Dyah Arum Retnowati
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran Perubahan Karakter Tokoh Utama Dalam Membangun Suspense Pada Film “Posesif” Lina Itafiana; Endang Mulyaningsih; Dyah Arum Retnowati
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.722 KB) | DOI: 10.24821/sense.v4i2.6772

Abstract

ABSTRAKFilm Posesif dikategorikan sebagai film romantic suspense pertama di perfilman Indonesia. Posesif menjadi salah satu dari banyak sisi kehidupan remaja yang dieksplorasi dan dikemas dalam bentuk film layar lebar. Posesif menawarkan keunikan cerita dari drama cinta remaja kebanyakan yang terlalu picisan dan sangat kental dengan stereotipe happy ending. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan mendeskripsikan cerita dalam bentuk treatment dan mengarakteristikan tokoh Lala. Adegan yang telah direduksi dipaparkan dalam bentuk potongan gambar dari film Posesif terkait peran karakter tokoh Lala. Selanjutnya menemukan hambatan, resiko serta foreshadowing sebagai pembangun suspense pada setiap adegan. Kemudian menganalisis keterkaitan dua variabel tersebut dengan teori yang menjadi landasan penelitian. Hasil kajian ditemukan ditemukan adanya peran karakter dalam narasi pada tokoh Lala diantaranya: Donor, Penolong, Pengirim, Putri, dan Pahlawan Palsu. Setiap perubahan yang terjadi membangun adanya suspense yang menimbulkan gerak dramatik pada cerita, sehingga menciptakan suatu keadaan dimana perhatian penonton menjadi lebih tinggi.  Kata Kunci: Film Posesif, Karakter, Suspense, Vladimir Propp ABSTRACT“Posesif” film is categorized as the first romantic suspense movie in the Indonesian film industry. Possessive become one of many teenage life facets that are explored and packed in a big-screen movie form. “Posesif” offers a unique story from teenage love dramas that usually are too cheap and thick with the stereotype of a happy ending. This research is qualitative research with a descriptive approach by describing the story in a treatment form and characterized Lala’s character. The scene that has been reduced is presented in the form of pictures cut from the “Posesif” film related to the characteristic role of Lala’s character. Next find obstacles, risks, and foreshadowing as suspense builder in every scene. Then analyze the correlation between these two variables with the basic theory of the research. The results of the study found a character role in the narrative of Lala’s character, including Donor, Helper, Dispatcher, Princess, and False Hero. Every change that occurs develops suspense that raises dramatic motions to the story, which creates a situation where the audience’s attention becomes higher. Keywords: Film Posesif, Character, Suspense, Vladimir Propp
Teknik Komedi dalam Pengadeganan Cerita pada Film "Stip & Pensil" Muhammad Adhitya Adji Pamungkas; Retno Mustikawati; Dyah Arum Retnowati
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v5i2.7017

Abstract

 Film komedi menempatkan humor sebagai konten utamanya yang bertujuan untuk menghibur dan mengundang perhatian, serta menimbulkan ketertarikan bagi penontonnya, dengan adanya reaksi tertawa. Penelitian ini akan membahas tentang teknik komedi pada film “Stip & Pensil”. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik komedi yang digunakan serta fungsi dari teknik komedi tersebut dalam pengadeganan cerita film “Stip & Pensil”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik komedi pada penelitian film ini akan mengacu pada teori Arthur Asa Berger dengan empat kategori dasar, yakni language, logic, identity, dan action yang terdapat dalam dalam pengadeganan cerita film tersebut serta relasi antara teknik komedi dengan cerita dalam film. Penelitian ini menemukan dalam pengadeganan cerita film “Stip & Pensil” lebih banyak menggunakan teknik komedi kategori logic (58), diikuti dengan language (44), identity (29), dan paling sedikit action (15). Teknik komedi dalam film ini tidak hanya berfungsi sebagai pengemasan humor, tetapi juga sebagai pengenalan karakteristik tokoh, membangun konflik dalam cerita, hingga pembawa pesan untuk menampilkan kehidupan sosial dan masalah pendidikan yang terjadi pada masyarakat kelas bawah di ibu kota.