Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manhaj asy-Syaikh Nawawi al-Bantāni fi ‘Ardh al-Qirā’āt Hana Natasya
Al-Fanar: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol 5 No 1 (2023): Al-Fanar: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.014 KB) | DOI: 10.33511/alfanar.v5n1.29-56

Abstract

This research discusses the Qirā’āt in Tafsīr al-Munīr li Mā'alim at-Tanzīl al-Mufassar 'an Wujūh Mahāsin at-Ta'wīl known as Tafsīr Marāh Labīd Li Kasyf Ma’na Al-Qur’ān al-Majīd by Shaykh Nawawi al-Bantāni. He has been highly recognized as a commentator (Mufassir). His works are still being refered extensively in Indonesia to this day. His tafsir contains a lot of discussion about qirā’āt. The tafseer contained various kinds of qirā’āt. Among them are qirā’āt mutawātirah, qirā’āt āhad, qirā’āt syādzdzah, qirā’āt narrated by companions and tabi'in, and sometimes Syaikh Nawawi incorporates various narrations in one verse. The author also attributes every qirā’āt to it's reader and it's narrations, and also to the inhabitants of a country, and the Public acknowledgment or 'al-bāqīn' (other readers those mentioned), or to' āmmah '. Sometimes it also does not attribute to anyone. Syaikh Nawawi also mentions qirā’āt which stated in manuscripts and private manuscripts of the Ǻahaby. He also mentions the 'waqaf' dan 'ibtida' in the interpretation in that verse. Sometimes he states 'qirā'āt mutawātirah' and ‘qirā’āt syādzdzah’ but only in a few places. Also he do 'tarjih' on some qira'at. Shaykh Nawawi also gives 'taujih' to qirā'āt mutawātirah and syādzdzah and reveals it's 'illat' as well as reasons for it in terms of language, nahwu's and other disciplines and implications resulting from the taujih to the field of theology and islamic jurisprudence.
Empowering Quran: Peningkatan Kualitas Bacaan Melalui Metode Qiroati di Desa Galuga, Kabupaten Bogor Ariani, Kamilatunnisai; Saputri, Maharani Julia; Malisa; Maula Fitriah; Hana Natasya
Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/bersama.v3i2.1252

Abstract

Artikel ini mengkaji keefektifan metode Qiroati dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an pada anak-anak di Desa Galuga, Kabupaten Bogor. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan dasar santri dalam membaca Al-Qur’an, di mana sekitar 70% masih mengalami kesulitan mengenali huruf hijaiyah, tertukar dalam makhraj, serta belum lancar membaca sesuai kaidah tajwid. Tujuan program ini adalah meningkatkan literasi Qur’an melalui penerapan metode Qiroati yang lebih sistematis, cepat, dan praktis. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai bagian dari Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dengan berpusat pada tiga TPQ, yaitu TPQ Ali, TPQ Al-Ikhlas, dan TPQ Nurul Iman, yang melibatkan sekitar 150 santri berusia 5 hingga 15 tahun. Metode   yang   digunakan   dalam pendampingan membaca Al-Qur’an ini adalah metode Qiroati. Pada praktiknya, metode ini berfokus kepada penguatan spontanitas membaca tanpa menuntut, membuat siswa  mudah dan senang dalam belajar Al-Qur’an sehingga siswa termotivasi dalam  belajar. Metode   yang   digunakan   dalam   pendampingan   ini   adalah Participatory   Action   Research (PAR)   yang   mana memberdayakan siswa agar lebih mudah dalam belajar Al-Qur’an. Tahapan pendampingan ini dimulai dari menyelidiki kebutuhan siswa dalam belajar Al-Qur’an dengan cara melakukan tes terlebih dahulu, kemudian merancang kegiatan, pelaksanan kegiatan dan terakhir melakukan evaluasi setelah melakukan pendampingan. Program berlangsung selama tiga minggu dengan enam kali pertemuan setiap pekan. Hasilnya menunjukkan lebih dari 70% santri mengalami peningkatan signifikan, mampu mengenali huruf dengan benar, kesalahan makhraj berkurang, bacaan menjadi lebih lancar, dan tumbuh keberanian membaca. Santri juga menunjukkan peningkatan motivasi, disiplin, dan rasa percaya diri dalam belajar Al-Qur’an, serta kedekatan psikologis dengan mahasiswa pelaksana. Temuan ini membuktikan bahwa metode Qiroati efektif digunakan untuk meningkatkan literasi Qur’an generasi muda dan memperkuat basis pendidikan agama di tingkat desa.