p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SN-Biosper
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Organoleptik Yoghurt Kulit Singkong (Manihot utilissima L.) sebagai Upaya Diversifikasi Pangan Muhammad Faiz Albar; Imam Kusnodin; Muhammad Taufiq Lubis; Muhammad Jamhari
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya pemanfaatan kulit singkong dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi pencemaran lingkungan dan sebagai upaya diversifikasi pangan dengan mengolahnya menjadi yogurt yang baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji organoleptik dari yogurt kulit singkong. Penelitian ini dilakukan pada Agustus hingga Oktober 2020 di Laboratorium Kimia SMA Unggulan CT Foundation Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian eksperimen murni yang didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun dengan 1 faktor yaitu kombinasi yogurt kulit singkong (Y): Y0 = 50% ekstrak kulit singkong + 50% starter Lactobacillus bulgaricus; Y1 = 60% ekstrak kulit singkong + 40% starter; Y2 = 70% ekstrak kulit singkong + 30% starter; dan Y3 = 80% ekstrak kulit singkong + 20% starter. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket untuk uji hedonik dengan skala likert berbentuk checklist untuk menguji tingkat kesukaan panelis. Berdasarkan hasil uji organoleptik dengan skala hedonik menunjukkan bahwa penilaian panelis terhadap produk yogurt kulit singkong memberikan pengaruh sangat nyata pada rasa, warna, dan aroma, namun memberikan pengaruh tidak nyata pada teksturnya. Perlakuan terbaik berdasarkan penilaian panelis adalah perlakuan Y2 yaitu 70% ekstrak kulit singkong + 30% starter pada rasa (4,45) dan aroma (4,50). Perlakuan terbaik pada warna (4,15) dan tekstur (4,25) pada perlakuan Y1 yaitu 60% ekstrak kulit singkong + 40% starter.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik SMA se-Kabupaten Deli Serdang Muhammad Jamhari
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya III Tahun 2021
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMA se-Kabupaten Deli Serdang, dapat diketahui bahwa Sistem Imun merupakan salah satu materi yang sulit dipahami dan bersifat abstrak bagi peserta didik di kelas. Tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik juga sangat rendah dalam memahami materi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik berdasarkan lokasi sekolah, jenis kelamin, dan indikator berpikir kritis; dan tingkat ketuntasan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada Sistem Imun. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI-IPA di SMA se-Kabupaten Deli Serdang. Data dikumpul menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kritis dalam bentuk esai. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Dari hasil kemampuan berpikir kritis berdasarkan jenis kelamin diketahui bahwa siswa perempuan dengan skor 73,65 tidak berbeda nyata dengan siswa laki-laki dengan skor 72,48. Berdasarkan 10 indikator berpikir kritis, diketahui bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis siswa dalam menginterpretasi memiliki nilai rerata tertinggi (80,58) di antara yang lainnya, sedangkan terendah pada penarikan kesimpulan (65,54). Berdasarkan tingkat ketuntasan kemampuan berpikir kritis, terlihat jelas bahwa siswa di SMAN 1 Sunggal sangat kritis dibandingkan siswa di sekolah lain, terlihat jelas terdapat 76,21% siswa yang telah menyelesaikan tingkat berpikir kritisnya pada Sistem Imun, sedangkan yang belum tuntas hanya 23,79%. Dinyatakan bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori baik, namun masih perlu peningkatan untuk hasil yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis siswa seluruh SMA di Kabupaten Deli Serdang tergolong sedang dengan nilai 75,24. Tingkat kemampuan berpikir kritis siswa yang bersekolah di daerah perkotaan sedikit memiliki rerata skor tertinggi (77,43) dibandingkan siswa yang bersekolah di daerah pinggiran kota (75,68).