Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Review : Efek Samping Obat Antituberkulosis Oral Lini Pertama Pada Anak Khairunnisa, Shintani Ayunda; Puspitasari, Irma Melyani
Farmaka Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i2.46054

Abstract

World Health Organization (WHO) melaporkan tingginya tingkat kematian pada anak (<15 tahun) akibat tuberkulosis pada tahun 2021. Tingginya kasus disebutkan karena akses yang buruk terhadap diagnosis dan pengobatan. Pengobatan tuberkulosis memerlukan penggunaan obat antituberkulosis (OAT) dalam jangka panjang, namun pembahasan tentang efek samping OAT tersebut terhadap anak jarang dibahas. Penulisan artikel review ini bertujuan untuk mengetahui efek samping OAT lini pertama pada anak untuk mencegah risiko efek samping serius hingga kematian pada anak akibat penggunaan OAT lini pertama. Artikel review ini disususn dari artikel, jurnal, atau laporan kasus terkait efek samping OAT lini pertama pada anak yang telah terbit pada situs Sciencedirect, Pubmed-NCBI, dan Google Scholar. Berdasarkan artikel yang ditinjau, didapatkan bahwa efek samping serius OAT lini pertama pada anak jarang terjadi, dengan efek samping yang paling banyak dilaporkan adalah hepatoksisitas. Walaupun kejadian efek samping pada anak jarang dilaporkan, tenaga kesehatan tetap harus waspada terhadap kemungkinan efek samping tersebut melalui follow up rutin pasien.
Aktivitas Antimalaria dari Tumbuhan Famili Annonaceae : Tinjauan Pustaka Khairunnisa, Shintani Ayunda; Tjitraresmi, Ami
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 1 (2022): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i1.38419

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit mematikan tropis yang disebabkan oleh parasit Plasmodium sp. Pencarian obat baru antimalaria saat ini menjadi penting dilakukan karena banyaknya laporan mengenai kasus resistensi Plasmodium sp. terhadap obat malaria yang beredar saat ini.  Maka diperlukan pencarian alternatif obat antimalaria. Annonaceae adalah suku tumbuhan berbunga yang termasuk ke dalam angiospermae. Beberapa tumbuhan dari suku ini telah diketahui memiliki aktivitas sebagai antimalaria. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiplasmodial dan senyawa antimalaria yang berasal dari tanaman suku Annonaceae. Jurnal yang diulas dalam artikel ini merupakan jurnal penelitian yang diperoleh secara daring dengan kata kunci antimalaria annonaceae. Dari jurnal – jurnal penelitian yang diulas, terdapat delapan tumbuhan famili Annonaceae yang telah diuji aktivitas antimalarianya baik secara in-vitro terhadap P. falciparum atau in-vivo terhadap P. Berghei pada tikus. Hasilnya semua tumbuhan yang tercantum dalam jurnal yang diulas memiliki manfaat antimalaria dengan berbagai potensi. Greenwayodendron suaveolens memiliki aktivitas terbaik dengan nilai IC50 0,26 g/mL. Terdapat 38 metabolit aktif yang diisolasi dari famili Annonaceae dengan kisaran aktivitas antimalaria berturut-turut sebesar 7 - 203,1 M dan 1,38 - 104,33 g/mL. Dengan hasil terbaik berasal dari senyawa isolasi Anoniane pada 7 M dan Obtusipetadione pada 1,38 g/mL, masing-masing dapat menjadi alternatif untuk obat antimalaria baru. Dari penelusuran literatur yang telah dilakukan, famili Annonaceae terbukti sebagai sumber tumbuhan yang memiliki aktivitas antimalaria, oleh karena itu, semua tumbuhan yang terdaftar perlu diteliti lebih lanjut sebagai obat alternatif antimalaria.