Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Penyuluh Agama Islam dalam Membangun Moderasi Beragama Berbasis Literasi pada Era Media Baru 5.0 di Kabupaten Majalengka Susanto, Agus; Ulfah, Maya
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 9 No. 1, 2022
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v9i1.24507

Abstract

Abstract: This study is aimed to determine several strategic alternatives by maximizing the role of counsellor of Islam in developing religious moderation based on literacy in the new media era of 5.0 in Majalengka Regency. In this study, the author used a mixed methodology, a methode that combine qualitative and quantitative approaches and used a SWOT analysis as a knife analysis to examine internal and external factors that influence the counsellor of Islam in developing religious moderation based on literacy in the new media era of 5.0 in Majalengka Regency. Based on the results of IFAS-EFAS, it is discovered that the role of counsellor of Islam in developing religious moderation based on literacy in the new media era of 5.0 in Majalengka Regency is relatively good and must be maintained because it has enormous potential for public benefit. The existing internal and external factors basically becomes a big support for the role of the counsellor of Islam.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan berbagai alternatif strategis dengan memaksimalkan peran Penyuluh Agama Islam dalam membangun moderasi beragama berbasis literasi di Era Media Baru 5.0 di Kabupaten Majalengka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methodology), metode yang memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dan menggunakan analisis SWOT sebagai pisau analisis untuk mengkaji faktor-faktor internal dan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi Penyuluh Agama Islam dalam membangun moderasi beragama berbasis literasi di Era Media Baru 5.0 di Kabupaten Majalengka. Berdasarkan hasil IFAS-EFAS, diketahui bahwa peran Penyuluh Agama Islam dalam membangun moderasi beragama berbasis literasi di Era Media Baru 5.0 di Kabupaten Majalengka sedah relatif baik dan harus dipertahankan karena memiliki potensi yang sangat besar untuk kemaslahatan publik. Keberadaan faktor-faktor internal dan eksternal, pada dasarnya, menjadi dukungan yang sangat besar bagi peran Penyuluh Agama Islam.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) BAGI KELOMPOK PENGAJIAN SITI KHODIJAH-MASJID AL-HIDAYAH DI KELURAHAN RAJABASA RAYA BANDAR LAMPUNG Ulfah, Maya; Nurfatihah Z, Zahara; Hijami, Nurul Afifah; Andriansyah; Permana, Muhammad Aditya
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3759

Abstract

Lansia dan kelompok ibu rumah tangga memiliki peran krusial dalam kesehatan keluarga, namun sering menghadapi tantangan fisik dan pengetahuan terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi PHBS kepada kelompok ibu-ibu pengajian Siti Khodijah di Masjid Al-Hidayah, Kelurahan Rajabasa, Bandar Lampung. Metode kegiatan menggunakan pendekatan penyuluhan interaktif dan tanya jawab, dengan efektivitas yang diukur melalui desain pre-test dan post-test pada 22 orang peserta. Hasil evaluasi awal (pre-test) menunjukkan tingkat pengetahuan peserta sebesar 86,3% (kategori Tinggi). Setelah intervensi edukasi, terjadi peningkatan skor post-test menjadi 90,8% (kategori Tinggi). Peningkatan ini membuktikan bahwa materi edukasi berhasil memperdalam pemahaman peserta terkait sanitasi dan kebiasaan sehat. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan interaktif efektif sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan penerapan PHBS di lingkungan rumah tangga secara berkelanjutan.
Mekanisme Respons Imun terhadap Infeksi Sekunder pada Severe Dengue: Sebuah Tinjauan Pustaka Ulfah, Maya
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp318-327

Abstract

Dengue merupakan salah satu penyakit infeksi arbovirus (arthropod-borne virus) yang ditemukan pada sekitar 100 negara baik tropis maupun subtropis di seluruh dunia. Mekanisme yang menyebabkan timbulnya keparahan bahkan berujung pada kematian dalam infeksi DENV (severe Dengue) masih belum dipahami secara baik. Meskipun demikian, beberapa penelitian yang berkaitan dengan respons imun di dalam tubuh dan peranannya dalam infeksi severe Dengue telah banyak dilakukan. Hipotesis umum yang paling dapat diterima untuk terjadinya severe Dengue adalah infeksi sekunder yang disebabkan oleh serotipe DENV yang berbeda. Sel-T memori yang terbentuk selama infeksi primer dapat bereaksi dengan cepat, tetapi memiliki efektivitas yang lebih rendah daripada sel-T naïve selama proses infeksi sekunder non-spesifik terjadi. Proses tersebut mengakibatkan terjadinya respons imun yang tidak efisien dengan deregulasi produksi cytokine. Teori tersebut juga dikenal dengan istilah original antigenic sin. Hipotesis lainnya yang juga masih berkaitan dengan original antigenic sin, yaitu Antibody Dependent Enhancement (ADE). Berdasarkan teori ADE, non-spesifik antibodi yang diproduksi selama proses infeksi sekunder dengan serotipe heterologous mengakibatkan serapan dan replikasi virus yang lebih tinggi di dalam sel target, seperti yang terjadi pada sel monosit melalui reseptor Fc. Pemahaman yang baik mengenai kedua hipotesis tersebut dapat sangat bermanfaat untuk memahami kejadian DHF/DSS pada infeksi DENV.