Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembahasan Rancang Bangun dengan Metode Ray Tracing berbasis HTML5 untuk Visualisasi Path Loss Propagation Model Salim, Shierly Kartika; Miyata, Andrew Febrian
Jurnal Infomedia: Teknik Informatika, Multimedia, dan Jaringan Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Infomedia
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jim.v10i1.6648

Abstract

 AbstrakPenggunaan teknologi wi-fi sebagai salah satu teknologi wireless merupakan hal yang umum dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa hal mempengaruhi rambatan gelombang elektromagnetik yang digunakan dalam teknologi wi-fi, pembatas antara pengguna dan router adalah salah satu contohnya (dinding). Selain itu material penyusun dari pembatas juga memberi pengaruh terhadap rambatan gelombang yang menyebabkan penurunan daya yang disebut path loss dan besarannya dinyatakan dalam satuan dB. Hal ini menjadi sebab sulitnya mendapatkan infrastruktur optimal untuk wi-fi. Pembangunan aplikasi visualisasi yang akan dibahas ditujukan untuk menjadi salah satu solusi atas peletakan transmitter (router atau access point) untuk wi-fi. Sebaran sinyal akan digambarkan dengan metode ray tracing untuk menggambarkan apa yang terjadi terhadap gelombang saat berhadapan dengan penghalang (dalam kasus ini refleksi). Cakupan dari sebaran sinyal akan dapat terlihat dengan visualisasi yang dihasilkan oleh aplikasi berdasar dari penempatan routernya. Wi-fi analyzer dengan mode signal meter akan menjadi sarana untuk memperoleh data yang selanjutnya menjadi acuan validasi dengan dibandingkan dengan hasil path loss dari program dengan hasil valid karena tidak lebih dari margin error 5dB.Perlu diadakan pengkajian kembali dengan teknologi yang paling baru untuk cek sejauh mana sistem bisa valid.Keywords: aplikasi, path loss, ray tracing, visualisasi AbstractWi-fi as a type of wireless technology is a common technology that being used on daily basis. There are things involves in the electromagnetic waves propagation of wi-fi. Divider (ex: walls) and its material , affects the waves propagation and cause path loss that defined in dB. This problems are causing difficulties to get the best infrastructure for wi-fi. This visualisation application development meant to be a solution for wi-fi transmitter allocation. The distribution of signals will be drawn based on ray tracing method to picturize on what is happening when signals hit the wall (reflection). The coverage of signals distributions will be visualized by the application based on the router placement. Wi-fi analyzer on signal meter mode will be the tool to validate output of the program by comparing the path loss and it turns out valid, since the result is less than the declared margin of error of 5dB. The system need to be tested with the latest technology to know how far it could give valid response.Keywords: application, path loss, ray tracing, visualization 
Matrix Pressure Sensor untuk Mengamati Genggaman Tangan pada Objek Silinder Miyata, Andrew Febrian; Agustine, Lanny; Pranjoto, Hartono
Cylinder : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7 No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Department of Mechanical Engineering Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matrix pressure sensor dapat digunakan untuk membaca kekuatan genggaman pada berbagai objek. Objek yang akan diamati saat ini adalah objek silinder dengan diameter 7 cm dan 12 cm. Hasil pembacaan sensor kemudian diubah dalam bentuk heatmap untuk mempermudah analisis dan dilakukan peningkatan resolusi agar heatmap yang dihasilkan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran objek dengan kemampuan genggaman dengan cara membaca dan menganalisis tekanan pada objek. Dengan demikian didapat hasil yang bersifat objektif dan saintis. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk mendesain barang yang dibawa dengan cara digenggam. Salah satunya botol minum dengan menggunakan ukuran yang sesuai dan bentuk yang meningkatkan cengkeraman pada bagian tangan yang memiliki tekanan tinggi. Dari data yang didapatkan tekanan berpusat di area ujung jari, oleh karena itu untuk mendesain botol minum yang tidak mudah jatuh perlu mendesain pada bagian tengah botol menyerupai kontur jari, sehingga dapat meningkatkan luas area genggaman.
Evaluasi Empiris Arsitektur Pengendalian Konkurensi Sistem Pemesanan: Aplikasi, Basis Data, dan Hibrid Miyata, Andrew Febrian; Salim, Shierly Kartika; Pranjoto, Hartono; Abadi, Elizabeth Yulita; Kusumo, Catherine Tjondro; Asman, Yuliana
Journal of Information Technology Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Information Technology
Publisher : Institut Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/jifotech.v6i1.1107

Abstract

Sistem alokasi sumber daya berbasis web menghadapi tantangan konkurensi kritis di mana permintaan simultan bervolume tinggi sering kali menghasilkan anomali data, khususnya double booking. Meskipun batasan teoretis dari kondisi perlombaan Time-of-Check to Time-of-Use (TOCTOU) telah didokumentasikan, efek majemuk latensi jaringan dalam arsitektur terdistribusi dan implikasi performa empiris dari pendelegasian kendali murni pada konstrain basis data masih jarang dieksplorasi. Penelitian ini mengukur kinerja dan integritas data untuk menentukan desain arsitektur mana yang mampu mempertahankan throughput tinggi sekaligus menjaga konsistensi data. Penelitian ini melakukan evaluasi load-testing komprehensif melalui studi ablasi terhadap tiga arsitektur: Application-Level Control (ALC), Database-Level Constraint (DLC) menggunakan EXCLUDE USING GIST pada PostgreSQL, dan arsitektur Hibrid. Di bawah tekanan pengguna virtual ekstrem, ALC terbukti rentan terhadap kebocoran data, di mana latensi jaringan terdistribusi memperburuk insiden double booking hingga 125% dibandingkan server monolitik. Sebaliknya, meskipun DLC menjamin integritas data absolut, pendekatan ini memicu degradasi throughput yang katastrofik anjlok hingga 18,1 RPS pada beban puncak yang disertai penalti latensi berat akibat penguncian eksklusif tingkat indeks dan kelaparan pangkalan koneksi (connection pool starvation). Arsitektur Hibrid memecahkan dikotomi ini dengan memadukan penyaring tingkat aplikasi asinkron sebagai penyerap kejut untuk mengurai kemacetan basis data, sukses mencapai integritas absolut sekaligus mempertahankan throughput tinggi (543,7 RPS). Penelitian ini mengkuantifikasi batas skalabilitas konstrain basis data dan memberikan kerangka kerja rekayasa defense-in-depth yang tangguh untuk sistem ketersediaan tinggi.
IMPLEMENTASI SISTEM PENYIRAMAN BERBASIS INTERNET OF THINGS DAN PENGEMBANGAN WEBSITE KELEMBAGAAN DALAM PENGUATAN OPERASIONAL PERTANIAN GREENHOUSE Wijaya, Christian Julius; Asrini, Luh Juni; Miyata, Andrew Febrian; Indrawati, Chatarina Dian; Gunarto, Chintya; Kusumo, Catherine Tjondro; Willyanto, Hubertus Carmelo Dinar; Wangsawidjaja, Dustin Pranata; Daniel, Daniel
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38424

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (ABDIMAS) ini berangkat dari permasalahan sistem penyiraman dalam greenhouse yang masih dilakukan secara manual dan keterbatasan media informasi digital pada suatu pusat edukasi pertanian di Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan 5 orang pengelola lembaga sebagai mitra ABDIMAS. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional greenhouse sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan melalui pemanfaatan teknologi digital yang mudah dioperasikan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif–implementatif melalui tahapan observasi dan perencanaan, implementasi solusi teknologi, dan evaluasi kualitatif berbasis pemantauan dan diskusi bersama mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem penyiraman berbasis Internet of Things (IoT) mampu menghadirkan kendali penyiraman yang lebih terpusat, efisien, dan terjadwal, sementara pengembangan website resmi lembaga berhasil memperluas akses informasi, edukasi, dan publikasi kegiatan kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya mengimplementasikan teknologi dan platform digital, tetapi juga mendorong peningkatan literasi teknologi dan kemandirian mitra dalam mengelola inovasi secara berkelanjutan.Abstract: This community service (ABDIMAS) stems from the problem of the watering system in the greenhouse which is still done manually and the limited digital information media at an agricultural education center in East Java. This activity involved 5 institutional managers as the ABDIMAS partner. This activity aims to increase greenhouse operational efficiency while strengthening institutional capacity through the use of easy-to-operate digital technology. The implementation method uses a descriptive–implementative approach through the stages of observation and planning, implementation of technological solutions, and qualitative evaluation based on monitoring and discussions with partners. The results of the activity showed that the implementation of an Internet of Things (IoT)-based watering system was able to provide more centralized, efficient, and scheduled watering control, while the development of the institution's official website succeeded in expanding access to information, education, and publication of activities to the public. This activity not only implements digital technology and platforms, but also encourages increased technological literacy and partner independence in managing innovation sustainably.