Amin, Nazrial
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Siswa Kelas XII Madarasah Aliyah Tarbiyatul Islamiyah Terhadap Pernikahan Usia Dini Lubis*, Sakban; Ependi, Rustam; Harahap, M. Yunan; Amin, Nazrial
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): April, Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i2.24700

Abstract

Pernikahan merupakan salah satu peristiwa terpenting dalam kehidupan seseorang. Perkawinan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan menimbulkan akibat fisik dan emosional bagi keluarga masing-masing, masyarakat, dan juga harta benda yang diperoleh perkawinan antara mereka, sebelum dan selama-lamanya perkawinan. Setiap makhluk memiliki hak asasi manusia untuk mengejar anak melalui pernikahan, termasuk melalui budaya dengan mencapai pernikahan yang dirayakan di Indonesia. Islam menyiratkan bahwa perkawinan adalah satu-satunya bentuk kehidupan suami-istri yang diakui dan didorong untuk berkembang dalam proses pembentukan keluarga. Dalam realita di lapangan, pernikahan usia dini cukup menarik menjadi  perhatian berbagai kalangan, hal tersebut terjadi karena sebenarnya pernikahan  usia dini seperti fenomena gunung es yang kelihatan sedikit diatasnya padahal dalam dataran faktanya sangat banyak terjadi di kalangan masyarakat  Indonesia. Undang-undang No. 1 Tahun 1974, Pasal 1 tentang perkawinan  menyatakan Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang  wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah) yang  bahagia dan kekal berdasarkan KeTuhanan Yang Maha Esa. Pernikahan dini  bukanlah sekadar kisah sinetron.Kasus pernikahan dini itu nyata terjadi di sekitar  kita dengan kuantitas yang terbilang tinggi.
Model Pendidikan Tazkiyatun Nafs Dalam Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik di Madrasah Aliyah Swasta Tarbiyah Islamiyah Kab. Deli Serdang Yunan*, Muhammad; Ependi, Rustam; Amin, Nazrial
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): April, Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i2.24720

Abstract

Model Pendidikan Tazkiyatun Nafs dalam upaya membentuk akhlakul karimah peserta didik saat ini sangat dibutuhkan, karena model ini menyangkut pembersihan jiwa sebelum menerima pembelajaran dari guru. Dalam konteks pendidikan Islam jiwa dan hati yang masih penuh kemaksiatan akan sulit untuk mengikuti pembelajaran sehingga berdanpak terhadap prilaku. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pendidikan tazkiyatun nafs ini dilakukan oleh para pendidik. Sedangkan metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptip, yang berusaha mengungkap dan menjelaskan fakta fakta dilapangan terhadap objek yang di teliti. Adapun yang menjadi hasil penelitian ini yaitu: Pertama, pendidikan tazkiyatun Nafs sudah berjalan di Madrasah Aliyah Swasta Tarbiyah Islamiyah dengan selalu menekankan peserta didik berdoa sebelum belajar, membaca Asmaul husna,membaca Alquran sebagai pengendalian diri. Metode yang dilakukan guru adalah mujahadah An-nafs dan muhasabah An-nafs yaitu latihan dan evaluasi keadaan jiwa ataupun hati. Kedua, pada dasarnya dalam kurikulum belum ada menyebutkan model pendidikan tazkiyatun Nafs di Madrsah ini, akan tetapi dalam materi pembelajaran khususnya akidah akhlak sudah menyinggung tentang materi tazkiyatun nafs.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlakul Karimah Peserta Didik di SD Swasta Islam Terpadu Cendekia Kecamatan Medan Helvetia Ginting, Aisyah Mutiara Ramadhani; Amin, Nazrial; Tambunan, Nurhalima
Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/ie.v6i1.2029

Abstract

This study aims to analyze the role and strategies of Islamic Religious Education (IRE) teachers in fostering students’ noble character (akhlakul karimah) through Islamic communication culture at SDIT Cendekia, Padang Pariaman, West Sumatra, Indonesia. Previous studies have generally discussed character education in schools; however, limited research specifically examines how Islamic communication culture is integrated into daily learning interactions and school activities as a strategy for strengthening students’ moral character. This study employed a qualitative research method using observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The findings indicate that IRE teachers play important roles as educators, facilitators, counselors, and role models in developing students’ character. The dominant forms of Islamic communication identified in this study include polite verbal interaction, greeting habits (salam culture), persuasive advice, exemplary speech, and personal guidance based on Islamic values. These strategies were implemented through value internalization, uswah hasanah (exemplary behavior), habituation of positive actions, and contextual learning integrated into school culture. The results also show that consistent Islamic communication practices contribute to improving students’ discipline, respect, honesty, and social responsibility. This study implies that strengthening Islamic communication culture can serve as an effective approach for character education in elementary schools and contributes to the development of Islamic-based pedagogical practices in character formation.