Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Media Pertanian

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PALA (Myristica fragrans Houtt.) DI KECAMATAN CIKALONG KULON, SUKARESMI DAN MANDE KABUPATEN CIANJUR Yulianto, Yanto; Purnama, Ahmad Syarif
Media Pertanian Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.995 KB) | DOI: 10.37058/mp.v4i1.1353

Abstract

Sektor perkebunan termasuk pala di Kabupaten Cianjur banyak dikembangkan di wilayah selatan, padahal Cianjur utara memiliki potensi untuk pengembangan perkebunan termasuk pala, khususnya di Kecamatan Cikalongkulon, Sukaresmi dan Mande. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kesesuaian lahan di Kecamatan Cikalongkulon, Sukaresmi dan Mande. Metode Penelitian yang digunakan merupakan metode yang merujuk pada kerangka yang dibuat oleh FAO, meliputi pengumpulan data, survei lapangan serta matching antara karakteristik lahan dengan syarat tumbuh tanaman. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk tanaman pala memiliki kelas S3 (sesuai marginal) di Kecamatan Cikalongkulon, Sukaresmi dan Mande dengan faktor pembatas berupa kemiringan lereng, drainase dan kejenuhan basa
Evaluasi Kesuburan Tanah dan Rekomendasi Pemupukan Tanaman Padi di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya Sunarya, Yaya; Yulianto, Yanto; Nirwanto, Yogi; Ramdani, Yagi
Media Pertanian Vol 10, No 1 (2025): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v10i1.12641

Abstract

Kecamatan Cikalong adalah wilayah di bagian Selatan Kabupaten Tasikmalaya yang sedang berupaya untuk meningkatkan produktivas tanaman padi, namun terkendala dengan belum ditetapkannya rekomendasi dosis pupuk spesifik lokasi. Untuk menetapkan rekomendasi dosis pupuk perlu dilakukan kajian-kajian yang terkait dengan evaluasi kesuburan tanah. Penelitian deskriptif dilakukan melalui survei lapangan di enam satuan peta lahan (SPT) untuk mendapatkan data karakteristik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesuburan tanah sawah di Kecamatan Cikalong sedang sampai tinggi. Rekomendasi pemupukan untuk tanah sawah di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan analisis kecukupan hara di dalam tanah adalah N berkisar antara 95 sampai 105 kg, setara dengan 206 sampai 229 kg Urea, dan K2O berkisar antara 46 sampai 47 kg setara dengan 76 sampai 78 kg KCl. Hara P ternyata melebihi nilai kecukupan hara, sehingga tidak perlu memberikan pupuk P.
KERAGAMAN VEGETASI PADA AREAL LAHAN TAMBANG EMAS DI KECAMATAN CINEAM KABUPATEN TASIKMALAYA Nadya, Nanda; Sunarya, Yaya; Yulianto, Yanto
Media Pertanian Vol 9, No 1 (2024): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v9i1.11223

Abstract

Pada umumnya pertambangan emas skala kecil ditengarai menimbulkan kerusakan ekosistem tanah dan tumbuhan, maka pendalaman mengenai kondisi dan karakteristik tumbuhan dan tanah pada lahan tersebut perlu dilakukan. Metode petak ganda digunakan pada tiga sampel petak pada tailing, overburden, area aliran limbah emas, dan area yang tidak terpengaruh oleh limbah, yaitu petak ukuran 1×1 m2 untuk vegetasi dasar, 5×5 m2 untuk vegetasi pancang dan 10×10 m2 untuk vegetasi pohon. Kesimpulan penelitian adalah bahwa pada tailing ditemukan 2 spesies tumbuhan dasar dengan INP tertinggi Paspalum conjugatum, 6 spesies pancang dengan INP tertinggi Coloacasia esculentum dan 8 pohon dengan INP tertinggi Albizia chinensis. Pada overburden terdapat 10 spesies tumbuhan dasar dengan INP tertinggi Paspalum conjugatum, 4 spesies pancang dengan INP tertinggi Metroxylon sagu dan 7 pohon dengan INP tertinggi Albizia chinensis. Pada area aliran limbah emas terdapat 3 spesies tumbuhan dasar dengan INP tertinggi Axonopus compressus, 5 spesies pancang dengan INP tertinggi Salaca zalacca dan 8 spesies pohon dengan INP tertinggi Swietenia mahagoni. Pada area yang tidak terpengaruh oleh limbah emas terdapat 16 spesies tumbuhan dasar dengan INP tertinggi Selaginella moellendorffii, 7 spesies pancang dengan INP tertinggi Amomum compactum dan 10 pohon dengan INP tertinggi Albizia chinensis. Small scale gold mining was accused to damage soil and vegetation. Therefore, deep looking into vegetation and soil characteristics in the area is needed. A double plot method of three plot samples was taken on tailing, overburden, land contaminated with gold water waste, and non-contaminated land (forest). There are 3 sample plots in which plot there are 16 sample plots for each vegetation level i.e. 1×1 m2 plot basic vegetation, 5×5 m2 plot sapling, and 10×10 m2 plot trees. In conclusion that on tailing there were 2 species basic vegetation with the highest IVI was Paspalum conjugatum, 6 sapling species with the highest IVI was Coloacasia esculentum, and 8 trees with highest IVI was Albizia chinensis. On overburden there were 10 basic vegetation species with the highest IVI was Paspalum conjugatum, 4 saplin species with the highest IVI was Metroxylon sagu and 7 trees with the highest IVI was Albizia chinensis. On the land contaminated with gold water waste there were 3 basic vegetation species with the highest IVI was Axonopus compressus, 5 sapling species with the highest IVI was Salaca zalacca, and 8 trees species with the highest IVI was Swietenia mahagoni. On non contaminated land (forest), there were 16 vegetation base species with the highest IVI was Selaginella moellendorffii, 7 species of stick with the highest IVI was Amomum compactum, and 10 wood trees with the highest INP was Albizia chinensis.