Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf Putera Makassar Adhania, Nangri Lutfia; Pratiwi , Rizky; Agustina, Agustina; Tasa, Hamzah
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 3 No 2: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v3i2.1775

Abstract

Kelengkapan dokumen rekam medis merupakan bagian yang sangat penting karena sangat mempengaruhi proses pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga medis dan mempengaruhi kualitas pelayanan rumah sakit, khususnya pada komponen kelengkapan identifikasi dan autentikasi pasien. Metode: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, menggunakan instrumen checklist yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu identifikasi pasien dan autentikasi (tanda tangan dan nama dokter). Sampel yang digunakan berjumlah 30 rekam medis yang dipilih dengan pengambilan sampel yang dimaksud. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa lima komponen identitas dasar pasien, yaitu nomor rekam medis, nama, jenis kelamin, tanggal lahir, dan alamat, diisi lengkap diseluruh rekam medis. Namun, data sosial seperti pendidikan dan ketenagakerjaan masih belum lengkap, masing-masing sebesar 73,33% dan 56,67%. Dalam komponen auntetikasi, semua file menyertakan tanda tangan dan nama dokter secara lengkap (100%). Kesimpulan: Tingkat kelengkapan rata-rata secara keseluruhan mencapai 90,48% untuk identifikasi dan 100% untuk otentikasi. Kesimpulannya, pengisian rekam medis relatif baik, namun perlu diperkuat pengisian data sosial dan pengawasan rutin untuk menjaga kualitas dokumentasi medis.
The Effect of Semi-Fowler Position on Oxygen Saturation in the ICU Room of Bhayangkara Hospital, Makassar: The Effect of Semi-Fowler Position on Oxygen Saturation in the ICU Room of Bhayangkara Hospital, Makassar Andrianys, Irma; Normalia, Normalia; Tasa, Hamzah; Rahanbinan, Lenora Diana
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.315

Abstract

Posisi semi Fowler merupakan salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sering digunakan untuk meningkatkan ekspansi paru dan memperbaiki oksigenasi pada pasien dengan gangguan pernapasan, khususnya pasien kritis di ruang Intensive Care Unit (ICU). Gangguan pertukaran gas yang ditandai dengan penurunan saturasi oksigen sering terjadi pada pasien ICU akibat kondisi penyakit, penurunan kesadaran, maupun keterbatasan fungsi paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian posisi semi Fowler terhadap saturasi oksigen pada pasien yang dirawat di ruang ICU RS Bhayangkara Makassar. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 16 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengukuran saturasi oksigen dilakukan menggunakan pulse oximeter sebelum dan sesudah pemberian posisi semi Fowler. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata saturasi oksigen sebelum intervensi adalah 90,13%, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 98,13%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai saturasi oksigen sebelum dan sesudah pemberian posisi semi Fowler. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian posisi semi Fowler berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien kritis di ruang ICU RS Bhayangkara Makassar. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai tindakan keperawatan sederhana, aman, dan efektif dalam meningkatkan oksigenasi pasien ICU.
Faktor-Faktor yang Berkaitan dengan Pengetahuan Perawatan Kaki di Kalangan Pasien Diabetes Melitus Ismail, Ismail; Tasa, Hamzah; Syamsir, Syamsir
Celebes Advance Health Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Celebes Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65852/d87hya81

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic disease with a steadily increasing prevalence and is frequently accompanied by foot complications that substantially impair patients’ quality of life. Diabetic foot complications, including foot ulcers, can be prevented through appropriate foot care practices. Foot care knowledge is a critical component in shaping self-care behaviors; however, patients knowledge levels remain variable and are influenced by sociodemographic factors, clinical characteristics, and exposure to health information. Objective: This study aimed to analyze factors associated with foot care knowledge among patients with diabetes mellitus. Methods: This analytic observational study employed a cross-sectional design. The study was conducted at Sudiang Raya Primary Health Care Center from October to December 2025. A total of 80 patients with diabetes mellitus were recruited using a total sampling technique. Data were collected from the primary health care database and structured questionnaires assessing participants’ characteristics and foot care knowledge. Data analysis included descriptive analysis, bivariate analysis using Chi-square or Fisher’s exact tests with calculation of odds ratios and 95 % confidence intervals, and Receiver Operating Characteristic (ROC) analysis to evaluate the discriminative ability of the model using the Area Under the Curve (AUC). Results: The results demonstrated that age, educational level, employment status, duration of diabetes mellitus, and exposure to health information were significantly associated with foot care knowledge. Exposure to information emerged as the most dominant factor and significantly increased the likelihood of patients having good foot care knowledge. Conclusion: Foot care knowledge among patients with diabetes mellitus is influenced by a combination of sociodemographic factors, clinical characteristics, and exposure to health information. These findings highlight the importance of structured, continuous, and contextually appropriate foot care education as an integral component of diabetes nursing care to prevent foot-related complications.