the good and forbidding the evil. Appropriate understanding of the basic principles of religion which was built by NU born in accordance with the requirements and can be used in view of todays reality, then prudence is indispensable to it. It is necessary, not to close the door of ijtihad, and not also in order to liberalize the individual may perform ijtihad, but more oriented to the benefit of the people. In social change, religion is only a supplementary function as well as a means for the process of change itself, not religion that makes changes to it. The worlds developing world of its own discretion. Religion only affects the world as far as ready influenced, not more than that. Once religion transformed himself into a decisive, no longer only affect but decisive, then he has become materialistic.
PARADIGMA BERFIKIR NAHDATUL ULAMA DAN GAGASAN MODERASI Muh. Ilham Usman
AL-Fikr Vol 19 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article elaborates on the paradigm of thinking Nahdlatul Ulama as one of the largest religious organization in Indonesia. NU was born officially in 1926, but was preceded by a forerunner of several organizations, the Nahdlatul Tujjar, Tashwirul Afkar and Nahdlatul Wathan. These organizations that generate and shape of NU. NU was born and formed to save every human individual from the divisions and unite in upholding commanding the good and forbidding the evil. Appropriate understanding of the basic principles of religion which was built by NU born in accordance with the requirements and can be used in view of today's reality, then prudence is indispensable to it. It is necessary, not to close the door of ijtihad, and not also in order to liberalize the individual may perform ijtihad, but more oriented to the benefit of the people. In social change, religion is only a supplementary function as well as a means for the process of change itself, not religion that makes changes to it. The world's developing world of its own discretion. Religion only affects the world as far as ready influenced, not more than that. Once religion transformed himself into a decisive, no longer only affect but decisive, then he has become materialistic.
SOSIALISME ISLAM : PERCIKAN PEMIKIRAN KEISLAMAN HOS TJOKROAMINOTO Muh. Ilham Usman
PAPPASANG Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.595 KB) | DOI: 10.46870/jiat.v1i1.55

Abstract

Tulisan ini membahas tentang gagasan Sosialisme Islam HOS Tjokroaminoto di masa pra-kemerdekaan dan pengaruhnya di organisasi Serikat Islam. Tujuan penulisan ini untuk melengkapi penelitian-penelitian terdahulu tentang pemikiran HOS Tjokroaminoto yang telah banyak dikaji. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Sumber data diperoleh dari buku-buku primer yang ditulis oleh HOS Tjokroaminoto dan buku-buku sekunder yang mengkaji pemikiran HOS Tjokroaminoto yang ditulis orang lain. Adapun hasil penelitian didapatkan bahwa HOS Tjokroaminoto menyakini bahwa Islam sangat membenci ideologi kapitalisme. Sosialisme Islam tidaklah identik dengan sosialisme murni, marxisme dan komunisme. Sosialisme Islam sejak dulu telah dipraktekkan oleh Nabi Muhamamad Saw.
Kontribusi Pemikiran Islam Sayyid Ahmad Khan di Dunia Islam India Muh. Ilham Usman; Baharil
PAPPASANG Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.655 KB) | DOI: 10.46870/jiat.v2i2.71

Abstract

Artikel ini membahas tentang pemikiran dan gagasan Sir Sayyid Ahmad Khan di masa penjajahan India oleh kerajaan Inggris hingga terbentuknya negara Pakistan. Tujuan penulisan ini untuk melengkapi penelitian-penelitian terdahulu tentang pemikiran Sir Sayyid Ahmad Khan yang telah banyak dikaji. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Sumber data diperoleh dari buku-buku primer yang ditulis oleh Sir Sayyid Ahmad Khan dan juga buka-buku sekunder yang mengkaji pemikiran Sir Sayyid Ahmad Khan yang ditulis orang lain. Adapun hasil penelitian didapatkan bahwa Sir Sayyid Ahmad Khan membenci penjajahan yang dilakukan oleh kerajaan Inggris, akan tetapi untuk jalan yang ditempuh untuk melawannya bukanlah konfrontasi, melainkan diplomasi. Selain itu, umat Islam India jangan hanya pasrah terhadap takdir, melainkan harus aktif dan kreatif dalam menjalankan hidup sebagaimana paham Qadariyah dalam teologi klasik Islam. Dengan mengadopsi paham Qadariyah, umat Islam India akan mendayagunakan seluruh potensi yang diberikan oleh Allah Swt dalam menjalani hidup dan kehidupan ini.
Manhaj Tafsir Berorientasi Fiqh Ahmadi Husain; Muh. Ilham Usman
AL-MUTSLA Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Al Mutsla Desember 2019
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.764 KB) | DOI: 10.46870/jstain.v1i2.13

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang manhaj tafsir yang berorientasi fiqh. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk memotret metode-metode tafsir yang menghasilkan konsekuensi hukum dalam masyarakat Islam. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah sumber primer dan sekunder dalam mendukung kajian tersebut. Hasil telaah dan penelitian menemukan latar belakang muncul dan berkembangnya corak penafsiran fiqih serta metode yang digunakan dalam penafsiran yang bercorak fiqih. Tafsir yang bercorak fiqih adalah tafsir yang terbilang tua, mengingat corak tafsir ini telah ada seiring dengan pertumbuhan tafsir itu sendiri. Tafsir fiqih adalah tafsir yang berorientasi pada pemahaman ayat-ayat hukum dalam Alquran. Tafsir ini lahir dari pemahaman fiqhiyah para fuqaha ketika mereka menafsirkan Alquran dengan menggunakan pendekatan fiqih, sehingga nuansa fiqih sangat terasa di dalamnya.
PAHAM DAN ALIRAN AKIDAH DALAM ISLAM Muh Ilham Usman
AL-MUTSLA Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Al Mutsla Desember 2020
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.153 KB) | DOI: 10.46870/jstain.v2i2.38

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang munculnya sebab-sebab aliran dan paham akidah dalam Islam. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk meneropong atau memotret lahirnya aliran dan paham akidah dalam dunia Islam. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah sumber primer dan sekunder dalam mendukung kajian munculnya aliran dan paham akidah yang berada di tengah-tengah umat Islam saat ini. Hasil telaah dan penelitian menemukan bahwa telah sepakat para ulama dan cendekiawan Islam bahwa aliran dan paham akidah dalam Islam yang pertama kali muncul adalah aliran Khawarij, Murji’ah, Syi’ah, Mu’tazilah, Asy’ariah dan Maturidiyah. Akan tetapi, dalam tulisan ini belum membahas aliran Syi’ah dan juga aliran Maturidiyah
POTRET ORGANISASI TAREKAT DAN DINAMIKANYA DI SULAWESI BARAT Mukhlis Latif; Muh. Ilham Usman
Al-Qalam Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v26i2.861

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang potret organisasi tarekat dan dinamikanya di Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan sejarah muncul dan perkembangan tarekat di Sulawesi Barat, dengan melacak perkembangan tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah sebagai lokus pengamatan. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, dan observasi, serta melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di Majene. Teori tarekat dipilih sebagai pisau analisis untuk mengungkap makna sejarah dan asal mula tarekat berada di wilayah Sulawesi Barat. Penelitian dilakukan mulai dari Maret s/d Oktober 2019. Hasil kajian menemukan bahwa genealogi tarekat Qadiriyah di Sulawesi Barat diperkenalkan oleh Annangguru (Kyai) Haji Muhammad Saleh dari jalur Syekh Alwi bin al-Makky di Makkah al-Mukarramah, bukan berasal dari jalur Syekh Yusuf al-Makassary. Sedangkan tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah diperkenalkan oleh Syekh Abdurahman Qadir dari jalur Syekh Jalaluddin, Syekh Jalaluddin berbaiat ke Syekh Ali Ridha di Jabal Abu Qubaish. Penelitian ini juga melihat bahwa silsilah atau jalur tarekat menjadi hal yang urgen dalam mengukur tarekat yang berada di Sulawesi Barat adalah mu’tabarah dan ghairu mu’tabarah dalam dunia Islam.
MENEROPONG KERUKUNAN SOSIAL UMAT BERAGAMA DI PERMUKIMAN DESA KARAVE Muh Ilham Usman
Al-Qalam Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.001 KB) | DOI: 10.31969/alq.v25i2.751

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang kerukunan sosial umat beragama di permukiman transmigrasi desa Karave Kabupaten Mamuju Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk meneropong atau memotret kerukunan sosial umat beragama di permukiman transmigrasi desa Karave. Pengumpulan data dilakukan selama lebih 14 hari di bulan Maret 2014. Hasil penelitian menemukan bahwa kerukunan sosial umat beragama bertahan hingga hari ini, disebabkan oleh adanya faktor pendukung tercipta dan terbangunnya kerukunan sosial, diantaranya: 1). Kesadaran akan kebhinnekaan. 2). Melakukan perlombaan dan pertandingan agustusan serta kegiatan positif lainnya dalam rangka mempererat jalinan silaturahim. (3). Memperkokoh jejaring sosial dalam kelompok tani sawit.Kata Kunci: Kerukunan, Sosial, Umat Beragama, Pluralisme.This written provided the result of research about social harmony of the religious communitys in transmigration settlement Karave village, North Mamuju Regency. This research uses descriptive qualitative method to support for describe the social harmony of religious communitys in transmigration settlement Karave village. Data collection was carried out for more than 14 days on March 2014. The result of research found out that the social harmony of the religious communitys is still holding until now, because of some factors of supportes and harmon builders suach as: 1). Awarness of diversity; 2). Do competitions and august matches and other positive activities in order to strengthen the relationship of friendship; 3). Strengthen social networking in oil palm farmer groups.Keyword: Harmony, Social, Religious Community, Pluralism.
PEMIKIRAN KH. ABDURRAHMAN WAHID: PESANTREN FIQH-SUFISTIK DAN PRIBUMISASI ISLAM Muh Ilham Usman
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aqidahta.v5i2.10392

Abstract

ABSTRAKTulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pemikiran keagamaan KH. Abdurrahman Wahid dalam pesantren fiqh-sufistik dan pribumisasi Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dan analisa kritis dalam melihat pesantren bercorak fiqh-sufistik dan pribumisasi Islam. Hasil penelitian menemukan bahwa KH. Abdurahman Wahid – Gus Dur – jalur keilmuan pesantren terdiri dari dua gelombang, abad XIII bercorak sufistik dan abad XIX bercorak fiqh, sehingga Islam yang dihasilkan oleh pesantren adalah Islam yang lentur dan tidak kaku. Islam bercorak fiqh-sufistiklah yang menyebar dan berkembang di Indonesia yang terus digalakkan dan disebarkan oleh para penganjur dan ulama Indonesia. Atas dasar inilah, sehingga Gus Dur melakukan lompatan berpikir di zamannya dengan menggelorakan "Pribumisasi Islam".
TASAWUF FALSAFI DAN LOGIKA ARISTOTELIAN: TELAAH PEMIKIRAN IBN TAYMIYYAH Muh Ilham Usman
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i1.1894

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil pemikiran Ibn Taymiyyah yang melakukan kritik terhadap tasawuf dan filsafat. Penelitian ini menggunakan pemikiran kajian tokoh yakni mengungkap gagasan dan ide yang pernah dilahirkan oleh seorang tokoh. Dengan menggunakan pendekatan historis yakni melihat sang tokoh sebagai manusia sejarah yang berkiprah dalam realitas sosial. Hasil kajian menemukan bahwa Ibn Taymiyah tidak sepenuhnya anti-tasawuf. Ia sangat mengapresiasi beberapa sufi awal, hanya saja ia melancarkan kritiknya terhadap para tokoh tasawuf falsafi dan para pengamal tarekat yang berkembang pada zamannya yang hanya sibuk memikirkan akhiratnya. Sedangkan dalam dunia filsafat, ia mengeritik keras penggunaan logika aristotelian yang banyak menjadi fondasi dalam pemahaman masyarakat Islam.