Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR,POSISI IBU MELAHIRKAN, DENGAN KEJADIAN ROBEKAN PERENIUM PADA IBU BERSALIN NORMAL Minarti Minarti
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Robekan perineum adalah perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak manggunakan alat (Ilmiah, 2015). Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui Hubungan Berat Badan Bayi Baru Lahir dan Posisi Ibu Melahirkan Terhadap Kejadian Robekan Perineum Pada Ibu Bersalin Normal di Puskesmas Talang Jaya Raya kec. betung kab. banyuasinTahun 2017. Metode Penelitian: ini menggunakan metode survey analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dimana data variabel dependen robekan perenium dan variable independent Berat Badan Bayi Lahir dan posisi ibu melahirkan.Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh ibu yang melahirkan yang tercatat direkam medik Puskesmas Talang jaya raya kec. betung kab. Banyuasintahun 2017, yaitu sebanyak 1328. Pengambilan sample dengan mengunakan teknik total sampling, jadi besar populasi 93 responden. Hasil penelitian: menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara berat badan bayi baru lahir dan posisi ibu melahirkan terhadap kejadian robekan perinium secara statistik. Disarankan pada petugas puskesmas talang jaya raya kec. betung kab.banyuasin Agar menurunkan kejdian Robekan Perineum. Background Perineal rupture is a birth canal injury that occurs at the time of birth of the baby either using the tool or not manggunakan tool (Ilmiah, 2015). This research aims to determine the relationship of Newborn Weight Loss and Maternal Position of Against Perineum Rupture in Normal Maternity Mothers at health center of talang jaya raya kec. betung kab.banyuasin Year 2017.Methods Research methods uses a quantitative analytical survey method with cross sectional approach where the dependent variable data (BBBL). The population in this study were all mothers who gave birth recorded recorded medical health center of talang jaya raya kec. betung kab.banyuasin 2017, that is as much as 1328. Sampling by using total sampling technique, so large population of 93 respondents. It is recommended which showed there was significant relationship between new baby weight Birth and the position of the mother gave birth to the incidence of perinium rupture statistically. Suggested to the officers of Islamic hospital siti khadijah palembang. In order to decrease the peregrity of perinium rupture
Penyuluhan Peningkatan Pengetahuan Tentang Status Gizi Balita di Puskesmas Gardu Harapan Musi Banyuasin Tahun 2022 Eka Afrika; Rizki Amalia; Andre Utama Saputra; Minarti M
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 1, No 1 (2022): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8279246

Abstract

Status gizi adalah suatu keadaan tubuh yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan. Status gizi dipengaruhi oleh konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi di dalam tubuh. Bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi dan digunakan secara efisien akan tercapai status gizi optimal yang memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan. Berdasarkan data Word Healt Organization (WHO) bahwa tahun 2013 kematian bayi dibawah usia 5 tahun mencapai 6,6 juta jiwa atau hampir 18.000 orang setiap hari. Risiko seorang anak untuk meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun untuk kawasan Eropa sebesar 12 per 1000 kelahiran hidup dan di Afrika sekitar 8 kali lebih tinggi dari kawasan Eropa (95 per 1000 kelahiran hidup). Sedangkan di kawasan Asia, khususnya Asia Selatan adalah 50 per 1000 kelahiran hidup (Pusdatin, 2013). 
Penyuluhan Peningkatan Pengetahuan Tentang Status Gizi Balita di Puskesmas Gardu Harapan Musi Banyuasin Tahun 2022 Eka Afrika; Rizki Amalia; Andre Utama Saputra; Minarti M
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 1, No 1 (2022): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8279246

Abstract

Status gizi adalah suatu keadaan tubuh yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan. Status gizi dipengaruhi oleh konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi di dalam tubuh. Bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi dan digunakan secara efisien akan tercapai status gizi optimal yang memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan. Berdasarkan data Word Healt Organization (WHO) bahwa tahun 2013 kematian bayi dibawah usia 5 tahun mencapai 6,6 juta jiwa atau hampir 18.000 orang setiap hari. Risiko seorang anak untuk meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun untuk kawasan Eropa sebesar 12 per 1000 kelahiran hidup dan di Afrika sekitar 8 kali lebih tinggi dari kawasan Eropa (95 per 1000 kelahiran hidup). Sedangkan di kawasan Asia, khususnya Asia Selatan adalah 50 per 1000 kelahiran hidup (Pusdatin, 2013). 
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGKONSUMSI KAPSUL VITAMIN A DI UPTD PUSKESMAS PENGANDONAN KECAMATAN PENGANDONAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2023 Erma Puspita Sari; Rizki Amalia; Eka Afrika; Andre Utama Saputra; Minarti Minarti; Arie Anggraini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.18173

Abstract

Vitamin  A  memiliki  segudang  khasiat  untuk  mendefisiensikan  angka  kematian  dan  kesakitan,  serta bermanfaat  bagi  pertumbuhan  manusia,  dan  juga  mengambil  peran  terhadap  sistem  imunitas  tubuh, memproteksi tubuh dari terjangkitnya berbagai  infeksi seperti campak, diare, dan ISPA. Siklus  pertumbuhan  dan  perkembangan  pada  balita  membutuhkan  zat  gizi  yang  lebih besar  dibanding  dengan  kelompok  umur  yang  lain,  sehingga  balita  lebih  rentan  mengalami masalah  gizi. Vitamin A merupakan salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar (essensial). Vitamin A berfungsi untuk daya penglihatan, dan pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin A berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Akibat lain yang paling serius dari kekurangan vitamin A (KVA) adalah rabun senja yaitu bentuk lain dari xeropthalmia seperti kerusakan kornea mata dan kebutaan Vitamin A dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi seperti campak, diare dan ISPA serta memiliki peranan yang sangat penting bagi kesehatan mata. Kekurangan vitamin  A dapat  meningkatkan  risiko berbagai  macam  penyakit  seperti  xerofthalmia,  kerusakan  mata yang  berujung kebutaan,  serta meningkatkan  risiko kematian.  Berdasarkan  hasil  riset  yang diperoleh dari  Profil kesehatan  Indonesia  tahun  2017,  persentase  dalam  pemberian  vitamin  A  pada  ibu  nifas telah mencapai angka 94,73%. Hal serupa juga terjadi di tahun sebelumnya, yang mana di tahun 2016 persentase  dalam  pemberian  vitamin  A  pada  ibu  nifas  memiliki  persentase  sebesar  90,1%,  dan mengalami peningkatan  di  tahun  berikutnya. Pemberian vitamin A pada ibu nifas merupakan bentuk upaya pencegahan terjadinya kekurangan vitamin A yang bertujuan untuk menjaga kesehatan bayi dalam memproteksi diri terhadap penyakit xerophthalmia, yang sumber utama vitamin A terbesar yang memungkinkan diterima oleh bayi yakni berasal dari ASI.