Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMBANGUN KEDALAMAN RUANG SEBAGAI REPRESENTASI KONFLIK INTERNAL DALAM PENYUTRADARAAN FILM FIKSI “HUMA AMAS” Muhammad Al Fayed; Dyah Arum Retnowati; Raden Roro Ari Prasetyowati
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.549 KB) | DOI: 10.24821/sense.v3i1.5093

Abstract

ABSTRAKFilm fiksi atau film cerita adalah suatu film yang biasa digunakan untuk mengkomunikasikan tentang suatu realita yang terjadi dalam kehidupan masyarakat setiap harinya. Film fiksi “Huma Amas” ini bertujuan untuk menyuarakan isu yang terjadi di Kalimantan Timur yaitu tentang lingkungan dan masyarakat kecil khususnya daerah sekitar tambang batubara.Karya film fiksi ini dalam visualisasinya menggunakan kedalaman ruang (depth of field) yang berbeda-beda sebagai representasi konflik internal tokoh utama. Hal ini bertujuan untuk memberikan impresi, makna, nuansa, emosional karakter dan memberikan penekanan konflik tokoh utama. Objek yang diangkat dalam karya film fiksi ini adalah masalah seorang petani yaitu Pak Yusni yang harus mengalami kebimbangan dan harus memilih untuk menjual tanah sawahnya kepada pihak tambang batubara atau mempertahankannya demi harta warisan keluarga.Kedalaman ruang (depth of field) dan focal length pada lensa juga ikut meningkat dari penggunaan focal length 16mm hingga 200mm. Meningkatnya focal length pada lensa dapat memberikan efek ilusi depth yang diciptakan dari lensa. Kata Kunci : Penyutradaraan, Kedalaman Ruang, Konflik Internal, Film Fiksi.
Makna Simbolik Pantun Banjar Samarinda dalam Teater Tradisional Sandima (Studi Kasus Pergelaran “PPKM” Taman Budaya Kalimantan Timur) Muhammad Al Fayed; G. R. Lono Lastoro Simatupang
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 12, No 1 (2022): (Januari 2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.608 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v12i1.12958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui awal mulanya tradisi pantun banjar, serta untuk mengungkapkan makna simbolik pantun Banjar Samarinda pada pergelaran Sandima. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang berusaha menjelaskan, menuturkan, mendeskripsika, menganalisis dan sebagainya mengenai awal mulanya tradisi pantun Banjar di Samarinda Kalimantan Timur pada pergelaran teater tradisional Sandima. Hasil penelitian ini pun mengungkapkan dan mengetahui makna sebenarnya dari pantun dalam pergelaran teater tradisional Sandima berjudul “PPKM” di Taman Budaya Kalimantan Timur. Pantun-pantunya memberi nasihat dan pesan kepada masyarakat dan khsusunya penonton untuk menjaga seni tradisi, selain itu pantun-pantunya juga merepresentasikan keadaan sosial masyarakat kota Samarinda saat itu.Kata kunci: Makna Simbolik; Pantun Sandima; Banjar Samarinda
SISTEM MONITORING PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BALITA BERBASIS WEB DI DESA KARANG REJO Muhammad Al Fayed; Barany Fachri; Afif Badawi
Jurnal Nasional Teknologi Komputer Vol 6 No 2 (2026): April 2026
Publisher : CV. Hawari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toddlerhood is a critical period in a child’s growth and development that significantly affects future health and cognitive outcomes. Adequate nutritional intake during this stage is essential to prevent growth disorders, particularly stunting. The Indonesian government has implemented various intervention programs, including the Supplementary Feeding Program (Pemberian Makanan Tambahan/PMT), to improve toddlers’ nutritional status and reduce stunting, especially in areas with high nutritional challenges. In Karang Rejo Village, the PMT program is actively implemented through community health posts (posyandu). However, the management of PMT data, including beneficiary records, monitoring of weight and height, and feeding schedules, is still conducted manually. This manual approach leads to data inaccuracies, difficulties in tracking historical records, potential data loss, and delays in reporting. In addition, the lack of integrated data hinders health workers and cadres from conducting effective and regular monitoring, which may impact the accuracy of nutritional interventions for toddlers at risk of stunting. To address these issues, this study proposes the development of a web-based monitoring system for the PMT program. The system is designed to facilitate structured data recording, periodic monitoring of toddlers’ nutritional status, and real-time reporting accessible to authorized users. The implementation of this system is expected to improve the effectiveness and efficiency of PMT services, support timely decision-making, and contribute to government efforts in reducing stunting rates and improving the overall health status of toddlers in Karang Rejo Village.