Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Paulus Civil Engineering Journal

Analisis Sistem Joint Operation pada Project Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Kota Palu Reynaldo; Latupeirissa, Josefine Ernestine; Meti
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 3 (2024): PCEJ Vol.6, No.3, September 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/d0fnx717

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat seiring perkembangan teknologi yang cepat. Infrastruktur yang dibangun meliputi berbagai bidang seperti gedung, jembatan, jalan, irigasi, dan proyek lainnya, bertujuan untuk memperlancar aktivitas penduduk. Dengan perkembangan zaman dan kebutuhan bisnis yang semakin kompleks, berbagai jenis badan usaha dibentuk melalui perjanjian kerja sama untuk memenuhi kebutuhan para pelaku bisnis. Salah satu bentuk badan usaha tersebut adalah Joint Operation (operasi kerja sama). Joint Operation menjadi jenis aliansi yang dianggap tepat, strategis, dan menguntungkan bagi industri konstruksi. Joint Operation menjadi jenis aliansi yang dianggap tepat, strategis, dan menguntungkan bagi industri konstruksi. Hal ini juga berlaku dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia yang berskala besar, di mana kontraktor-kontraktor besar saling terlibat. Diharapkan melalui kerja sama, kinerja yang lebih baik dapat terjadi antara mitra karena kompetensi dan sumber daya dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dapat digabungkan.Pembangunan pemukiman menjadi sangat penting bagi negara dan masyarakat, karena setiap orang atau anggota masyarakat membutuhkan pemukiman sebagai kebutuhan dasarnya, yakni tempat tinggal. Metode yang digunakan adalah memberikan kuesioner dan wawancara kepada para pelaksana proyek kerja sama operasi dan di dapatkan hasil pembahasan diketahui Sistem joint operasi antara PT. X dan PT. Y pada proyek pembangunan infrastruktur pemukiman di Kota Palu memberikan manfaat dalam memperluas wilayah usaha, mendukung kegiatan lapangan, dan meningkatkan koordinasi serta pengawasan proyek secara efektif. Pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dalam perjanjian Joint Operation meminimalisir potensi konflik antara kedua PT. Dengan adanya kesepahaman yang jelas, pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih lancar dan terhindar dari potensi hambatan.